Setelah bertahun - tahun lamanya , takdir kembali mempertemukan kau dan aku . berdiri , berhadap - hadapan , dan sama - sama bingung memulai percakapan .
airmata rinduku jatuh saat berhadapan denganmu , namun aku tak ingin kau melihat airmata ini . aku ingin menutup rapat - rapat hati dan menyembunyikannya darimu.
tak ingin kau menyentuhku semudah itu , tak akan ku biarkan kau memelukku se'erat dulu .
aku benci tak jujur kepadamu . namun , lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta lagi untuk kedua kalinya .
membuatku jatuh dan terluka kembali .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAGIAN 25
dengan setengah linglung , selvia dan alex pun mengikuti lelaki itu keluar kantor . lalu masuk kedalam mobil , hanya dalam hitungan menit mereka sudah berada di jalan raya . tiba - tiba saja kesadaran selvia kembali , ia teringat sesuatu . " bukannya kamu masih jam kerja ? "
leo mengangguk . " aku tidak bisa membiarkanmu dan alex pergi ke bandung , apalagi keadaan kalian sedang panik seperti ini . " leo menjelaskan .
selama beberapa saat , selvia hanya bisa menatap leo tanpa berkata - kata . lelaki ini telah melakukan banyak hal untuk dirinya , bahkan hal - hal kecil yang tidak terpikirkan olehnya . ia tidak tahu apa jadinya kalau leo sudah kembali ke kantornya , setelah ia bersikap tak acuh . mungkin , hingga saat ini dirinya dan alex masih kebingungan di sana . tidak tahu apa yang harus mereka lakukan , " makasih , le " gumamnya kemudian , sambil mengalihkan pandangannya dari lelaki di sisinya itu .
leo melirik selvia dan juga alex , keduanya hanya mentap kosong jalan yang ada di hadapan mereka . kedua tangan selvia saling meremas di pangkuannya , kecemasan terpeta jelas pada wajahnya . leo kembali memfokuskan pandangannya pada jalan raya , diam - diam ia menghela nafas berat . ini aneh , sangat aneh . zeline bukanlah putrinya , tetapi ia pun merasa amat cemas . begitu cemasnya , seakan ini zeline adalah darah dagingnya sendiri . apakah kecemasan ini muncul karena ia sudah jatuh cinta kepada gadis kecil itu ? leo menjulurkan tangannya , menangkupnya pada tangan selvia .
remasan lembut tangan leo menyetak selvia dari lamunannya . ia ingin melepaskan tangannya dari genggaman lelaki itu , tetapi kehangatan yang mengalir dari telapak tangan yang besar dan kokoh itu . dengan cara yang aneh , membuatnya merasa lebih tenang . begitu menenangkan hatinya , hingga ia tak ingin leo melepaskannya . perlahan selvia mengalihkan pandangannya ke arah alex , namun sahabatnya masih juga kalut dan khawatir sama dengannya . akhirnya , pandangannya berpindah kepada leo . lelaki itu menatapnya dengan pandangan yang teduh , seulas senyum lembut mengembang di wajah tampannya .
" kalian berdua , jangan terlalu khawatir . " kata leo lembut . " elin anak yang kuat , ia pasti akan cepat pulih kembali " .
keyakinan di mata leo seakan menular pada selvia , memberinya secuil harapan . memberinya kekuatan baru , selvia mengangguk . lalu menundukkan pandangannya , diam - diam selvia amat bersyukur leo memaksa untuk mengantarnya ke bandung . ia tidak tahu , apakah ia sanggup menghadapi masalah ini hanya berdua dengan alex . ketenangan yang di berikan leo , membuat otak selvia mulai kembali bekerja . dimana tina membawa zeline ? . " alex , dimana rumah sakit elin ? apa tina sudah memberi kabar ? " gumam selvia lirih .
" sudah , kalau udah keluar tol . gue kasih tahu . " jawab alex masih dengan keadaan melemah .
leo pun tersenyum lega . " kalau begitu , kalian berdua istirahatlah dulu . " ia meremas lembut tangan selvia , sebelum menarik kembali tangannya .
selvia menundukkan pandangannya . tak ingin berkata - kata lagi , namun diluar kehendaknya . ada rasa hangat mengaliri hatinya , ia benar - benar tidak tahu apa yang akan terjadi kalau lelaki ini tidak berada di sisinya . rasa takut kehilangan zeline telah membuatnya lumpuh , diam - diam ia melirik leo dari sudut matanya . mungkin ia telah keliru menilai leo . mungkin , ia telah bersikap tak adil pada leo .
