“Apa yang terjadi?” tanya Bilqist.
Abbas menerjemahkan kepada ibu itu sehingga dia bisa menjawab. “Sepertinya bayiku akan lahir.”
“Siapapun yang bisa membantu, tolong siapkan air hangat!” seru Bilqist. Abbas meminta kepada keluarga pasien untuk menyiapkan air bersih hangat.
“Tolong siapkan kain bersih, selimut besar dan selimut untuk bayi.” Abbas meminta kembali pada mereka.
“Adakah ruangan selain ini yang bisa kita pakai?” tanya Gwen kepada Abbas.
Abbas menjawab ada, mereka lalu mendorong ranjang ibu itu secepatnya.
“Andrew tolong tutup gordennya.”
Untungnya ada dua gorden yang masih terpasang pada ruangan itu sehingga bisa melindungi badan si ibu dari penglihatan orang lain.
“Aku butuh bantuan dua orang perempuan lagi,” pinta Bilqist.
Abbas menyiapkan sarung tangan dan celemek anti air untuk Bilqist, juga peralatan medis lainnya di meja. Dia juga memanggil dua orang wanita untuk membantunya. Andrew dan Abbas terhalang gorden tapi Abbas masih bisa melihat wajah si ibu untuk memberikan pengarahan padanya.
“Andrew aku belum pernah menangani satu kali wanita melahirkan. Dan itu sudah lama sekali sewaktu di akademi. Jadi kamu kasih petunjuk padaku.” Andrew meskipun hanya perawat, tapi dia memiliki pengalaman lebih banyak daripada Bilqist.
“OK.”
"Semoga aku melakukannya dengan benar. Apa yang harus kita lakukan dulu?”
“Cek VT?” tanya Andrew.
Bilqist melakukan apa yang dikatakan Andrew. “Aku bisa merasakan kepalanya. Pembukaan sekira lima jariku.”
“Suruh ibu itu tunggu sebentar lagi. Jangan mengejan dulu agar dia tidak terlalu capek. Biarkan bayinya mendorong sendiri,” kata Andrew kepada Abbas. Abbas segera menerjemahkan kepada si ibu.
Abbas menginstruksikan untuk mengatur napas. Lalu tak berapa lama terdengar suara erangan yang lebih keras dari si ibu sepertinya ia menahan sakit yang semakin lama semakin kuat dan jedanya lebih cepat.
“Bagaimana sekarang?” tanya Andrew kepada Bilqist.
“Kepalanya sudah terlihat,” jawab Bilqist.
“Bagus sekarang saatnya. Kalau si ibu meras…
My Arrogant Prince
Rush Hour
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments
Ratmi Asly
seru...sepertinya kita dibawah ke dalam dunia perang tersebut...teruskan thor 👍🏻
2021-10-27
0
Massunamiyatha
aku suka ceritamu thor semangat terus 💪💪💪💪😎😎😎😎
2021-10-13
0
Runa💖💓
Koq jantung ku yg berdebar-debar ya
Ikutan panik lihat keaadaan ini
tapi Dokter Bilqis tenang aja , tampaknya
2021-08-25
0