Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem: Karir Mingguan

Sistem: Karir Mingguan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rachmat Rachimullah

### KARIR MINGGUAN

Reyhan hanyalah pria biasa dengan kehidupan yang stagnan. Sampai suatu malam, sebuah sistem misterius muncul dan mengubah hidupnya.

**[SISTEM KARIR MINGGUAN TELAH AKTIF.]**

Setiap minggu, Reyhan akan mendapatkan profesi yang berbeda—kurir, guru, pedagang, mekanik, programmer, hingga pekerjaan yang tak pernah ia bayangkan.

Setiap profesi memiliki misi dan batas waktu tujuh hari.

Jika berhasil, **reward luar biasa** menantinya.

Awalnya Reyhan mengira semua ini hanya keberuntungan.

Namun semakin banyak profesi yang ia jalani, semakin ia menyadari bahwa semuanya saling terhubung.

**Sistem itu tidak sedang memberinya pekerjaan.**

Sistem sedang mempersiapkannya untuk menjadi seseorang yang jauh lebih besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karier Pertama: Kurir

Pukul 00.21.

Reyhan masih berdiri di tengah kamar kosnya sambil menatap panel holografik yang melayang di udara. Dia sudah membacanya berkali-kali.

**[KARIER MINGGU PERTAMA: KURIR.]**

**[Misi Utama: Selesaikan 100 pengantaran dalam 7 hari.]**

**[Misi Tambahan: Tidak boleh menerima satu pun komplain pelanggan.]**

**[Reward: Rp50.000.000 + Skill Navigasi Lv.1.]**

Reyhan menggaruk kepalanya. “Jadi... besok gue jadi kurir?”

Panel tidak menjawab.

“Dan kalau berhasil dapat lima puluh juta?”

Tetap tidak menjawab.

Reyhan berjalan mondar-mandir.

Lima puluh juta. Angka itu terus berputar di kepalanya.

Selama bekerja hampir tiga tahun, penghasilannya bahkan tidak pernah mendekati angka tersebut dalam satu minggu. Sekarang sistem menawarkan uang lima puluh juta hanya dengan menjadi kurir selama tujuh hari.

Namun ada satu hal yang mengganggunya. Seratus pengantaran dalam tujuh hari. Berarti rata-rata sekitar empat belas sampai lima belas pengantaran setiap hari.

Mungkin tidak mustahil tapi dia belum pernah menjadi kurir, ia bahkan tidak memiliki motor.

Reyhan berhenti berjalan. “Bentar.” Dia menatap panel lagi. “Motor?”

Panel berubah.

**[Sistem tidak menyediakan kendaraan.]**

Reyhan memejamkan mata. “Ya tentu saja.”

Dia kemudian membuka aplikasi transportasi online di ponselnya. Ada layanan kurir, ada layanan pesan antar namun menjadi mitra membutuhkan kendaraan dan beberapa persyaratan lain.

Reyhan menghela napas. “Kalau mau menjalankan misi ini, gue harus benar-benar kerja sebagai kurir.”

Dia duduk di depan laptop. Pencarian dimulai. Cara daftar menjadi kurir, syarat menjadi kurir, cara menyewa motor, penghasilan kurir harian, tips menjadi kurir.

Semakin lama membaca, semakin pusing kepalanya. Tetapi satu hal mulai membuatnya bersemangat.

Jika dia mampu mendapatkan rata-rata lima belas pengantaran per hari, misi itu mungkin selesai lebih cepat dari tujuh hari.

Reyhan membuka catatan, dia mulai membuat strategi. Bangun pagi, daftar sebagai mitra, sewa motor, cari wilayah dengan banyak pesanan, hindari jam sepi, makan seperlunya, tidak membuang waktu.

Seratus pengantaran lima puluh juta, sesederhana itu, setidaknya di atas kertas.

“Gue bisa.” Reyhan mengangguk.

Kemudian melihat jam.

01.03.

“Tidur.”

Dia mematikan laptop. Besok akan menjadi hari pertama dari kehidupan barunya.

Pukul 07.05.

Reyhan berdiri di depan sebuah tempat penyewaan motor, matanya masih berat dia hampir tidak tidur karena terlalu banyak memikirkan sistem.

Pemilik rental menyerahkan kunci motor. “Seminggu, ya?”

“Iya, Pak.”

“Jaga baik-baik.”

Reyhan mengangguk, dia menaiki motor.

Sebelum menyalakan mesin, sebuah panel muncul.

**[Karier: Kurir.]**

**[Hari: 1/7.]**

**[Pengantaran: 0/100.]**

**[Komplain: 0.]**

**[Waktu tersisa: 6 hari 16 jam.]**

Reyhan tersenyum. “Baiklah.”

Mesin motor menyala.

“Mulai.”

Pukul 07.42. Pesanan pertama masuk.

**Pengantaran makanan.**

Jarak tiga kilometer. Reyhan mengambilnya.

Pesanan kedua masuk lima menit kemudian,kemudian ketiga, keempat, kelima.

Dalam waktu satu jam, dia sudah mendapatkan lima pesanan.

“Lumayan.”

Masalah muncul ketika dia tiba di alamat pelanggan keenam.

Gang sempit tidak ada nomor rumah.

Reyhan berputar tiga kali. “Aduh.”

Dia menelepon pelanggan.

“Halo, Kak. Saya kurirnya. Lokasinya di mana, ya?”

Suara perempuan menjawab. “Masuk gang sebelah masjid, terus belok kiri, rumah warna hijau.”

Reyhan masuk belok kiri, ada lima rumah warna hijau.

Dia terdiam. “Yang mana, Kak?”

“Yang depannya ada pot bunga.” jawab pelanggan itu

Semua rumah memiliki pot bunga.

Reyhan menatap langit. “Ini ujian pertama, ya?”

Akhirnya dia menemukan rumah yang benar.

Pelanggan menerima makanan.

“Maaf ya, Mas. Rumah saya memang agak susah dicari.”

“Tidak apa-apa, Kak.”

**[Pengantaran 6/100.]**

Reyhan melirik panel.

Enam. Masih sembilan puluh empat, dia mulai sadar betapa panjang perjalanan ini.

Pukul 11.30.

Pengantaran ke-14 selesai.

Reyhan berhenti di warung. Dia memesan nasi, telur, dan teh.

“Total dua puluh ribu.”

Reyhan membayar kemudian memandang motornya.

“Bensin.” Dia menghela napas.

Menjadi kurir ternyata tidak semudah menerima uang lima puluh juta dari sistem. Ada biaya bensin, biaya sewa motor, makan, parkir, dan tenaga.

Namun anehnya, Reyhan tidak merasa keberatan.

Untuk pertama kalinya, setiap kilometer yang dia tempuh terasa seperti langkah menuju sesuatu.

Bukan sekadar rutinitas, dia sedang mengejar sebuah target seratus pengantaran.

Saat sedang makan, ponselnya berbunyi. Pesanan masuk.

Reyhan langsung berdiri. “Kerja lagi.”

Pukul 15.17.

Pengantaran ke-21, kemudian ke-22, Ke-23.

Hari pertama berjalan cukup lancar, namun memasuki sore, hujan turun sangat deras.

Reyhan berteduh di bawah atap sebuah minimarket, dia melihat jalan yang mulai tergenang.

Panel muncul.

**[Pengantaran aktif.]**

**[Batas waktu: 28 menit.]**

Reyhan mengerutkan kening.

Pesanan makanan, kalau terlambat, pelanggan bisa marah. Misi tambahan melarang satu pun komplain.

“Gila.” Reyhan memakai jas hujan.

Dia menyalakan motor, hujan langsung menghantam tubuhnya.

Visibilitas rendah, jalanan juga licin namun dia tetap berjalan pelan dan hati-hati.

Dia menggunakan peta di ponsel. Masalahnya, jalan yang ditunjukkan aplikasi ternyata ditutup karena banjir.

Reyhan berhenti.b“Serius?”

Dia melihat waktu. 18 menit.

Dia harus mencari jalan lain. Panel tiba-tiba berubah.

**[Skill belum tersedia.]**

Reyhan mengerutkan dahi. “Skill apa?”

Tidak ada jawaban.

Dia kembali melihat peta, kemudian memperhatikan lingkungan sekitar.

Sebuah gang kecil di sebelah kanan. Reyhan pernah melewati daerah itu ketika masih sekolah.

Kalau ingatannya benar, gang tersebut terhubung dengan jalan belakang.

Dia mengambil risiko. Motor masuk ke gang, beberapa menit kemudian dia keluar di jalan utama.

“YES!”

Dia tiba di restoran.

Pesanan diambil, kemudian melanjutkan perjalanan. Lima belas menit kemudian makanan sampai. Pelanggan menerima pesanannya.

“Terima kasih, Mas.”

Reyhan tersenyum. “Terima kasih juga, Kak.”

Panel muncul.

**[Pengantaran 30/100.]**

**[Komplain: 0.]**

Reyhan tertawa. “Dari seratus baru tiga puluh.” Dia melihat hujan. “Masih tujuh puluh.”

Pukul 22.14.

Reyhan memarkir motor di depan kos. Tubuhnya terasa seperti baru dihajar satu batalion tentara. Kakinya pegal, punggungnya sakit, tangannya kaku.

