Nara Zivanka adalah gadis yang cantik,baik dan sangat sayang pada kedua orang tuanya apapun akan ia lakukan asal membuat kedua orang tuanya bahagia,Awalnya mereka hidup damai walau hidup dalam kesederhanaan.Sampai sebuah masalah datang yang membuat Nara terkejut dan tak pernah menyangka.Dua orang datang kerumahnya dan mengatakan sesuatu tentang pernikahan kontrak.
Ternyata Ayahnya diam-diam terlilit hutang besar dengan seorang pria bernama Edgar Jonathan.Sebagai jaminan hutang,Ayah Nara terpaksa menjaminkan putrinya.Edgar setuju dengan kesepakatan itu dan ia ingin menikahi Nara karena Edgar juga di minta oleh Ayahnya yang sedang sakit parah untuk segera menikahi gadis bernama Nara itu.
Nara yang sudah memiliki kekasih membuatnya sulit mengambil keputusan.
Akankah Nara mengorbankan dirinya untuk menikah kontrak dengan Edgar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princes Annie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Setelah beberapa hari tak terlihat kini Frans sudah berada di rumah.Seperti sudah berpisah lama.Nara tidak melepaskan pelukannya pada sang Ayah.Nara dan Ayahnya memang sangat dekat,walau keadaan apapun tidak dapat merubah kasih sayang keduanya.
"Ayah,kenapa Ayah pergi?jangan lakukan itu lagi hmm".Ucap Nara sambil membawa sang Ayah duduk di Sofa ruang tamu sambil terus memeluk tangan Ayahnya.
Frans hanya tersenyum dan mengusap hangat pucuk kepala Nara putrinya.Dalam benak Frans terus terlintas betapa beruntungnya dirinya memiliki putri seperti Nara.
"Sayang biarkan Ayahmu minum dulu".Ucap Ibu Nita yang datang dari dapur membawa secangkir teh hangat.
Nara pun melepas pelukannya dan menatap Ayahnya yang sedang meneguk teh.
"Ayah,Ibu ada sesuatu yang ingin Nara sampaikan".Ucap Nara
Mendengar ucapan putrinya,Frans menaruh cangkir di meja dan Nita duduk di samping Nara putrinya.Mereka berdua kemudian menatap Nara dengan maksud akan mendengarkan apa yang ingin putri mereka sampaikan.
"Mungkin ada beberapa yang kalian tahu,jadi aku akan memberitahu kabar pentingnya saja.Ayah,Ibu besok Tuan Luis meminta kita untuk datang kerumah sakit,Dia sudah menentukan tanggal pernikahanku dan Edgar".
Frans membulatkan matanya,begitu juga Nita spontan menutup mulut mereka karena sangat terkejut dengan kabar yang Nara sampaikan.
"Nara,kamu serius?".Tanya Frans
"Hmm,Edgar memberitahuku tadi.Jadi kita bersiaplah untuk besok".Sambung Nara lagi sambil tersenyum.
"Sayang Ayah tanya sekali lagi,Apa kamu benar ingin menikah dengan Edgar?".
Mendengar pertanyaan Ayahnya,Nara menghela nafasnya.Lalu kemudian ia menangkap kedua tangan Ayahnya.
"Ayah,aku sudah mengambil keputusan menerima pernikahan ini Edgar juga berjanji padaku akan melunasi hutang Ayah".
"Benarkah?".Frans hampir tak percaya
"Apa aku pernah berbohong pada Ayah".
Frans menunduk hatinya merasa bersalah sekali pada putrinya.
"Kamu benar,Ayah tidak pernah melihatmu berbohong.Tapi Nara jangan lakukan itu,jika kamu tidak mau jangan memaksakan dirimu".Lirih Frans
"Lalu bagaimana Ayah akan melunasi hutang sebanyak itu?Jika aku menolaknya Ayah akan segera dipenjara.Ayah ingatkan surat perjanjian yang Ayah buat?".Tanya Nara
"Tidak apa-apa jika Ayah di penjara,Ayah tidak mau membuatmu menderita".Ucap Frans tulus.
"Aku akan lebih menderita lagi jika Ayah dipenjara,dan kios kita akan terjual untuk melunasi hutang bahkan itu pun masih belum cukup".
"Tapi Nak,,".
"Tidak apa-apa Yah,aku baik-baik saja.Aku rasa ini tidak terlalu sulit,lagi pula aku sudah menandatangani kontrak itu tidak ada yang bisa dirubah lagi".Ucap Nara mencoba menyakinkan Ayahnya.
"Memang awalnya ini membuatku frustasi ,tapi sekarang aku sudah yakin menjalaninya dan semua akan berjalan dengan baik,maka kita bersiaplah untuk besok".
Mendengar perkataan Putrinya.Frans dan Nita langsung memeluk Nara.Bahkan air mata mereka keluar,menandakan betapa terharu dan bangganya mereka memiliki seorang putri berhati bak malaikat.
