Bab 19: Pagi yang Merona di Kamar Kos

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden, tepat mengenai wajah Mei. Gadis itu mengerang kecil, memegangi kepalanya yang terasa berdenyut hebat—efek samping dari terlalu banyak meminum alkohol manis semalam di bar milik Liu.

Namun, rasa pusing itu seketika menguap digantikan oleh sengatan listrik kepanikan saat Mei merasakan lengan kekar seseorang melingkar di pinggangnya.

Mei menoleh dengan kaku. Di sampingnya, Chen sedang tertidur pulas dengan wajah yang begitu damai. Memory semalam pun perlahan berputar kembali di otaknya seperti rol film; tentang bagaimana ia meracau manja, menyatakan cinta sejak zaman Chen masih menjadi kuli, hingga ingatan bahwa mereka berakhir tidur di ranjang yang sama!

Wajah Mei seketika merah padam sampai ke ujung telinga. Antara malu, bingung, dan panik, ia langsung menggoyang-goyangkan bahu Chen dengan bar-bar.

"Chen! Chen, bangun! Bangun dulu!" seru Mei dengan suara tertahan.

Chen melenguh kecil, kelopak matanya perlahan terbuka. Sensasi hangat di matanya berdesir pelan, langsung menangkap ekspresi panik luar biasa di wajah kekasih barunya. Chen mendudukkan tubuhnya sambil mengucek mata. "Ada apa, Mei? Kenapa panik begitu?"

"Chen... kita... apa yang terjadi semalam?!" tanya Mei setengah berbisik, matanya melirik ke arah selimut yang menutupi mereka berdua. "Aku ingat aku mabuk dan meracau hal-hal memalukan... lalu kenapa kita bisa tidur bersama? Kita tidak... tidak melakukan itu, kan?"

Melihat wajah Mei yang sudah seperti kepiting rebus, Chen tidak bisa menahan tawa renyahnya. Ia menyentil pelan dahi Mei.

