"Hanna, jangan sampai kau terhasut olehnya.... " gumam Nicholas.
"Kalian semua, bersiaplah!" ucap Nicholas kepada bawahannya melalui alat komunikasi.
Nicholas dengan santai memasuki pekarangan mansion Bella. Ia tak sedikitpun merasa gugup karena di sambut oleh anak buah Bella.
Nicholas memarkir mobil tepat di depan pintu mansion dan berjalan keluar dari mobil penuh wibawa.
Tak lama kemudian Bella pun keluar, "Wah wah wah, ada tamu tak diundang rupanya."
Nicholas menggertakkan giginya, "Dimana Hanna!"
"Santailah sedikit Tuan muda Wijaya," sahut Bella.
"Albert."
Albert yang dilirik Bella langsung paham dan masuk untuk menyeduh teh.
Bella pun mempersilakan Nicholas untuk masuk. Meski Nicholas sempat menolak, pada akhirnya ia mau setelah diancam menggunakan Hanna.
Nicholas mengekor Bella dengan patuh. Bella pun mempersilakan Nicholas untuk duduk dan menikmati teh yang sudah diseduhkan oleh Albert.
Nicholas tampak bimbang menggoyang-goyangkan cangkirnya.
"Kau takut aku memberimu sesuatu ya?" tanya Bella, namun tak direspon oleh Nicholas.
"Tenang saja, aku tak menambahkan apapun kedalam tehmu. Kecuali.... "
Nicholas langsung melirik Bella dengan penuh tanda tanya.
"Kecuali apa!"
Bella tertawa keras, "Kecuali gula. Kau serius sekali Tuan muda Wijaya."
Nicholas semakin kesal dibuat Bella. Ia pun langsung meneguk habis tehnya.
"Dimana Hanna!" teriak Nicholas tak terkontrol.
Emosi Nicholas yang semakin meledak-ledak membuat Bella semakin senang karena merasa terhibur.
Sedang Nicholas semakin tak tenang sebelum melihat Hanna baik-baik saja.
"Bella, aku tahu kau terobsesi dengan tahta dunia bawah milik keluarga Hamilton. Tapi, kau salah sasaran jika menjadikan Hanna sebagai umpan," ucap Nicholas dengan penuh emosi.
"Hahahaha, kau lucu sekali."
"Nicholas Nazriel Wijaya, kau salah dalam semua perkiraanmu. Termasuk yang terakhir," sahut Bella penuh penekanan lalu berlalu pergi.
"Albert, usir tamu tak diundang ini." perintah Bella kepada asistennya.
Albert pun menyuruh beberapa bod…
Marry Mr. Nicholas
Bab 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments