“Good job Al,” bisik Gwen pada putranya setelah tayangan portofolio Bilqist selesai. Alfiah tersenyum penuh arti pada Bilqist. Entah itu artinya bagus baginya atau tidak. Sebenarnya Bilqist tak ingin pamer, tapi kalau sudah terlanjur terjadi ... yaa sudahlah.
Saidah kemudian mendadak meminta ijin untuk pulang, karena Thariq ada tugas, sedangkan ia dan putrinya juga ada janji pertemuan yang penting. Mereka tak akan ikut makan siang bersama.
Setelah makan siang, Alfiah mengajak para tamunya untuk palace tour. Setelah ruang tamu, mereka melewati ruang perpustakaan. Bilqist selalu terlihat takjub pada perpustakaan. Susunan buku-buku yang tertata rapi di ruang belajar yang sunyi adalah surga para kutu buku sepertinya. Sebuah senyuman tersungging di bibir Bilqist. “Kamu akan belajar di sini tiap hari dari mulai besok dari sembilan pagi sampai jam tiga sore,” kata Alfiah pada Bilqist. Kalimat Alfiah membuat Bilqist berhenti tersenyum.
Bilqist pun membelalakkan mata. “Besok?” tanyanya bingung.
“Benar, kita tidak boleh menundanya. Kamu bukan orang Julunda tentu saja banyak yang harus kamu pelajari.” Seorang wanita kemudian mendekat ke Alfiah. “Ini Wahidah, guru selama kamu belajar di sini.” Umurnya sekitar empat puluhan tahun.
Bilqist memegang lengan Gwen dengan erat. Gwen menenangkan putrinya dengan menepuk-nepuk ringan tangan Bilqist. “Halo, senang bertemu dengan Anda,” kata Gwen memberikan salam kepada Wahidah. Begitu juga Bilqist mengatakan hal yang sama.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan lagi.
“Ini ruang santai. Kalau saya sedang tidak di ruangan kriya pasti ada di sini.” Ruangan itu terlihat lebih santai karena dibentuk panggung dengan karpet tebal sebagai alasnya. Bantal-bantal lebar dengan ujung berumbai benang, tertata rapi bersandar di dinding ruangan. Bilqist membayangkan kalau di tengah ruangan itu para istri sultan menari dan Sultan menontonnya dari singgasana, salah satu kursi termegah yang ada di dalam ruangan itu. Tiba-tiba Bilqist merasa tidak suka deng…
My Arrogant Prince
Palace Tour
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments
Rizieq ibra
aku juga thorr,,
tadinya semangat bgt,pas nonton aduuhhh ilfeel....
2021-11-05
0
eRni CuTe
iya bener thor pas nonton film itu juga gak suka ,, kesannya hurem jadi wanita licik dan jahat,, begitu juga dengan sultannya,, bikin sakit hati nontonnya.
2021-05-07
1
Juan Sastra
authorr hebat.. 👍👍
2021-04-29
0