"Pikiranmu jauh sekali, Sayang," ujar Chen dengan senyuman jahil yang membuat Mei semakin salah tingkah. Chen kemudian memperbaiki posisi duduknya dan menjelaskan dengan jujur. "Semalam kamu mabuk berat sampai tidak bisa berdiri. Aku mengantarmu ke kamarmu, tapi saat mau kuselimuti, kamu malah mencengkeram bajuku erat-erat dan menangis tidak mau ditinggal sendiri. Karena tidak tega, aku terpaksa ikut berbaring di samping…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 BAB 1:TAKDIR
2 BAB 2: GIOK LANGKA
3 BAB 3: JALAN JALAN
4 Bab 4: Undangan Tak Terduga di Penghujung Malam
5 Bab 5: RUANGAN LELANG
6 Bab 6: Kejutan di Ruang Lelang
7 BAB 7:Sepasang Mata yang Mengawasi
8 Bab 8:Tuan Feng
9 Bab 9: Pelukan Penyelamat
10 Bab 10: Ketika Hati Mulai Berbicara
11 Bab 11: Kepastian Hati
12 Bab 12: Taruhan Besar
13 Bab 13: Evolusi Mata Ajaib dan Penglihatan Masa Depan
14 Bab 14: Hari Pertama di Paviliun Surgawi
15 Bab 15: Penaklukan Tanpa Mahkota
16 Bab 16: Transformasi Sang Kekasih
17 Bab 17: Sisi Gelap Gemerlap Malam dan Amarah sang Tuan Muda
18 Bab 18: Kejujuran di Bawah Pengaruh Alkohol
19 Bab 19: Pagi yang Merona di Kamar Kos
20 Bab 20: Hangatnya Kedamaian dan Kilasan Masa Depan
21 Bab 21: Ancaman Keluarga Wang dan Misteri Lahan Tambang
22 Bab 22: Strategi di Balik Lahan Sampah
23 Bab 23: Jebakan Sempurna dan Hitung-hitungan sang Dewa Giok
24 Bab 24: Keajaiban Giok Penyembuh dan Ketulusan yang Meruntuhkan Keangkuhan
25 Bab 25: Harta Karun Sungai Kuno dan Kejutan yang Mengguncang Dunia
26 Bab 26: Kabar yang Mengguncang Musuh dan Kepribadian yang Tak Berubah
27 Bab 27: Hadiah Rahasia dan Pembuktian di Meja Para Kolektor
28 Bab 28: Lelang Misterius dan Senyuman di Balik Rencana
29 Bab 29: Hinaan di Sela Perjamuan dan Sumpah sang Naga Muda
30 Bab 30: Pertemuan di Pulau Misterius dan Tatapan Dua Aliansi
31 Bab 31: Puncak Kejayaan Palsu dan Jatuhnya Kekaisaran Wang
32 Bab 32: Tunduknya Keangkuhan dan Pengakuan Mutlak Keluarga Besar
33 Bab 33: Renungan Malam dan Kejutan dari Sepasang Mata Ajaib
34 Bab 34: Panggilan dari Kampung dan Lamaran yang Tak Terduga
35 Bab 35: Kunci Impian dan Langkah Menuju Restu
36 Bab 36: Obsesi Si Pemuda Kampung dan Sombongnya Katak dalam Tempurung
37 Bab 37: Kemurkaan Kepala Cabang dan Tantangan sang Naga Muda
38 Bab 38: Serangan yang Sia-Sia dan Kedatangan sang Penguasa Jaringan
39 Bab 39: Jatuhnya sang Penguasa Cabang dan Rasa Kagum Ibu Mertua
40 Bab 40: Restu Mutlak di Malam Hari dan Kepulangan Liong
41 Bab 41: Ujian Ketulusan dan Rezeki yang Tak Terduga
42 Bab 42: Langkah Baru Liong
43 Bab 43: Ketabahan dan Dua Sahabat Baru
44 Bab 44: Getar Asmara di Kantor Cabang dan Hari yang Dinantikan
45 Bab 45: Pesta Megah
46 Bab 46: Candaan sang Tuan Muda
47 Bab 47: Dua Hati yang Saling Menjaga
48 Bab 48: Rumah Baru
49 Bab 49: Manisnya Rumah Baru dan Persiapan Menuju Surga Giok
50 Bab 50: Sambutan di Tanah Emas dan Rencana di Balik Tirai Lelang
51 Bab 51: Rahasia di Balik Sepasang Mata dan Kilau Giok Tertinggi untuk sang Ratu
52 Bab 52: Rahasia Terbesar dan Merahnya Pipi sang Istri
53 Bab 53: Akhir dari Bulan Madu dan Ujian Integritas Liong
54 Bab 54: Benih sang Naga dan Puncak Pembuktian Harga Diri Liong
55 Bab 55: Nyali sang Manajer Baru dan Jamuan Makan Malam Keluarga Militer
56 Bab 56: Interogasi Para Perwira Baja dan Restu Agung Keluarga Lin
57 Bab 57: Kepulangan sang Naga ke Desa dan Rencana Perburuan Mas Kawin Giok Langka
58 Bab 58: Tamparan Telak di Aula Makmur dan Penemuan Giok Kembar sang Naga
59 Bab 59: Mahakarya Giok Kembar dan Kemegahan Lamaran sang Manajer
60 Bab 60: Denyut Jantung dan Geliat Pesta Dua Bulan
61 Bab 61: Ikatan Suci, Berkah Generasi Baru, dan Peta Pulau Giok Misteriu
