Indonesia
NovelToon NovelToon
The Moon Curse

The Moon Curse

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Kutukan
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: stella bluebell

wanita miskin yg biasa-biasa saja tiba tiba jadi putri bangsawan?
violenne lavienna arabelle wanita biasa berusia 29 tahun,yg bekerja di kota Nanterre,Paris.
Dia adalah wanita yg tidak mendapatkan peran keluarga,dan tidak tahu apa itu 'pulang' dia selalu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya yaitu memiliki keluarga yg harmonis.

usahanya sedikit lagi akan membuahkan hasil tapi...takdir berkata lain.dia tiba tiba saja mati,bukan tertabrak,bukan tertembak,bukan juga tertusuk,lalu apa?

semuanya terjadi begitu cepat,tanpa ada yg menyadari,ia sendiri juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya,lalu apakah hidupnya akan berakhir begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon stella bluebell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 03 - Dewi

 Aku segera membuka mata setelah mendengar teriakan dari luar. Kesadaranku telah kembali ke Gereja Suci di ibukota. Tanpa membuang waktu, aku berlari keluar dari Ruang Pembaptisan. "Ada apa? Kenapa kalian berteriak?" Begitu tiba di aula utama, puluhan pasang mata langsung tertuju kepadaku. Semua orang tampak membeku.

 "Dewi...!" seru salah seorang pendeta dengan suara bergetar. "Dewi telah turun kembali!"

 "Hah? Dewi?" Aku mengernyit bingung. Belum sempat aku memahami situasinya, ibuku langsung memelukku erat hingga hampir membuatku kehilangan napas. "Ibu?" tanyaku bingung, tetapi beliau tidak menjawab. Ayah hanya menunjuk sebuah papan kristal besar yang berada di tengah aula. "Celes." Beliau berhenti sejenak. "Lihatlah."

 Aku mengalihkan pandangan ke arah papan status tersebut.

 Nama: Celestia Lunastella Celesthior

 Elemen Sihir:

 - kegelapan ★★★★★

 - Air ★★★★★

 - Angin ★★★★★

 Aku langsung membeku. Memang benar statusnya dipalsukan setengahnya... tapi kenapa masih keterlaluan begini? Bukankah manusia normal hanya memiliki satu elemen sihir? Memiliki dua elemen saja sudah termasuk keajaiban. Sedangkan aku... tiga elemen sekaligus. Semuanya mencapai Bintang Lima.

 Tak heran seluruh isi gereja dibuat gempar. Dan yang lebih mengkhawatirkan... dalam hukum Kerajaan Silveth, seseorang yang memiliki kekuatan jauh melampaui batas kewajaran dapat dijadikan aset kerajaan, bahkan kehilangan kebebasannya demi kepentingan negara.

 "...Aku tidak mau." Teriakan itu keluar begitu saja dari mulutku. Saat itulah aku tersadar. Tunggu... kenapa aku mengetahui aturan kerajaan seperti ini?

 Beberapa detik kemudian aku baru mengingat permintaanku kepada Veri. Aku memang memintanya memberiku pengetahuan mengenai dunia ini. Namun ternyata... yang ia berikan bukan sekadar pengetahuan dasar. Melainkan hampir seluruh pengetahuan umum tentang dunia ini.

 Bahkan, tanpa kusadari, ia juga memberiku kemampuan mengingat sempurna. Apa pun yang kulihat atau kubaca, cukup sekali, dan semuanya akan terekam jelas di dalam ingatanku.

 Kalau dipikir-pikir... kemampuan itu sendiri sudah termasuk kekuatan yang tidak masuk akal.

 Sejak hari Pembaptisan Sihir itu, suasana di kediaman keluarga Celesthior berubah drastis. Ayah dan ibu hampir setiap malam mengadakan pembicaraan panjang di ruang kerja. Meskipun mereka selalu berusaha menyembunyikannya dariku, aku tahu topik yang mereka bahas hanya satu.

 Aku.

 Ibuku, Velisarah Stralith Celesthior, bersikeras agar aku tidak diserahkan kepada kerajaan. Baginya, aku hanyalah seorang anak yang baru berusia lima tahun. Beliau tidak ingin putri satu-satunya kehilangan kebebasan hanya karena dianugerahi bakat sihir yang luar biasa.

 Namun, ayahku, Nytherion Steris Celesthior, hanya bisa menghela napas panjang. Sebagai seorang Viscount, wewenangnya sangat terbatas. Beliau tidak memiliki hak untuk menolak perintah yang datang langsung dari keluarga kerajaan.

 Melihat mereka seperti itu membuatku merasa bersalah. Padahal semua ini berawal dari ulah Veri.

 Beberapa hari kemudian, sebuah kereta dengan lambang Kerajaan Silveth berhenti di depan kediaman keluarga Celesthior. Orang yang turun dari kereta itu adalah kakak ketigaku, Noctavian Frostmare Celesthior. Di usia yang masih sangat muda, ia telah dipercaya menjadi kanselir kerajaan. Kemampuan berpikirnya yang luar biasa membuat namanya dikenal sebagai kanselir termuda dalam sejarah Kerajaan Silveth.

 Namun di rumah... aku lebih sering memanggilnya dengan nama yang lebih singkat.

 "Kak Vian."

 Begitu memasuki ruang tamu, ia segera membungkukkan badan kepada ayah dan ibu. "Maaf atas kunjungan mendadak ini, Ayahanda, Ibunda." Di tangannya tergenggam sebuah surat berstempel lambang kerajaan. "Surat ini disampaikan langsung oleh Yang Mulia Raja."

 Suasana ruangan mendadak berubah sunyi. Ayah menerima surat itu dan segera membuka segelnya. Sementara ibu hanya menundukkan kepala dengan tangan yang mulai bergetar.

 "Apa itu?" tanyaku pelan. Rasa penasaranku membuatku ikut mengintip isi surat tersebut.

 Kalimat pertama yang tertulis langsung membuatku terdiam.

 «Kepada Celestia Lunastella Celesthior.

 Siapa sangka seorang titisan dewi terlahir di keluarga Viscount Celesthior.»

 ...

 Pembukaan macam apa itu?

 Apa penulis surat ini tidak pernah diajarkan sopan santun?

 Aku bahkan merasa kasihan kepada siapa pun yang menerima surat dengan kalimat pembuka seperti itu.

 ...

 Tunggu.

 Celestia Lunastella Celesthior...

 Bukankah itu namaku?!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!