Dia melepas jaket. “Gue... ngga pernah seberantakan ini.”

Panel muncul.

**[Hari pertama selesai.]**

**[Total pengantaran: 37/100.]**

Reyhan terdiam.b“Tiga puluh tujuh?”

Dia menghitung ulang. Ternyata beberapa pesanan yang tadi dia selesaikan memang masuk dalam sistem.

“Kalau setiap hari bisa tiga puluh...”

Dia mulai menghitung. Besok tiga puluh, lusa tiga puluh. Misi selesai dalam empat hari.

Senyumnya muncul, tetapi kemudian panel berubah.

**[Evaluasi Hari Pertama.]**

**[Kecepatan: B.]**

**[Ketepatan: B.]**

**[Pelayanan: A.]**

**[Efisiensi rute: C.]**

**[Kemampuan menghadapi situasi darurat: C.]**

Reyhan mengernyit. “Efisiensi rute C?”

Dia menatap hasil evaluasi itu. Kemudian muncul tulisan baru.

**[Host terlalu banyak membuang waktu dalam perjalanan.]**

Reyhan mengangguk perlahan. “Memang.”

Hari ini dia beberapa kali tersesat. Berputar mencari alamat bahkan hampir kehabisan waktu saat hujan.

Lalu sebuah tulisan muncul.

**[Peringatan.]**

**[Jika Host ingin mendapatkan reward maksimal, tingkatkan performa.]**

“Reward maksimal?” Reyhan langsung tertarik. "Apa maksudnya?”

Panel menampilkan:

**[Reward dasar: Rp50.000.000.]**

**[Bonus performa dapat diperoleh berdasarkan pencapaian.]**

Mata Reyhan membesar. “Bonus?”

Untuk pertama kalinya malam itu, rasa lelahnya sedikit menghilang.

“Berarti kalau gue bagus... hadiahnya bisa lebih besar?”

Panel tidak menjawab.

Namun sebuah ikon terkunci muncul.

**[Bonus Reward: Terkunci.]**

Reyhan tersenyum. “Oke.” Dia mengepalkan tangan. “Besok gue bukan cuma menyelesaikan misi.”

Dia menatap angka 37/100.

“Gue akan menyelesaikannya dengan nilai sempurna.”

Pukul 23.03.

Reyhan membuka laptop. Dia tidak langsung tidur tapi dia mempelajari peta kota.

Membuat daftar restoran, mencatat wilayah dengan banyak pesanan, mencari jam sibuk.

Dia bahkan membuat rute sendiri. Dulu, semua itu mungkin tidak pernah dia lakukan.

Tetapi sekarang berbeda, dia memiliki tujuan, dan untuk mencapai tujuan itu, dia harus belajar.

Pukul 00.17.

Reyhan akhirnya berbaring. Sebelum menutup mata, dia melihat panel terakhir.

**[Karier Mingguan.]**

**[Hari 1: Berhasil.]**

**[Pengantaran: 37/100.]**

**[Komplain: 0.]**

**[Performa: 74%.]**

**[Sisa waktu: 6 hari.]**

Reyhan tersenyum. “Besok, kita naik level.”

Dia memejamkan mata.

Namun tanpa sepengetahuannya, di sudut panel holografik muncul sebuah tulisan kecil yang berbeda dari sebelumnya.

**[Catatan Sistem: Host menunjukkan kemampuan adaptasi di atas rata-rata.]**

**[Potensi tersembunyi mulai terdeteksi.]**

Kemudian tulisan itu menghilang.

Dan malam pertama Reyhan sebagai seorang kurir pun berakhir.

Dia belum tahu bahwa tujuh hari sebagai kurir bukan sekadar cara mendapatkan lima puluh juta rupiah.

Itu adalah langkah pertama dari perjalanan panjang yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Dan besok...

**Hari kedua akan dimulai.**

1
Rizky Fadillah
tunggu katanya di awal duit cash di sompet sekitar 357rb dan ga cukup bayar kost lah ini duit di rekening ada juga 357rb jd total nya harus nya banyak dong ane ni atau aku yg salah mohon di koreksi lagi thor alur nya sebelum di upload
RR: siap salah. terimakasih sudah mengingatkan 😁
total 2 replies
Wega Luna
next update Thor
Wega Luna
ceritanya keren beda dari yg lain semoga kedepannya saat kaya jangan terlalu angkuh dan meremehkan orang serta jangan sombong , sesuaikan dengan dunia nyata saja😄
RR
bagi pembaca setia novel ini, yang menjadi peringkat pertama fans nanti. saya bakal masukan namanya jadi salah satu karakter utama pendamping MC 😁
RR
terimakasih yg sudah membaca 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!