*****
Keesokan harinya
Kini Edgar berada di ruangan kantornya bersama sepupunya Erick.
Erick kembali menanyakan siapa gadis yang bertemu dengan Edgar di lobby waktu itu.Edgar pun memberitahu sepupunya itu tentang Nara.
"Namanya Nara,ia adalah calon istriku.Sebentar lagi aku akan menikahinya".Ucap Edgar santai
"Apa?menikah?!".Tanya Erick dengan wajah terkejutnya.
"Apa kau serius dengan ucapan mu ini?".Tanya Erick lagi
Edgar hanya berdehem sambil memperhatikan Erick yang berjalan mondar mandir di depan mejanya.
"Hei Erick,duduklah aku pusing melihatmu sejak tadi mondar-mandir sejak tadi".Akhirnya Edgar melayangkan protes
Erick berhenti namun ia tidak duduk,Erick justru menumpu badannya dengan kedua tangannya di meja sambil mencondongkan tubuhnya kearah Edgar.
"Ini sangat aneh,kita sangat dekat aku tau semua tentangmu.Tapi kenapa kau tiba-tiba ingin menikah?".Erick mengerutkan dahinya
"Tidak ada yang aneh,Apa salahnya aku mau menikah?".
"Bukan begitu maksud ku,kau ini tidak pernah berkencan dengan siapapun.Namun sekarang kau akan segera menikah.Itu aneh bukan?Tapi kalau aku boleh menebak apa Paman Luis menjodohkan mu?karena dia khawatir jika putranya tidak menyukai lawan jenis".Ucap Erick dengan wajah tengilnya.
"Ya!!!Apa katamu?kenapa otakmu itu dangkal sekali".Kesal Edgar karena Erick beranggapan seperti itu.
Erick akhirnya memilih untuk duduk dengan segala rasa penasarannya.
"Dimana kau mengenal gadis bernama Nara itu?".Tanya Erick
"Aish,Ceritanya panjang,Intinya aku akan menikahi kau mengerti?".Edgar lagi tidak mood menjelaskan secara rinci pada Erick.
Edgar pun menjatuhkan kepalanya pada sandaran sofa karena merasa lelah dengan serangan pertanyaan sepupunya itu.
"Pantas saja kau meminta ku untuk pergi saat itu.Ah kau kenapa merahasiakan semua ini dariku Ed?!Seharusnya kau membiarkanku dulu untuk berkenalan dengannya".Ucap Erick
Edgar tidak membalas ucapan Erick,Wajah Edgar berubah menjadi sedikit serius.
"Erick".Kini Edgar memanggil nama sepupunya itu.
"Iya ada apa?".Balas Erick
"Ada satu hal yang aku khawatirkan,Kau tau Ibu ku tidak merestui pernikahan ini".Ucapan Edgar membuat Erick terkejut.
"Kenapa?".Tanya Erick
"Ada sesuatu hal,aku tidak bisa memberitahumu.Tapi bisa kah kau membantuku?".
Erick menatap Edgar semakin dalam,bahkan alisnya sudah terangkat satu.
"Nara hanya orang biasa,maksudku Nara bukan dari keluarga kalangan atas.Kau pasti tau jika ibuku selalu memandang orang lain dengan status sosial atau kastanya".Ucap Edgar
Erick mengangguk mendengar ucapan Edgar ia juga sangat hafal sifat Ibu Edgar itu.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membantumu Ed?".Tanya Erick
"Sejauh ini aku hanya ingin kau mengawasi ibuku sampai hari pernikahan ku tiba,Ibuku bisa saja melakukan berbagai cara untuk merusak pernikahanku.Aku cukup senang karena Ayahku berada dipihakku,tapi Ibu tidak jadi aku meminta bantuanmu untuk mengawasi ibuku".
"Tapi Ed?".Erick merasa ragu
"Aku benar-benar butuh bantuanmu".Ucap Edgar sambil menatap Erick penuh harap hanya Erick yang menurut Edgar bisa membantunya tanpa diketahui oleh ibunya.
Ibunya pasti tidak curiga karena Erick adalah keponakannya sendiri.
Untuk beberapa saat Erick menghela nafasnya,Eric sedang mempertimbangkan apa ia bisa membantu Edgar atau tidak,Namun beberapa detik kemudian Erick akhirnya mengangguk dan bersedia melakukannya.
"Aku akan mencobanya Ed,tapi ingat aku tidak mau menanggung resiko apapun Ed".Ucap Erick
"Baiklah,Terima kasih.Oia jam berapa sekarang?aku harus pergi kerumah sakit"
"Jam 14.00" Erick memberitahu Edgar setelah melihat jam ditangannya.
Edgar pun bangkit dari duduk,lalu mengambil ponsel dan kunci mobilnya.Erick juga segera bangun dari Sofa.Mereka berdua keluar bersama-sama.Erick melanjutkan pekerjaannya sedangkan Edgar langsung menuju rumah sakit.