Bunga

Setelah mereka selesai makan malam, Imran kembali bersama dengan chef untuk membereskan meja mereka. “Istirahatlah, besok kita bicara lagi,” kata Rayyan pada Bilqist. Bilqist hanya menatap Rayyan dan ketika ia hendak meninggalkannya Bilqist baru tahu maksud Rayyan. Ia mengucapkan salam pada Bilqist. “Wa’alaikumussalam,” jawab Bilqist.

Ia menarik napas panjang setelah Rayyan dan pengawalnya meninggalkan ruangan. Harum parfum Rayyan masih tertinggal di udara. “Ini adalah definisi ‘goodbye perfume' sebenarnya,” bisik Bilqist. “Orangnya udah pergi, parfumnya ketinggalan.”

Bilqist menggerakkan kakinya. Beruntung kakinya tak merasakan lidah cemeti jadi kakinya tak merasakan sakit. Ia menurunkan kakinya dan mencoba ke kamar kecil. Bilqist berhenti bergerak ketika berdiri karena merasakan pening tiba-tiba. Ia memijit pelipisnya dan duduk di tepi ranjang sampai pening itu sedikit reda.

Setelah beberapa waktu, Bilqist berhasil mencapai kamar kecil. Ia memperhatikan wajahnya yang sembab dan tak peduli dengan itu. Yang ia perhatikan adalah perban di lengannya. Bilqist melihat punggungnya dari cermin. Ia tak ingin membuka balutan luka yang sudah rapi itu meskipun sangat ingin tahu seberapa parah lukanya, tapi bayangan bagaimana sakit rasanya tadi ketika dicambuk Bilqist tahu kalau ada lukanya yang cukup dalam. “Ini ninggalin bekas kayanya.” Bilqist menghela napas panjang.

Ia menutup rutinitas malamnya dengan menggosok gigi lalu kembali ke ranjangnya. “Jadi, apa yang kulakukan sekarang?” Di saat seperti ini dia sangat merindukan ponselnya. Ia ingin segera menelepon keluarganya tapi tidak bisa sekarang. Dokter Aisyah tidak kembali ke kamarnya. Dia hendak menggerakkan jarinya untuk memencet tombol agar bisa memanggil perawat atau dokter yang berjaga ... tapi Bilqist menahan diri. Sekarang sudah malam dan seharusnya tombol itu digunakan untuk keadaan darurat. “Besok mungkin bisa, Dokter Aisyah tadi mau membantu. Besok ia datang untuk memeriksa lagi,” bisiknya untuk menghibur diri.

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Aan Rosnaeni

Aan Rosnaeni

aduh jangan sampai jadi selir donk

2021-08-17

0

eRni CuTe

eRni CuTe

sebenarnya berat kalo harus sad anding tp klo harus happy ending dengan jadi selir aku keberatan thor,,,😭😭😭 hadew penasaran pakai bgt dengan endingnya🤭

2021-05-06

3

Juan Sastra

Juan Sastra

bagai mana komunikasih mereka thorr... kasih kelonggaranlah dikit,, setidaknya pangeran bisa bahasa inggris walau terbata bata.. ggak harus saling mengangguk saja

2021-04-17

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!