62 Bab 62: Menuju pulau tak berpenghuni dan Rahasia sumberdaya baru
63 Bab 63: Lembaran Hukum
64 Bab 64:Kelahiran sang Penerus
65 Bab 65: Kemakmuran dan Misteri Titik Ke Empat
66 Bab 66: Generasi Baru (prolog)
67 Bab 67: Hangatnya Meja Makan Tirai Sutra, Panggilan Malam sang Sahabat, dan Geli
68 Bab 68: Hancurnya Navigasi Udara, Sumpah Darah Hijau, dan Peringatan Keras sang
69 Bab 69: Gema Jeritan Alam, dan Kesadaran sang Penguasa
70 Bab 70: Langkah Sunyi di Bukit Terlarang, Sumpah Tujuh Turunan,dan Pemandu Ghaib
71 Bab 71: Altar Inti Jantung Bumi, Ekspresi sang Miliarder, dan Amukan Penjaga
72 Bab 72: Amukan Darah Hijau, Mode Kerasukan sang Naga, dan Jatuhnya sang Penjaga
73 Bab 73: Asal usul kutukan suci.
74 Bab 74: Terbangun di Sisi Sahabat, Tunduknya sang Penjaga, dan Pengakuan di Alta
75 Bab 75: Penglihatan Darah di Balik Kabut, Beban sang Miliarder, dan Rahasia Sisi
76 Bab 76: Evakuasi Medis, Rahasia Kamar VIP, dan Sepasang Mata di Sudut Kampus
77 Bab 77: Peringatan dari Alam Mimpi
78 Bab 78: Kepulangan yang Hangat, Alibi Palsu, dan Rahasia Darah Hijau sang Putra
79 Bab 79: Mo Xie Si Pengintip Masa Lalu
80 Aku Lody Bukan Loky
81 DISA & RISKI
82 Bab 82: Tragedi di Kediaman Liu
83 Bab 83: Jeritan di Ruang ICU Dan Mo Xie Sudah di Puncak Gunung Terlarang.
84 Bab 84: Pertarungan Chen dan Mo xie
85 Bab 85: Pedang bermata dua
86 Bab 86: Rahasia yang Terungkap di Ruang Bawah Tanah
87 Bab 87: Kesadaran Tuan Muda Liu, Pelukan yang Bergetar, dan Misteri Jejak Mo Xie
88 Bab 88: Wahyu Sang Xuantian dan Kegagalan Ritual Kegelapan
89 Bab 89: Kilat Setengah Cahaya
90 Bab 90: Balas dendam
91 Bab 91: Tiga lawan Dua
92 Bab 92: Duet Terpisah, Provokasi Licik Mo Xie, dan Amukan Dua Jiwa Satu Raga
93 Bab 93: Pengorbanan Terakhir Sang Fajar
94 Bab 94 : Epilog – Fajar Baru, Warisan Sang Pahlawan, dan Janji Sahabat Sejati
95 Season 2 - Bab 1: Generasi Kedua Mata Tembus Pandang – Awal dari Gesekan yang Sa
96 PENYIHIR TANPA SIHIR
97 SUAMI YANG KAU DAN KELUARGA MU HINA ADALAH PEWARIS KAYA
98 S2 Bab 2
99 S2 Bab 3
100 S2 Bab 4
101 S2 Bab 5
102 Pengumuman karya baru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1:TAKDIR
2
BAB 2: GIOK LANGKA
3
BAB 3: JALAN JALAN
4
Bab 4: Undangan Tak Terduga di Penghujung Malam
5
Bab 5: RUANGAN LELANG
6
Bab 6: Kejutan di Ruang Lelang
7
BAB 7:Sepasang Mata yang Mengawasi
8
Bab 8:Tuan Feng
9
Bab 9: Pelukan Penyelamat
10
Bab 10: Ketika Hati Mulai Berbicara
11
Bab 11: Kepastian Hati
12
Bab 12: Taruhan Besar
13
Bab 13: Evolusi Mata Ajaib dan Penglihatan Masa Depan
14
Bab 14: Hari Pertama di Paviliun Surgawi
15
Bab 15: Penaklukan Tanpa Mahkota
16
Bab 16: Transformasi Sang Kekasih
17
Bab 17: Sisi Gelap Gemerlap Malam dan Amarah sang Tuan Muda
18
Bab 18: Kejujuran di Bawah Pengaruh Alkohol
19
Bab 19: Pagi yang Merona di Kamar Kos
20
Bab 20: Hangatnya Kedamaian dan Kilasan Masa Depan
21
Bab 21: Ancaman Keluarga Wang dan Misteri Lahan Tambang
22
Bab 22: Strategi di Balik Lahan Sampah
23
Bab 23: Jebakan Sempurna dan Hitung-hitungan sang Dewa Giok
24
Bab 24: Keajaiban Giok Penyembuh dan Ketulusan yang Meruntuhkan Keangkuhan
25
Bab 25: Harta Karun Sungai Kuno dan Kejutan yang Mengguncang Dunia
26
Bab 26: Kabar yang Mengguncang Musuh dan Kepribadian yang Tak Berubah
27
Bab 27: Hadiah Rahasia dan Pembuktian di Meja Para Kolektor
28
Bab 28: Lelang Misterius dan Senyuman di Balik Rencana
29
Bab 29: Hinaan di Sela Perjamuan dan Sumpah sang Naga Muda
30
Bab 30: Pertemuan di Pulau Misterius dan Tatapan Dua Aliansi
31
Bab 31: Puncak Kejayaan Palsu dan Jatuhnya Kekaisaran Wang
32
Bab 32: Tunduknya Keangkuhan dan Pengakuan Mutlak Keluarga Besar
33
Bab 33: Renungan Malam dan Kejutan dari Sepasang Mata Ajaib
34
Bab 34: Panggilan dari Kampung dan Lamaran yang Tak Terduga
35
Bab 35: Kunci Impian dan Langkah Menuju Restu
36
Bab 36: Obsesi Si Pemuda Kampung dan Sombongnya Katak dalam Tempurung
37
Bab 37: Kemurkaan Kepala Cabang dan Tantangan sang Naga Muda
38
Bab 38: Serangan yang Sia-Sia dan Kedatangan sang Penguasa Jaringan
39
Bab 39: Jatuhnya sang Penguasa Cabang dan Rasa Kagum Ibu Mertua
40
Bab 40: Restu Mutlak di Malam Hari dan Kepulangan Liong
41
Bab 41: Ujian Ketulusan dan Rezeki yang Tak Terduga
42
Bab 42: Langkah Baru Liong
43
Bab 43: Ketabahan dan Dua Sahabat Baru
44
Bab 44: Getar Asmara di Kantor Cabang dan Hari yang Dinantikan
45
Bab 45: Pesta Megah
46
Bab 46: Candaan sang Tuan Muda
47
Bab 47: Dua Hati yang Saling Menjaga
48
Bab 48: Rumah Baru
49
Bab 49: Manisnya Rumah Baru dan Persiapan Menuju Surga Giok
50
Bab 50: Sambutan di Tanah Emas dan Rencana di Balik Tirai Lelang
51
Bab 51: Rahasia di Balik Sepasang Mata dan Kilau Giok Tertinggi untuk sang Ratu
52
Bab 52: Rahasia Terbesar dan Merahnya Pipi sang Istri
53
Bab 53: Akhir dari Bulan Madu dan Ujian Integritas Liong
54
Bab 54: Benih sang Naga dan Puncak Pembuktian Harga Diri Liong
55
Bab 55: Nyali sang Manajer Baru dan Jamuan Makan Malam Keluarga Militer
56
Bab 56: Interogasi Para Perwira Baja dan Restu Agung Keluarga Lin
57
Bab 57: Kepulangan sang Naga ke Desa dan Rencana Perburuan Mas Kawin Giok Langka
58
Bab 58: Tamparan Telak di Aula Makmur dan Penemuan Giok Kembar sang Naga
59
Bab 59: Mahakarya Giok Kembar dan Kemegahan Lamaran sang Manajer
60
Bab 60: Denyut Jantung dan Geliat Pesta Dua Bulan
61
Bab 61: Ikatan Suci, Berkah Generasi Baru, dan Peta Pulau Giok Misteriu
62
Bab 62: Menuju pulau tak berpenghuni dan Rahasia sumberdaya baru
63
Bab 63: Lembaran Hukum
64
Bab 64:Kelahiran sang Penerus
65
Bab 65: Kemakmuran dan Misteri Titik Ke Empat
66
Bab 66: Generasi Baru (prolog)
67
Bab 67: Hangatnya Meja Makan Tirai Sutra, Panggilan Malam sang Sahabat, dan Geli
68
Bab 68: Hancurnya Navigasi Udara, Sumpah Darah Hijau, dan Peringatan Keras sang
69
Bab 69: Gema Jeritan Alam, dan Kesadaran sang Penguasa
70
Bab 70: Langkah Sunyi di Bukit Terlarang, Sumpah Tujuh Turunan,dan Pemandu Ghaib
71
Bab 71: Altar Inti Jantung Bumi, Ekspresi sang Miliarder, dan Amukan Penjaga
72
Bab 72: Amukan Darah Hijau, Mode Kerasukan sang Naga, dan Jatuhnya sang Penjaga
73
Bab 73: Asal usul kutukan suci.
74
Bab 74: Terbangun di Sisi Sahabat, Tunduknya sang Penjaga, dan Pengakuan di Alta
75
Bab 75: Penglihatan Darah di Balik Kabut, Beban sang Miliarder, dan Rahasia Sisi
76
Bab 76: Evakuasi Medis, Rahasia Kamar VIP, dan Sepasang Mata di Sudut Kampus
77
Bab 77: Peringatan dari Alam Mimpi
78
Bab 78: Kepulangan yang Hangat, Alibi Palsu, dan Rahasia Darah Hijau sang Putra
79
Bab 79: Mo Xie Si Pengintip Masa Lalu
80
Aku Lody Bukan Loky
81
DISA & RISKI
82
Bab 82: Tragedi di Kediaman Liu
83
Bab 83: Jeritan di Ruang ICU Dan Mo Xie Sudah di Puncak Gunung Terlarang.
84
Bab 84: Pertarungan Chen dan Mo xie
85
Bab 85: Pedang bermata dua
86
Bab 86: Rahasia yang Terungkap di Ruang Bawah Tanah
87
Bab 87: Kesadaran Tuan Muda Liu, Pelukan yang Bergetar, dan Misteri Jejak Mo Xie
88
Bab 88: Wahyu Sang Xuantian dan Kegagalan Ritual Kegelapan
89
Bab 89: Kilat Setengah Cahaya
90
Bab 90: Balas dendam
91
Bab 91: Tiga lawan Dua
92
Bab 92: Duet Terpisah, Provokasi Licik Mo Xie, dan Amukan Dua Jiwa Satu Raga
93
Bab 93: Pengorbanan Terakhir Sang Fajar
94
Bab 94 : Epilog – Fajar Baru, Warisan Sang Pahlawan, dan Janji Sahabat Sejati
95
Season 2 - Bab 1: Generasi Kedua Mata Tembus Pandang – Awal dari Gesekan yang Sa
96
PENYIHIR TANPA SIHIR
97
SUAMI YANG KAU DAN KELUARGA MU HINA ADALAH PEWARIS KAYA
98
S2 Bab 2
99
S2 Bab 3
100
S2 Bab 4
101
S2 Bab 5
102
Pengumuman karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!