Rencana Chen dan Liu untuk bergerak cepat ternyata tidak berjalan semulus yang mereka bayangkan. Sesampainya di kediaman mewah bergaya klasik milik Tuan Tang, sambutan yang mereka terima justru sangat dingin. Belum sempat Liu mengutarakan niatnya untuk bernegosiasi, Tuan Tang yang berwajah lesu dan penuh beban langsung berdiri dari kursinya.
"Sudah kukatakan pada asistenmu lewat telepon, Tuan Muda Liu! Lahan di tepi sungai itu tidak akan pernah kujual!" seru Tuan Tang dengan suara serak, wajahnya mengeras. "Sekarang, silakan kalian angkat kaki dari rumahku!"
Liu sempat terpancing emosinya karena diusir begitu saja, namun Chen dengan sigap menahan lengan sahabatnya. Chen melangkah maju, memusatkan fokusnya pada aliran energi hangat yang bersarang di balik kepalanya. Sepasang mata ajaib Chen mulai berdesir hebat, membedah seisi ruangan hingga menembus dinding kamar belakang kediaman tersebut.
Melalui penglihatan tembus pandangnya, Chen melihat seorang wanita paruh baya sedang terbaring lemah di atas ranjang dengan berbagai alat bantu medis. Struktur tubuh wanita itu terlihat memprihatinkan; ada titik hitam pekat yang menyumbat aliran energinya—sebuah penyakit dalam yang sangat parah.
Chen kembali menatap Tuan Tang. Alasan yang dilontarkan pria tua itu bahwa lahan tersebut adalah satu-satunya aset yang tersisa, jelas hanyalah kebohongan untuk menutupi kenyataan pahit.
"Tuan Tang," ucap Chen dengan suara yang sangat tenang namun berwibawa. "Alasan Anda tidak ingin menjual lahan itu bukan karena masalah aset keluarga. Anda dan istri Anda... berencana untuk membangun makam berdua di tepi sungai itu, bukan?"
Rahasia di Balik Keputusasaan
Deg!
Tuan Tang seketika terpaku di tempatnya. Wajahnya yang tadi tegang langsung berubah pucat pasi. Tubuhnya bergetar hebat saat rahasia terdalamnya dibongkar oleh seorang pemuda yang baru pertama kali ia temui.
"B-bagaimana kau bisa tahu?!" bisik Tuan Tang dengan mata berkaca-kaca.
Chen menghela napas lembut, menunjukkan rasa empatinya.…
MATA TEMBUSH PANDANG
Bab 24: Keajaiban Giok Penyembuh dan Ketulusan yang Meruntuhkan Keangkuhan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments