Seorang gadis polos yang belum mengerti tentang kerasnya hidup dipaksa menikah dengan laki laki dewasa sang penguasa
Bagai mana nasib Ara kala terkekang dalam sarang emas yang memiliki segalanya namun kehilangan kebebasanya
penasaran dengan kisah Ara dan Uzail
jangan lupa baca kalau suka like,komen,dan favoritkan ya
ig:hanzah1005
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahra', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Zain memberikan kode mata pada tangan kanan nya Rio,Rio yang mengerti langsung merogoh saku jasnya dia membuka kotak itu dan isinya adalah beberapa suntikan
Ara yang melihatnya semakin menangis dan berontak tidak ada yang berani mendekat karna mereka tak mau ikut campur dengan keluarga Anggara
"Huwaaa...Enggak mau kakak hikss...Ara nggak mau itu hiks...lepasin nggak mau ikut"teriak Ara histeris sambil mencoba melepaskan tanganya tapi hasilnya nihil
"ini tidak akan sakit cup cup bentar aja ya baby"ucap Zail sambil mengambil satu suntikan dan perlahan menyuntik kan nya pada lengan mulus Ara
"Nggak mau sakit AAAA sak...it hiks"pelahan
Tubuhnya melemah Ara langsung digendong seperti koala oleh Zial
Ara meletak kan kepalanya di pundak Zial karna tak mampu menahanya sendiri
"nggak mau hikss ikut mau pulang aja kak hikss"ucap nya lirih karna tubuhnya terlalu lemah
Zain tak mendengar nya dan menggendong Ara menuju mobil nya disamping mobil sudah ada dinda yang menunggu kakak nya dari tadi
"ih kakak kenapa lama sekali aku dari tadi udah nungguin tau,eh ini kakak ipar ya kenapa digendong" tanya Dinda yang sadar kakak nya tidak datang sendiri
"tadi habis disuntik karna berontak sudah cepat masuk"
"iya iya...
kakak ipar namanya siapa?"tanya Dinda setelah masuk mobil karna dia masih mendengar tangisan kakak iparnya
"Ara"lirihnya dengan memposisikan kepalanya agar bisa melihat orang yang ada di sampingnya
"Sudah jangan banyak bergerak baby kamu tiduran aja ya"tangan Zain terangkat untuk mengelus rambut gadisnya dengan sayang
"enggak mau tiduran mau nya pulang sama bunda hikss..hikss.."tangis Ara pecah lagi
"Kak Ara nanti kalok udah sehat kita maen bareng ya aku pengen banget dari dulu punya kakak perempuan"Dinda berusaha menghibur Ara karna kasihan pada kakak iparnya yang tak bisa berbuat apa apa
"Rio berikan gelangnya tadi padaku"
Rio yang mendapat perintah langsung mengambil gelang yang dia simpan tadi
"silahkan tuan"Rio menyerahkan gelang dan remotnya
"sayang siniin tanganya pinjem bentar"pinta Zain,Ara hanya bisa menggeleng namun tanganya tak bisa berontak karna masih dalam pengaruh obat
"ini apa kak kok Kak Ara di kasih gituan"tanya Dinda penasaran namun diabaikan oleh Zain
"ih malah dikacangin"dengus nya
________________
*Di mansion utama*
Di sini semua sudah bersiap untuk menyambut calon Nona muda mereka
Para maid sudah berbaris rapi tak lupa mama,papa,dan Alvian yang sudah berdiri di depan pintu masuk setelah melihat mobil yang di kendarai Uzail datang
"SELAMAT DATANG TUAN DAN NONA MUDA"ucap mereka serentak
"Hmmm"
"ayo masuk sayang kasihan gadis cantik ini"ucap mama
Semua masuk dan berkumpul diruang tengah,Ara duduk di pangkuan Zail tanpa bisa melakukan apapun
"Kenapa Ara diam saja sayang"tanya mama
"dalam pengaruh obat bius mah mungkin sebentar lagi akan pulih"jelas Zail
"eghh kakak mau duduk sendiri"lirih Ara karna bisa menggerakkan tanganya
Ara berusaha bangun meski tersa berat
"sini kubantu duduk"Zail megangkat dan meletak kan Ara disebelahnya
"Pak Ashar bagaiman persiapa ruang putih"tanya Zail saat pak Ashar lewat
"sudah siap tuan..."
"Baiklah,ayo sayang kita kesana"
Ara yang sudah mulai pulih ingin segera lari dari mansion namun tak bisa karna penjagaanya yang begitu ketat setiap tempat pasti ada bodyguard nya
Tangan ara digandeng entah kemana dia hanya ikut saja karna tak mau disuntik lagi,dia melihat sebuah pintu tinggi berwarna putih
Setelah masuk disana banyak sekali mesin Ara tak tau itu untuk apa,ada ranjang besar yang memiliki tiang dan juga ada alat yang mengerikan di samping ranjang
Selain Ara dan Zail ada beberapa orang yang masuk mereka seperti sedang mempersiapkan sesuatu
"Ayo sayang berbaring lah"
"enggak mau disuntik lagi Ara nggak mau disini"rengek Ara yang bersembunyi dibelakang Zail
"Sini baby jangan dibelakangku"Zail menarik tangan Ara dan memangkunya duduk di atas ranjang setelah Zail merasa semua sudah siap Zail memposisikan Ara untuk tidur tengkurap
"Kakak takut nggak mau disini"Ara mulai menangias karna baju atasanya dibuka dan tangan kakinya di ikat ke tiang yang ada di ranjang
"Sebentar baby aku disini tak akan kemana mana"
Ara akan ditandai dengan memasang tato di punggungnya sebagai tanda bahwa dia sekarang bagian dari keluarga Anggara
Dan hidupnya kebebasanya yang dulu telah direnggut mau tak mau
"Aaaa sakit hentikan hiks nggak mau kakak sakit hentikan" tangisnya pecah saat merasakan punggungnya di tusuk oleh alat dan itu sangat menyakitkan
"cup cup cup sebentar ya nanti akan sembuh tahan bentar lagi"ucap Zail lembut
Setelah merasakan sakit selama satu jam akhirnya proses penatoan nya pun selesai terpampang jelas tato berbentuk matahari yang masih memerah semua ikatan dilepas
masih terdengan sisa tangisan Ara membuat siapapun iba mendengarnya kecuali Uzail karna dia sudah mendapatkan keinginan nya menjadikan Ara miliknya dan kehidupan Ara ada di tanganya begitulah jika menganggap uang dan kekuasaan lebih tinggi dari segalanya
Uzail menggendong Ara keluar dari ruang putih dan membawanya kekamar memiringkan tubuh Ara di ranjang agar tidak kesakitan
"Sekarang tidur dulu ya aku temani"Ucap Zail
Karna kelelahan dan terlalu banyak menangis Ara pun tidur dengan nyenyak dalam pelukan Uzail
masih nyimak...😁
bye:tintahitam