mungkin ketakutannya selama ini tidak beralasan . lelaki yang kini ada di sisinya , sudah jauh berbeda dengan lelaki yang di kenalnya sembilan tahun yang lalu . leo yang sekarang bukan lagi pemuda manja , yang lebih suka lari dari tanggung jawab . lelaki ini malah amat bisa diandalkan , keberadaan leo membuatnya merasa mendapatkan tempat bersandar . merasa tidak hanya ada alex disisinya m sekaligus membuatnya sadar betapa lelahnya ia selama ini . berjuang seorang diri , walaupun alex berada di sampingnya . tetap saja ia butuh seseorang di dalam hatinya juga zeline , membuatnya menyadari ! setangguh apapun dirinya . ia tetap perempuan biasa yang memiliki batas kemampuan , selvia menyandarkan kepalanya pada jok . mungkin waktu telah mendewasakan leo , dan mungkin sudah saatnya ia memaafkan masa lalu . dan kembali melanjutkan hidupnya , selvia menghela nafas panjang dan memejambkan matanya .
leo menatap sekilas perempuan yang amat di cintainya , sebesit perasaan luka melihat selvia saat ini . tiga jam sudah perjalanan mereka dari jakarta menuju bandung , alex memberitahukan posisi rumah sakit . dimana elin di rawat , setibanya di rumah sakit . ketiganya berlari menuju kamar elin , terlihat tina sedang menangis tersedu . perasaan hancur melihat gadis kecilnya terbaring lemah tak berdaya , di tempat tidur . menatapnya , hati selvia sakit . ingin rasanya ia meminta pada tuhan , ganti posisi elin dengan dirinya .
dokter dan suster tiba , dan bertanya ayah dan ibu elin . sesaat selvia menatap leo , lalu beralih ke dokter . " saya ibunya dok " selvia maju di hadapan dokter , " ada apa dengan putri saya ? " alex memegang pundak selvia , berusaha memberinya ketenangan .
" dari hasil lab yang saya terima , zeline putri ibu positif terkena animea . " dokter menghela nafasnya dengan berat . " mudah - mudahan zeline mampu melewati masa kritisnya dalam waktu tida atau empat hari ini . "
ucapan dokter membuat jantung selvia seakan berhenti berdetak . bibirnya menipis , kedua tangannya gemetar , ini salahnya ! ia juga tidak bisa menyalahkan siapa - siapa . yang harusnya ia serang adalah dirinya sendiri , bagaimana mungkin selvia tidak menyadari putrinya mempunyai sakit animea . bahkan , keluarganya pun tidak ada riwayat animea . selvia tidak tahu apakah ia bisa bertahan , kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada putri kecilnya . selvia merasakan tangan leo menggenggam tangannya , dan meremasnya lembut . memberinya kekuatan , sekaligus membantunya mengendalikan kemarahannya pada diri sendiri .
" sel darah putih zeline lebih banyak , daripada sel darah merah " , sesaat dokter menatap selvia , leo dan juga alex dari atas kacamatanya . " saat ini , putri ibu butuh melakukan transfusi " .
" lalu , kenapa belum di transfusi , dok ? " suara selvia bergetar .
" saya sudah meminta suster mengecek persediaan darah disini , tapi maaf pihak rumah sakit kami sedang kosong " .
" lalu ? dimana saya bisa mendapatkannya ? "
" kami sudah menelpon pihak PMI , namun karena golongan darah B negatif memang sangat sulit ! jalan satu - satunya dari pihak keluarga " .
ucapan dokter bagaikan petir yang menyambar tubuh leo . perlahan , wajah leo kehilangan warna . matanya terbeliak , menatap kosong ke arah dokter . apakah ia taidak salah dengar ? golongan darah zeline B negatif ? sama dengan golongan darahnya ? mungkinkah ? sebenarnya zeline adalah ...... leo mengerang dalam hati . betapa bodohnya ia , tidak memperhatikan data pasien yang tergantung di kaki ranjang zeline . bukankah di situ terdapat umur pasien ? tetapi , kalau memang lein adalah putrinya , mengapa selvia sangat merahasiakannya ? mengapa perempuan ini tega mengucapkan kata - kata yang begitu menyakiti hatinya beberapa minggu lalu ? perasaan leo sangat kacau . leo mengalihkan pandangannya , pada perempuan yang ada di sampingnya .
selvia dapat merasakan tangan leo yang masih menggenggam tangannya menegang , jantungnya berdegup kencang . resah , panik dan cemas . mungkinkah leo langsung menyadarinya ? ia menarik nafas dalam - dalam , lalu melirik dari balik bulu matanya . di dapatinya lelaki itu sedang menatapnya , dengan pandangan menuntut penjelasan . jantung selvia seakan ingin copot , kebenaran telah terungkap !
selvia menundukkan pandangannya , menghindari tatapan leo . dapat dirasakannya lelaki itu melepaskan tangannya , lalu menariknya . di luar dugaan , selvia merasa ada yang ikut tertarik keluar dari hatinya . dan meninggalkan lubang disana , ia merasa kosong , merasa kehilangan . namun , sebuah kesadaran mengejutkannya . dalam sekejap , kekecewaan mengalir masuk . mengisi seluruh ruang kosong di hatinya , hingga melebihi kapasitas yang mampu di tampung olehnya . menyesakkan , menyakitkan , membuatnya tak dapat bernafas . ternyata lelaki ini telah membohonginya lagi ! leo tidak menyesali perbuatannya . leo tidak pernah menyesal , telah memintanya membuang zeline . ternyata , leo tetap tidak mau kehadiran zeline . tak perduli betapa inginnya leo memiliki anak perempuan , lelaki ini tidak menginginkan gadis kecilnya itu . selvia menarik nafas dalam - dalam , berusaha mengurangi sesak di dadanya .
