Mimpi-mimpi

“Itu ....”

“Sebaiknya kita bicara di luar.” Rayyan belum menyelesaikan kata-katanya saat Bilqist memintanya bicara di luar. Ia ingin pembicaraan mereka tak didengarkan orang lain.

“Lagipula aku bosan belajar monoton di dalam sini terus. Aku perlu ganti suasana biar tidak dibilang pemalas kalau tertidur di sini,” lanjut Bilqist. Ia mengambil bukunya dan berdiri.

Rayyan tertawa mendengarnya. “Kamu tertidur?” Ia ikut berdiri dan mereka berjalan menuju pintu. Khansa mengikuti mereka.

Wahidah dan semuanya berdiri menunggu Rayyan yang keluar. Setelah Rayyan benar-benar keluar, Wahidah berdecak melihat kelakuan Bilqist.

“Godaannya sangat besar,” jawab Bilqist sambil tersenyum.

“Di depan Wahidah yang terlihat tegas itu?” tanya Rayyan tak percaya.

“Kenapa? Apa dia terkenal menyeramkan sehingga semua takut padanya?”

Rayyan hanya tertawa mendengarkan pertanyaan Bilqist. Ia melangkah lebih dulu dan Bilqist mengikutinya. Mereka melewati Selasar sampai ke halaman istana.

“Sekarang lebih aman,” kata Bilqist setelah melihat para penjaga yang berdiri jauh dari mereka. Bilqist mengajak Rayyan duduk di sebuah bangku taman. “Ceritakan, bagaimana hasilnya.”

“Semula nenekku menentangnya.”

Bilqist mengangguk. “Tapi aku mengatakan fakta-fakta bahwa banyak pasien seperti ibuku yang sembuh. Aku juga memperlihatkan artikel-artikel yang diberi ibumu. Rekomendasi para dokter dan metode perawatannya.”

“Lalu?” tanya Bilqist serius.

“Nenekku setuju,” kata Rayyan.

“Akhirnyaa,” jawab Bilqist lega.

“Tapi ada syaratnya,” lanjut Rayyan.

“Apa itu?” perasaan Bilqist tidak enak saat itu juga.

“Perjalanan untuk berobat ini rahasia. Jadi wartawan tidak boleh tahu.”

“Tidak masalah. Kalian bisa memakai pesawat keluargaku, jadi tidak akan dicurigai oleh wartawan,” kata Bilqist.

Rayyan menatap Bilqist dengan dahi berkerut. “Segampang itu?” tanya Rayyan.

“Mmhmm.” Bilqist mengangguk.

“Kenapa denganmu semua hal bisa jadi lebih mudah?” tanya Rayyan heran.

“Itulah gunanya teman,” jawab Bilqist sambil tersenyum.

Tap…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Pertiwi Sumardiono

Pertiwi Sumardiono

Tambah penasaran, di tunggu updatenya ya,,

2021-05-02

2

indri yani

indri yani

thanks for your update story author...next

2021-05-02

0

im

im

kereen kereenn makasih update nya thor..

2021-05-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!