Fajar yang menggelitik membuat Hanna menggeliat. Setelah tersadar, ia meringkuk memeluk kedua kakinya.
Mengingat bahwa dirinya telah dipecat dari kafe membuatnya merasa begitu buruk. Entah nasib sial darimana yang tengah menimpa Hanna.
Akan tetapi, bukan Hanna namanya jika langsung menyerah begitu saja.
"Baiklah Hanna! Jadwalmu hari ini adalah mencari pekerjaan baru. Semangat!" seru Hanna kepada dirinya sendiri.
Hanna pun pergi bersiap-siap. Ia tak mau menyia-nyiakan waktu lagi.
"Sebentar, bukankah ini hari sabtu?" tanya Hanna kepada diri sendiri.
"Astaga! Aku kan harus bekerja di taman bermain anak-anak!"
Hanna lari terburu-buru dan langsung menyambar tasnya yang masih tergeletak di atas kasur.
"Sial! Kenapa aku bisa lupa sih," gerutu Hanna sambil berlari.
Dengan napas terengah-engah, Hanna memasuki gerbang taman bermain.
"Kak Anna!" seru seorang gadis cilik sambil berlari merentangkan kedua tangannya.
Hanna dengan senyum lebar langsung berjongkok menyambut pelukan gadis cilik itu. Mata bersinar gadis cilik itu menjadi penghibur bagi Hanna.
"Sini, biar kakak gendong Ara. Kita masuk yuk!"
"Ayooo!" sahut Ara dengan dengan penuh semangat sambil mengepalkan tangan mungilnya.
Rasa penat dan frustasi Hanna lenyap seketika setelah bertemu Ara. Gadis cilik yang gembul seperti buntalan kapas itu seperti memiliki kekuatan ajaib yang bisa menghilangkan beban pikiran Hanna.
Ketika Hanna memasuki ruang bermain semua anak-anak kompak menghampiri Hanna, "Kak Anna! Ayo ain!".
Hanna langsung menurunkan Ara dan bermain bersama anak-anak yang lain. Hari ini tak begitu banyak anak yang datang, tapi tetap terasa ramai dan menyenangkan.
Di taman bermain, Hanna bisa melupakan sejenak yang menjadi beban pikirannya.
Pekerjaan seperti ini memang lebih melelahkan dari pekerjaan lain, tapi ada hal yang tak bisa didapatkan selain dalam pekerjaan ini. Seperti bermain bersama anak-anak yang begitu menggemaskan.
"Kak Anna, Ezra merebut mainan Ara," ucap Ara sambil sesenggukan menghampiri Hanna.
M…
Marry Mr. Nicholas
Bab 10
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments