Rasa sakit yang membakar seluruh jalur meridian ghaib di dalam tubuhnya menjadi jangkar pertama yang menarik kesadaran Chen kembali ke dunia nyata. Dengan sebatang lilin kesadaran yang tersisa, kelopak mata Chen bergerak perlahan, berjuang melawan beban berat yang menekan pelipisnya. Pandangan matanya yang semula memutih silau akibat pusaran energi Xuantian perlahan-lahan mulai memfokuskan objek di sekitarnya.
Hal pertama yang tertangkap oleh indra penglihatannya bukanlah langit-langit gua yang runtuh, melainkan wajah Tuan Muda Liu yang tampak sangat berantakan. Wajah tampan sang konglomerat itu dipenuhi keringat, bercak darah yang mengering, dan gurat kecemasan yang teramat sangat.
"Chen! Hei, Chen! Demi Tuhan, tetaplah membuka matamu! Jangan berani-berani memejamkannya lagi!" teriak Liu, suaranya bergetar hebat di antara kepanikan dan rasa lega yang membuncah.
Chen meringis kecil saat merasakan robekan kain kemeja taktisnya ditarik agak kencang. Ia melirik ke bawah dan menyadari bahwa Liu, dengan kondisi tubuhnya sendiri yang masih lemah dan terluka di bagian dada, sedang berusaha keras membalut luka-luka di sekujur tubuh Chen menggunakan sisa-sisa perban darurat dari kantong medis yang sempat ia amankan. Tangan sang miliarder yang biasanya bersih dan selalu memegang pena mahal kini gemetar hebat, dipenuhi noda merah darah sahabatnya sendiri.
"Tenang... Liu... aku tidak akan mati semudah itu," bisik Chen dengan suara yang teramat parau, hampir menyerupai gesekan batu kering.
Tuntutan Logika sang Miliarder
Mendengar Chen akhirnya bisa berbicara, Liu mengembuskan napas panjang, namun ekspresi wajahnya seketika berubah menjadi sangat serius, tegang, dan dipenuhi oleh tuntutan penjelasan yang mendesak. Ia mengikat ujung perban di lengan Chen dengan sentakan sedikit keras, membuat Chen sedikit mengaduh.
"Baguslah kalau kamu tidak mati! Karena jika kamu mati, aku tidak akan pernah mendapatkan jawaban atas kegilaan yang baru saja terjadi di dalam gua ini!" seru Liu semba…
MATA TEMBUSH PANDANG
Bab 74: Terbangun di Sisi Sahabat, Tunduknya sang Penjaga, dan Pengakuan di Alta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments