Tak berapa lama Abbas kembali membawa hasil tes Ahmad, memang benar golongan darahnya O. “Kita butuh dua kantong,” kata Bilqist pada Abbas. Abbas langsung mengambil kantong darah kosong dan meminta Ahmad untuk duduk.
“Apakah kamu akan memberikan ponsel kami kalau sudah selesai merawat mereka semua?” tanya Bilqist pada Ahmad sewaktu dia diambil darahnya. Bilqist tak merasa takut padanya, karena Ahmad sudah meletakkan senjatanya.
“Tentu saja, tapi aku akan mengawasi kalian. Kalian tidak boleh mengatakan lokasi tempat ini.”
“Kenapa?”
“Jika ada yang tahu bahwa desa ini berpenghuni, aku tak bisa menjaga keselamatan penduduknya.”
“Kamu lihat bapak tua itu? Dia menderita Hernia. Kita harus mengoperasinya, tapi tidak bisa dilakukan di sini. Kita harus membawanya ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas yang memadai. Obat painkiller dan antibiotik sudah hampir habis. Pria itu dan anak ini sangat membutuhkannya.”
Bilqist menunjuk ke pemuda yang kini terlihat sudah tenang setelah mendapatkan perawatan.
“Lakukan operasinya di sini.”
“Apa kau bilang?”
“Kamu bisa mengoperasi anak itu di sini, kenapa tidak kamu coba juga dengan bapak tua itu?” tanya Ahmad.
Bilqist tak percaya apa yang ia dengar. Abbas tidak salah menerjemahkan kata-kata Ahmad, tapi memang Ahmad lah yang tak masuk akal.
“Apa kamu gila?”
“Aku akan mencarikan obatnya. Kalian lakukan saja tugas kalian,” kata Ahmad berikutnya.
Bilqist menahan geram, ia menggeleng. “Akan lebih mudah kalau kami yang meminta langsung ke rumah sakit camp tempat kami bertugas. Bahkan kalian akan mendapatkan persediaan obat-obatan juga.”
“Tidak. Aku akan melakukannya dengan caraku. Kalian tulis saja obat yang kalian butuhkan,” jawab Ahmad.
“Kenapa, Bil?” tanya Andrew yang datang sambil membawa troli penuh barang-barang medis. Ia melihat Bilqist dan Ahmad yang saling beradu argumen.
“Ahmad tak akan melepaskan kita. Meskipun ponsel dikembalikan pasti dia akan menahan kita selama mungkin di tempat ini. Benar begitu, bukan?” desak Bilqist. Mes…
My Arrogant Prince
Sebuah Keputusan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments
Hesti Ariani
tegang...serasa ikut disana
2021-10-21
0
Runa💖💓
Makin menegang kan
aduh aku koq semakin kalut ya
2021-08-25
0
Ndhe Nii
sayang untuk tdk berkomentar ... walaupun cuma bisa bilang.... keren thorr 😍
2021-07-12
0