" ada yang ingin di tanyakan , pak ? " dokter mengalihkan pandangannya dari leo , " ibu ? "
pertanyaan dokter membuat kesadaran leo dan selvia kembali . entah berapa lama keduanya tenggelam dalam fikiran masing - masing , hingga tidak mendengar penjelasan dari dokter .
" nggak dok , " leo menjawab dengan suara mengambang . belum sepenuhnya sadar dari rasa terkejutnya , " terima kasih , dok . " leo berbalik , lalu melangkah pergi dengan linglung .
" anda baik - baik saja , bu ? " tanya dokter . " apa anda atau suami anda punya golongan darah yang sama ? "
selvia menarik nafasnya dalam - dalam . " saya berbeda , su - suami saya sudah meninggal " . ucapnya berusaha mengendalikan dirinya . " bagaimana dok ? apa ada cara lain ? cara mendapatkan golongan darah B negatif ? "
" ibu bisa menghubungi PMI yang ada di pusat kota bandung , walaupun saya sendiri tidak terlalu yakin tentang persediaannya "
selvia mengeluh dalam hati . ia tahu satu orang yang bisa menyelamatkan zeline , tetapi ? setelah melihat reaksi leo tadi , ia tidak yakin lelaki itu masih mau membantunya . perlahan , ia duduk di kursi yang berada tepat depan kamar zeline bersama tina .
" terima kasih , dok " ucap alex , dokter pun meninggalkan selvia dan juga alex , " sel , kita harus bagaimana ? gue yang ke pusat . lo di sini bujuk leo buat donor darahnya ya ? "
selvia menatap kearah alex . " bagaimana lex ? jujur kalo zeline adalah darah dagingnya ? " ucap selvia , yang masih tak yakin dengan reaksi leo tadi . " lo liat sendiri , bagaimana dia langsung pergi . sama seperti sembilan tahun lalu ."
" bisa - bisanya keadaan begini lo masih berfikiran negatif buat dia . ya , tuhan vi . sekali aja , coba buat memohon . demi zeline ! " alex berdiri , menepuk pundak selvia . " gue pergi dulu , kabarin gue kalo ada apa - apa ".
" maafkan saya bu , saya teledor menjaga non elin ? " ucap tina ,
" nggak , saya sudah berterima kasih padamu . mau menjaga elin di saat saya sibuk "
" sekarang bagaimana bu ? " tanya tina dengan suara setengah menangis .
" saya keluar dulu , kalau ada apa - apa segera panggil dokter ya tin . " tina pun mengangguk , setelah mendengar perintah selvia .
selvia berjalan keluar ruangan menuju lorong , matanya sibuk seperti mencari seseorang . selvia mendesah resah saat tidak menemukan leo dimana - mana , mungkinkah leo telah pergi ? telah kembali ke jakarta ? meninggalkannya untuk menghadapi masalah ini seorang diri seperti dulu ? rasa sakit semakin membesar di hati selvia . ternyata lelaki itu tidak banyak berubah , leo masih tetap pengecut . selalu mencoba untuk lari dari kenyataan , lelaki itu tampak berubah karena mengira ia telah menuruti keinginannya . karena mengira elin bukan darah dagingnya , jadi ! benar dugaannya selama ini . leo tidak pernah mencintainya , lelaki itu hanya menganggapnya tak lebih dari sebuah benda yang bisa di permainkannya . tidak dulu dan tidak pula sekarang , leo tidak pernah berniat untuk menjadi bagian kehidupannya . tangis mulai merambat tenggorokan selvia , membuatnya sulit bernafas .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
WWWWHHHHHOOOOOOAAAAHHHH KETAHUAN !!!!!!!
APA LEO MAU MENOLONG SELVIA ? SETELAH PERKATAAN SELVIA YANG SANGAT MENYAKITKAN ?
APA LEO SADAR BAHWA ZELINE ADALAH PUTRI KANDUNGNYA ?
BAGAIMANA KEADAAN ZELINE ?
author cuma mau bilang , jangan lupa koment dan like setiap episodenya . dan jadikan favorite yang belum menjadikannya . agar , ketika ada notif kalian akan mendapatkannya .
terima kasih , salam sayang untuk kalian dari author .