"Kau dan ayahmu itu tak sebanding denganku."
Kalimat pendek yang keluar dari mulut Chen terdengar begitu tenang, namun menghantam harga diri Ziang seperti gada besi. Wajah pemuda kampung itu seketika memerah padam karena murka yang luar biasa.
"Bajingan! Berani-beraninya kau menghinaku dan ayahku di desaku sendiri! Tunggu pembalasanku!" teriak Ziang penuh dendam. Tanpa membuang waktu lagi, ia langsung menggeber motornya, pulang ke rumah untuk melaporkan penghinaan ini kepada sang ayah.
Di teras rumah, suasana berubah menjadi tegang. Ibu Mei yang menyaksikan seluruh kejadian itu meremas kedua tangannya dengan wajah pucat dan penuh kekhawatiran. Ia segera memegang pundak Chen dan Mei secara bergantian.
"Chen, Mei... sebaiknya kalian berdua sekarang juga berkemas dan segera pulang saja ke kota," desak ibu Mei dengan suara bergetar. "Kalian tidak tahu siapa mereka. Ziang dan ayahnya itu sangat sombong, berkuasa, dan terkenal kejam terhadap siapa saja di desa ini. Siapa pun orang yang berani mengusik atau menghina mereka, pasti akan dibuat menderita. Ibu tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kalian."
Melihat kekhawatiran calon ibu mertuanya, Chen justru menggenggam tangan wanita paruh baya itu dengan lembut. "Ibu tidak perlu takut. Selama ada saya di sini, tidak akan ada satu orang pun yang bisa menyentuh rumah ini."
Kedatangan sang Penguasa Desa
Setengah jam berlalu, kekhawatiran ibu Mei terbukti. Suara langkah kaki yang berat dan teriakan kasar menggema di halaman rumah. Ziang telah kembali, dan kali ini ia datang bersama ayahnya, seorang pria paruh baya berperut buncit yang mengenakan pakaian formal mahal dengan raut wajah yang sangat kejam dan penuh keangkuhan. Di belakang mereka, beberapa pria kekar ikut berjaga.
"Mei! Ibu Mei! Dan kau bajingan kota, keluar kalian semua!" teriak ayah Ziang dengan suara menggelegar, membuat para tetangga kembali mengintip dari balik jendela karena ketakutan.
Mendengar teriakan itu, Chen melangkah keluar dengan tenang, diikuti o…
MATA TEMBUSH PANDANG
Bab 37: Kemurkaan Kepala Cabang dan Tantangan sang Naga Muda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
Sang M
tahi bacot...lu. bantaiii itu zhang korak desa. bikin cacat permanen.
2026-08-09
0