Pria kaya raya bernama Jordy CEO dari Perusahaan Terkenal Alexandrinus Group Corporation yang mencintai Sekertaris barunya yang bernama Rahayu. Cinta itu ada pada pandangan pertama.
Tapi di sini Jordy sudah menikah dengan Natasya karena di jodohkan oleh kedua orang tua mereka. Jika bukan karena harta Natasya tidak akan menerima perjodohan itu karena dirinya sudah memiliki kekasih yang bernama Heri.
Dan kisah asisten Jordy yang bernama Richard yang sering Ribut dengan Tika sahabat Rahayu setiap mereka bertemu. Walaupun sering ribut diam-diam Richard menyukai Tika.
Bagaimana Kisah Cinta Mereka Baca dan ikuti terus kisahnya...
Terima Kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti julae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Richard
Tika harus menambah jam kerja karena bos menginginkan laporan hasil penjualan bulan ini dan tiga bulan ke belakang.
Tika berjibaku dengan waktu dan data membuat dirinya kesal saat memberitahu Rahayu jika dia pulang terlambat karena harus menyusun laporan penjualan untuk bos Tika yang harus sudah tersusun besok pagi.
Rahayu mengerti dan panggilan telepon di akhiri. Rahayu membuka Lemari Pendingin dan memutuskan untuk membuat telur dadar yang di campur dengan gabaik kesukaannya.
Rahayu terpaksa makan sendiri tanpa di temani sahabatnya itu. Tidak ada kehebohan yang ada saat makan malam kali ini.
Rahayu padahal ingin berkeluh kesah mengenai sikap bosnya yang sangat menyebalkan menurut dia tapi sahabatnya malah harus menabah jam kerja.
Makan sudah habis Rahayu mencuci peralatan masak juga piring yang di gunakan malam ini karena tidak ingin sahabatnya mengomel saat pulang kerja.
...****************...
Sedangkan Richard kali ini keluar sendiri karena ingin membeli peralatan untuk dirinya untuk kebutuhan selama 1 bulan.
Bersamaan dengan itu Tika juga selesai menyusun laporan Penjualan yang diinginkan oleh Bosnya dan sudah menaruh Laporan di meja kerjanya.
Waktunya untuk pulang di tengah jalan Tika ingat dirinya harus membeli Peralatan mandi karena itu dia mampir di salah satu Minimarket yang tidak jauh dari tempatnya bekerja.
Trolly milik Richard sudah terisi penuh dengan kebutuhan Pria miliknya untuk stock 1 bulan. Richard mendorong Trolly tanpa menatap kedepan
"Aduhhh.... Sakit" Teriak seorang wanita yang terkena Trolly yang di bawa oleh Richard.
Richard menatap suara wanita yang berteriak itu dan melihat seorang wanita yang terjatuh di atas lantai yang mana wajahnya tertutup oleh rambut panjangnya.
"Anda harus lebih hati-hati lagi Nona"
Mendengar ucapan itu Tika menoleh kearah suara dan matanya terbelalak, begitu juga dengan Richard yang menjadi bingung seketika.
"Mengapa bertemu kembali dengan wanita ini" gumamnya pelan.
"Kamu... Ya Allah... Kenapa kita ketemu lagi sih Setiap ketemu pasti gw sial. Kesel benget gw"
Tika menghentak kakinya keras di atas lantai dan memarahi Richard yang sengaja mendorongnya agar terjatuh.
"Jaga Bicara anda Nona"
"Ya emang bener ko setiap gw ketemu lu ada aja gitu kesialan gw. Benci banget sih bisa ketemu lagi di sini"
"Itu bukan kesialan tapi emang anda yang ceroboh tidak melihat ke kiri dan ke kanan jadinya anda terkena musibah"
"Eeeehhh... Lu malah ngajarin gw ya"
"Sudahlan Nona menyingkirlah dari hadapan saya karena ingin lewat masih ada yang harus saya beli sekarang"
"Eehhh ga bisa ya lu harus tangguang jawab"
"Tanggung Jawab apa. Memangnya saya menghamili Nona"
Richard terbawa emosi dika harus berhadapan dengan teman dari karyawan barunya itu dan menarik tangan Tika agar berdiri di samping kiri dan mendorong kembali Trolly miliknya yang berisi bahan kebutuhan Pribadi untuk dirinya.
"Eeehhh... Tunggu dulu cowo angkuh dan menyebalkan. Lu belum minta maaf sama gw karena udah nabrak gw sampe jatuh.... Woy mau kemana Lu"
Richard tidak ingin menanggapi tentang apa yang di ucapkan Tika, dirinya tetap melaju ke arah kasir. Mood untuk belanjanya sudah hilang karena ulah Richard
Setelah pembayaran selesai. Richard membayar menggunakan Kartu yang berwarna hitam lalu meninggalkan Minimarket dan menuju ke dalam mobil.
Lalu petugas mengantarkan barang-barang pembelanjaan milik Richard ke dalam mobil. Setelah menaruh seluruh belanjaan di dalam bagasi yang sudah terisi belanjaan
Dan Richard mengucapkan Terima kasih kepada semua pihak yang membantu mengangkat barang belanjaannya tersebut.
...****************...
Sedangkan di dalam kamar tampak Jordy merasa sangat kesal mengingat ucapan yang di keluarkan Rahayu tentang dirinya.
"Si*lan Gadis tadi berani sekali mengatakan hal buruk tentang saya kepada orang lain"
Tersenyum Licik terlihat di bibir Jordy lalu meminum kembali botol yang berisi Alkohol dan menatap jam tangan yang ada di pergelangan tangannya untuk melihat waktu yang di berikan dirinya kepada Richard saat asistennya itu meninta ijin ingin keluar ke Minimarket untuk membeli peralatan yang dibutuhkan untuk dirinya
Waktu sudah melewati ijin yang di berikan Jordy kepada Richard. Jordhy tidak peduli dengan waktu kapan Richard akan pulang akan tetapi Jordy pria yang memiliki Prinsip dan aturan yang kaku.
Jika Richard membutuhkan waktu lebih kenapa hanya meminta waktu 1 Jam untuk membeli kebutuhan untuk dirinya sedangkan sekarang Asistennya itu belum juga pulang padahal sudah hampir 2 Jam.
...****************...
Richard berdiri di depan Mobilnya dengan berkaca pinggang melihat kelakuan dari Tika yang berhenti tepat di jalan yang akan dilalui oleh dirinya.
Sepeda Motor miliknyanmenghalangi laju Mobilnya yang nampak mewah. Melihat Richard berkaca pinggang membuat Tika memiliki ide untuk mendekati Richard dengan Motor yang masih berada di depan jalan yang akan di lalui oleh Richard.
"Apa... Hhhhaaaa..." Teriak Tika
"Apa masalah anda Nona kenapa mengganggu saya. Sekarang saya ingin pulang dan ini sudah hampir larut malam"
"Ga usah sok perhatian deh lu. Ya Sebaiknya minta maaf sama gw lalu masalah ini selesai. MENGERTI "
"Minta maaf untuk apa. Apa salah Saya kepada Nona. Saya saja tidak kenal, Untuk apa meminta maaf"
"Ya Allah bener-bener sombongnya, Ya Lu sampe ga mau minta maaf. Pengen tahu salah Lu Apa Haaa..." ucap Tika dengan nada kesal.
"Katakanlah saya akan menanggung semua kerugian yang saya perbuat kepada Anda Nona"
Plakkkkk
"Sombongnya Lu ini ya" Teriak Tika setelah menampar Richard.
"Dengarkan saya!!!!!! Kesalahan anda itu karena sudah membuat baju saya kotor dan juga tadi membuat saya terjatuh di atas lantai Minimarket dan yang membuat saya kesal anda tidak meminta maaf. Memang anda kaya raya tapi saya tidak peduli harga diri nomor satu, itu penting dari pada harta dan anda sudah membuat harga diri saya jatuh MENGERTI!!!!!"
Setelah mengatakan itu Tika segera berbalik dan ingin melangkahkan kaki ke arah Sepeda Motornya dan lengannya di tarik dengan keras oleh Richard
Dan tiba-tiba Pria yang ada di depannya itu memeluk pinggang dan mencium bibir Tika begitu saja. Tika meronta dan menginjak sepatu yang di kenakan oleh Richard.
"Kurang ajar sekali kamu ya" Ucap Tika dengan sangat kesal setelah Richard melepaskan ciumannya.
"Kamu akan menyesal karena telah menampar Saya malam ini" Rahang Richard mengeras dan mencengkram lengan sebelah kanan saat mengatakan itu.
"Kamu memang Psik*pat ya..."
Tika berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Pria yang berdiri di depannya yang mencekram kuat di lengan sebelah kanan.
"Dasar otak Mes*m" Teriak Rahayu.
Saat Richard ingin Masuk ke dalam mobil yang dia bawa. Richard terheran dengan sahabatnya Rahayu yang selalu menyerang dirinya.
Richard memainkan suara Deru mobil miliknya agar dapat menyingkir Sepeda motor akan tetapi hal tersebut justru membuat Tika bertambah kesal dan menghadang mobil Ricahrd dengan cara berdiri di depan Mobil Ricahrd dengan berkaca pinggang.
"Ya Allah kenapa wanita ini mengganggu saya padahal saya sudah terlambat untuk pulang, Tuan Jordy pasti akan marah" gerutu Richard sambil mengambil photo dan video ulah Tika di kirimkan kepada Jordy.
...****************...
Ponsel Tika berdering, Tika mengangkatnya dan memang benar dugaan Tika bahwa Rahayu menelpon menanyakan perihal kenapa Tika belum pulang dari lemburnya padahal sekarang sudah pukul 10 malam.
Tika menjelaskan dan awal sampai saat ini yang membuat dirinya kesal. Rahayu yang kenal dengan mereka menyuruh Tika untuk pulang dan meminta jangan lagi berbuat ulah dengan membuat keduanya kesal.
Melihat Tika sedang sibuk menelpon, Richard memundurkan Mobilnya dan memutar balik kearah berlawanan untuk pulang yang pasti akan membutuhkan waktu lama.
Tapi itu lebih baik dari pada harus menanggapi Tika yang menurut dirinya tidak jelas dan membuat kesal. Melihat Mobil Richard menjauhi dirinya Tika Berteriak dengan marah
"Heeeiiiii.... mau kemana lu. minta maaf lu, mana udah nyium gw breng*ek"