Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden, tepat mengenai wajah Mei. Gadis itu mengerang kecil, memegangi kepalanya yang terasa berdenyut hebat—efek samping dari terlalu banyak meminum alkohol manis semalam di bar milik Liu.
Namun, rasa pusing itu seketika menguap digantikan oleh sengatan listrik kepanikan saat Mei merasakan lengan kekar seseorang melingkar di pinggangnya.
Mei menoleh dengan kaku. Di sampingnya, Chen sedang tertidur pulas dengan wajah yang begitu damai. Memory semalam pun perlahan berputar kembali di otaknya seperti rol film; tentang bagaimana ia meracau manja, menyatakan cinta sejak zaman Chen masih menjadi kuli, hingga ingatan bahwa mereka berakhir tidur di ranjang yang sama!
Wajah Mei seketika merah padam sampai ke ujung telinga. Antara malu, bingung, dan panik, ia langsung menggoyang-goyangkan bahu Chen dengan bar-bar.
"Chen! Chen, bangun! Bangun dulu!" seru Mei dengan suara tertahan.
Chen melenguh kecil, kelopak matanya perlahan terbuka. Sensasi hangat di matanya berdesir pelan, langsung menangkap ekspresi panik luar biasa di wajah kekasih barunya. Chen mendudukkan tubuhnya sambil mengucek mata. "Ada apa, Mei? Kenapa panik begitu?"
"Chen... kita... apa yang terjadi semalam?!" tanya Mei setengah berbisik, matanya melirik ke arah selimut yang menutupi mereka berdua. "Aku ingat aku mabuk dan meracau hal-hal memalukan... lalu kenapa kita bisa tidur bersama? Kita tidak... tidak melakukan itu, kan?"
Melihat wajah Mei yang sudah seperti kepiting rebus, Chen tidak bisa menahan tawa renyahnya. Ia menyentil pelan dahi Mei.
"Pikiranmu jauh sekali, Sayang," ujar Chen dengan senyuman jahil yang membuat Mei semakin salah tingkah. Chen kemudian memperbaiki posisi duduknya dan menjelaskan dengan jujur. "Semalam kamu mabuk berat sampai tidak bisa berdiri. Aku mengantarmu ke kamarmu, tapi saat mau kuselimuti, kamu malah mencengkeram bajuku erat-erat dan menangis tidak mau ditinggal sendiri. Karena tidak tega, aku terpaksa ikut berbaring di samping…
MATA TEMBUSH PANDANG
Bab 19: Pagi yang Merona di Kamar Kos
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments