Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tusya Ryma

Setelah kehilangan ayah dan melihat ibunya terbaring koma, Karissa justru dikhianati oleh Louis, kekasihnya sendiri, yang berselingkuh dengan sahabatnya.

Dalam amarah dan rasa kecewa, Karissa mengambil keputusan nekat—menikahi ayah Louis.

Kini Karissa bukan lagi kekasih Louis, melainkan ibu tirinya.

Namun tinggal serumah dengan pria yang pernah dicintainya ternyata jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan. Louis membencinya, tetapi di saat yang sama, ia juga tidak rela kehilangan Karissa.

Karissa ingin membalas dendam. Tapi tanpa sadar, ia justru terjebak dalam permainan cinta yang ia mulai sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Ini Apa?

Malam semakin larut, semua orang duduk mengelilingi api unggun yang menyala dan menghangatkan tubuh mereka. Louis yang tadi datang, segera ikut bergabung. Ia duduk di tanah beralaskan tikar tipis di samping ayahnya.

"Louis, ada apa kau datang kemari?" tanya Tuan Lee dengan penasaran. "Bukankah tadi kau bersama Marine?"

"Dia sudah pulang!" jawab Louis dengan acuh.

Matanya menatap wanita yang sedang duduk di sebelah kanan Tuan Lee.

"Ayah, apa ayah tidak kasihan pada Kariss, dia terlihat kedinginan," ucap Louis tiba-tiba.

Ia terus menatap wanita itu, walau diabaikan olehnya.

Mendengar ucapan putranya, Tuan Lee segera bertanya pada Karissa, "Apa kau kedinginan?"

"Hehe! Tidak!" Karissa menjawab dengan manis. Mendongak, balas menatap Tuan Lee. "Ada api unggun di sini, jadi tidak terasa dingin!"

Bohong jika semua orang sekarang tidak kedinginan. Karena suhu udara di puncak gunung ini sangat dingin melebihi suhu di kota. Walau sudah memakai mantel yang sangat tebal, tetap saja terasa dingin.

"Kalau dingin, sini, aku peluk!" ucap Tuan Lee dengan penuh rasa sayang, seperti ayah kepada anaknya.

Tangannya terulur ke samping, memeluk tubuh Karissa dengan sangat erat.

Karissa pun tidak menolak pelukan Tuan Lee. Ia membenamkan kepalanya di dalam mantel Tuan Lee yang terbuka.

"Hangat, tidak?" Tanya Tuan Lee dengan lembut. Ia menunduk untuk melihat ekspresi wajah Karissa.

"Ya, sangat hangat! Tidak dingin lagi!"

Mereka berdua saling memberi kehangatan. Namun, pria di samping Tuan Lee mengeluarkan hawa-hawa dingin yang bisa membekukan semua yang ada di sekitarnya.

Louis menatap tajam ke arah mereka berdua, tangannya terkepal erat dengan urat-urat biru yang samar terlihat.

"Ayah!" Tiba-tiba Louis memanggil ayahnya. Ingin mengganggu kemesraan mereka berdua. "Di mana tempat untuk menyewa tenda?"

"Hah?"

Tuan Lee segera melepaskan pelukannya. Ia memiringkan badan, menghadap ke arah Louis.

"Istirahatlah di tenda Ayah! Tendanya juga cukup besar, sepertinya cukup untuk kita bertiga!"

"Tuh, tenda yang berwarna biru!" tunjuk Tuan Lee ke belakang.

Di belakang mereka ada tenda berwarna biru yang cukup besar. Bahkan, cukup untuk tidur lima orang. Hanya saja, jika ingin lebih nyaman saat tidur, mereka harus menyewa bantal dan selimut tambahan dari tempat penyewaan.

"Kariss, bisa antar aku ke sana?" tanya Louis pada Karissa. "Aku ingin memastikan dulu, tenda itu muat untuk kita atau tidak?"

Karissa membulatkan bola matanya dengan sempurna, menatap Louis dengan tatapan tidak suka.

'Kenapa tidak dia sendiri saja yang melihat? Kenapa harus diantar olehku? Memangnya dia anak kecil?' gumamnya sambil melihat senyum licik di wajah pria itu.

"Ayolah!" pinta Louis tidak sabar. "Antar aku sebentar saja! Sekalian antar aku untuk menyewa bantal dan selimut!"

"Pergilah!" Tuan Lee mengizinkan Karissa untuk pergi bersama putranya.

"Kalau sudah ngantuk, tidurlah duluan! Nanti aku menyusul!"

"Baiklah! Aku pergi mengantar Louis dulu!"

"Hemm!" Tuan Lee mengangguk.

Karissa segera bangkit berdiri. Ia berjalan menuju tenda mereka diikuti Louis dari belakang.

Ketika sudah sampai di depan tenda berwarna biru, Karissa segera membuka resletingnya.

"Lihatlah sendiri!"

"Aku rasa, lebih baik kau menginap saja di penginapan! Kalau tidur bertiga, takutnya kau mengganggu ayahmu," ucap Karissa dengan ketus.

Ia masih kesal pada pria ini, karena tadi dia bersama dengan Marine masuk ke dalam rumah. Padahal hari sudah malam.

"Apa?" Louis mengerutkan kening. "Aku ... pengganggu di sini?"

"Iya!" jawab Karissa dengan sengaja. "Kau akan menganggu honeymoon kami di sini!"

"Hah? Honeymoon???"

'Brengsek! Honeymoon ... honeymoon apa?' maki Louis dalam hati. 'Kariss tidak boleh melakukan hal itu dengan Ayah!'

Tanpa aba-aba, Louis segera menarik tangan Karissa dan masuk ke dalam tenda. Melempar wanita itu hingga berbaring di tempat tidur yang ada di sana.

"Ayo, kita honeymoon di sini," ucap Louis penuh ancaman.

Pria itu segera mendekat, naik ke atas tempat tidur lalu menekan tubuh Karissa dan bersiap membuka pakaiannya.

"Louis! Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila, ya? Di depan ... ada banyak orang! Bahkan, ayahmu juga ada di luar," sergah Karissa dengan panik.

"Cepat, turunlah!" Ia mendorong dada pria itu agar segera menjauh.

"Kariss, kau sendiri yang bilang mau honeymoon di sini! Hemh?" balas Louis penuh godaan.

"Sekarang, mari kita lakukan!"

Louis masih berada di atas tubuh Karissa dan memegang pakaiannya.

"Aku akan membuatmu puas, membuatmu tidak akan melupakan honeymoon indah di tenda puncak gunung!"

"Ja-jangan ... Louis! Aku tidak mau! Kita akan mendapat masalah kalau sampai ada orang yang melihat," ucap Karissa dengan gugup.

Ia menahan tangan Louis agar tidak membuka pakaiannya.

"Aku tidak perduli!" sergah Louis, mengabaikan penolakan dari Karissa.

"Loui—emmhh!" Tiba-tiba Louis menutup mulut Karissa dengan bibirnya. Tidak membiarkan wanita itu berbicara lagi.

Louis melumat bibir wanita itu dengan kasar, menghiraukan setiap penolakan dan pemberontakan dari Karissa. Tangannya mulai berjelajah masuk ke dalam pakaiannya, menyusuri setiap jengkal tubuhnya dengan penuh provokasi.

"Lo-Louis!" ucap Karissa ketika permainan pria itu semakin menggila. Membuatnya terbuai dan tidak bisa menolak lagi.

Louis mencumbui Karissa dengan penuh semangat, menyusuri leher jenjang itu dengan penuh keinginan.

Ketika Karissa sudah terpancing oleh permainannya, tiba-tiba ia melihat tanda merah di kerah baju Louis yang berwarna putih. Seketika tangannya terpaku, matanya terus menatap tanda merah di kerah bajunya.

"Turunlah!" ucap Karissa tiba-tiba.

Raut wajahnya terlihat sangat buruk. Ia mendorong pria itu agar segera menjauh.

"Ada apa?" tanya Louis dengan polos.

Sama sekali tidak tahu alasan Karissa menghentikan gerakan tangannya.

"Kenapa tiba-tiba berhenti?"

Louis membuka bajunya sendiri, tidak sabar ingin segera melanjutkan aktifitas mereka ke tahap yang lebih "panas".

Ketika semua kancing baju sudah dibuka, terlihat ada tanda merah di dadanya. Karissa segera mendorong Louis dengan kuat, hingga pria itu terjatuh ke samping.

"Setelah apa yang kau dan Marine lakukan, sekarang ingin melakukannya denganku! Louis, apa kau sudah tidak punya otak?" sergah Karissa dengan marah.

Ia segera bangun dan memakai jaketnya kembali.

Karissa bisa menebak, tanda di dada Louis dan noda lipstik di kerah bajunya itu adalah dari Marine. Karena tadi, mereka ada di rumah dan naik ke lantai dua. Mungkin mereka melakukannya di kamar.

"Mariss, kau kenapa?" Louis masih tidak mengerti. "Kenapa kau tiba-tiba marah? Apa yang salah denganku?"

Louis ikut bangun, berdiri di depan Karissa sambil menatap wajah marah wanita itu.

"Ini apa?" Tunjuk Karissa dengan jarinya. Menunjuk beberapa tanda merah di dada pria itu.

"Dan ini?" Di kerah baju ada tanda merah. Jelas itu adalah noda lipstik wanita.

Louis segera menunduk, melihat arah yang ditunjuk oleh wanita itu.

"Aiisshhh .... Sial!"

1
Bu Kus
lanjut LG thro makasih
Bu Kus
penuh teka teki siapa dalang di balik itu semua jadi penasanaran
Bu Kus
seru banget kayanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!