Rayyan mengumpulkan beberapa berkas yang sudah selesai ia tanda-tangani dan dibubuhi stempel, kemudian Imran yang selalu berada di sampingnya mengambil berkas-berkas itu dan memilahnya untuk dimasukkan ke dalam tiap map yang akan diterima oleh staf yang menunggu mereka di ruangan Rayyan. Setelah selesai semua, semua staf berterima kasih lalu memberi salam kepada Rayyan dan meninggalkan ruang kerja sang Pangeran. Imran menghubungi pengawal untuk meminta kopi siang hari bagi Rayyan. “Anda ingin makan siang di mana Pangeran?” tanya Imran kepada Rayyan yang tampak melihat ke arah jendela besar di ruangannya.
“Aku akan ke ruangan Raja.”
“Baik.” Imran menunggu Rayyan bangkit dari kursi dan mengambil langkah lebar menuju ke ruang kerja ayahnya.
Muhannad yang saat itu tampak sedang bicara serius dengan menteri keuangan segera memerintahkan pengawalnya untuk menyuruh Rayyan masuk.
Rayyan tampak berdiri menunggu perintah ayahnya. “Duduklah,” kata Muhannad, setelah mendengarnya Rayyan lalu duduk pada single sofa di depan ayahnya.
“Kamu lama sekali ke sini, apa pekerjaanmu sangat menyita waktu?” tanya Muhannad kepada putranya.
Rayyan yang mempunyai harga diri tinggi, tak ingin dianggap seperti pekerja yang lambat. Ia pun menjawab, “Maaf, Raja saya akan berusaha lebih cepat lagi menyelesaikannya. Saya tidak tahu kalau Anda menunggu kedatangan saya,” jawab Rayyan dengan sopan.
“Kamu tidak perlu bicara terlalu formal seperti itu, sekarang sudah waktunya makan siang,” jawab Muhannad dengan lambaian tangan ke udara. “Putraku ini terlalu malu-malu,” katanya kepada menteri keuangan sambil tertawa kecil.
Sang menteri tersenyum. “Bagaimana kabar Anda Pangeran Rayyan?” tanyanya kemudian.
“Saya baik, Alhamdulillah,” jawab Rayyan. “Anda bagaimana?”
“Baik, Alhamdulillah,” jawab Suhail, Menteri Keuangan. “Kedatangan saya ke sini selain melaksanakan tugas, juga ingin berterima kasih secara khusus kepada Anda, Pangeran,” lanjutnya.
Rayyan tampak bingung. “Berterimakasih untuk apa?”
“Saya mem…
My Arrogant Prince
Ada yang Fanas tapi Bukan Kompor
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments
Sandisalbiah
Salma n Alya lagi melancarkan aksi " provokasi hati " si babang Rayyan
2022-03-14
0
momy ida
cemburu bilang bos😂😂😂
2022-01-14
0
Pertiwi Sumardiono
Akhirnya yang Bunda tunggu tunggu, terima kasih ya, Wardah
2021-12-04
0