Pagi hari di markas komando utama Korporasi Keluarga Liu berganti menjadi ruang perang tak kasat mata. Mengikuti perintah mutlak dari Tuan Muda Liu setelah mendengar ancaman nyata yang mengincar anak-anak mereka, seluruh sistem satelit pribadi dan algoritma pemindai siber milik keluarga Liu dioperasikan dalam kapasitas penuh. Ratusan layar monitor raksasa menampilkan aliran data kamera pengawas (CCTV) di seluruh sudut kota, khususnya perimeter Universitas Internasional Ibu Kota.
Tuan Muda Liu berdiri dengan tangan bersedekap di balik meja kaca besar, menatap tajam ke arah Kapten Tigor yang sedang mengetik instruksi militer di papan ketik digital.
"Tigor, bagaimana perkembangan penyusupan unit intelijen kita di kampus? Apakah ada laporan mengenai anomali energi atau pergerakan mencurigakan dalam dua puluh empat jam terakhir?" tanya Liu dengan nada suara yang dingin dan berwibawa.
Kapten Tigor mendongak, menjatuhkan pandangan matanya pada data grafik siber. "Lapor, Tuan Muda. Sesuai perintah Anda, Protokol Perlindungan Tingkat Satu telah berjalan sempurna. Kami telah menempatkan dua puluh agen intelijen berkedok staf kampus dan mahasiswa pascasarjana untuk melekat dalam radius lima puluh meter dari Ken, Zee, Artur, dan Alice. Sistem kecerdasan buatan (AI) kami juga telah memprogram ulang seluruh CCTV kota untuk mendeteksi setiap pria yang mengenakan jubah kelabu atau memiliki tanda tato di leher mereka. Namun, hingga detik ini, target misterius itu belum menampakkan gelombang fisiknya di area perkotaan.
Udara di sekitar kampus tampak bersih, tetapi kami mendeteksi adanya gangguan frekuensi radio pendek yang sering terputus di dekat gedung rektorat."
Liu mengencangkan rahangnya, berjalan mendekati jendela besar yang menghadap langsung ke arah pusat kota fiksi Tiongkok tersebut. "Jangan melonggarkan pengawasan sedikit pun, Tigor! Pria misterius itu bukanlah kriminal biasa. Dia berasal dari sekte ghaib kuno. Tingkatkan enkripsi siber pada sistem keamanan rumah Chen dan…
MATA TEMBUSH PANDANG
Bab 79: Mo Xie Si Pengintip Masa Lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments