"Sepertinya aku harus menanyakan langsung kepada Hanna,"
Hamilton pun mencoba menghubungi Hanna untuk membuat janji bertemu.
Hanna yang sudah menduga hal tersebut akan terjadi cepat atau lambat pun sudah mengantongi persiapan yang matang.
Hanna pun menerima ajakan Hamilton tanpa ragu.
"Baiklah, tak ada yang perlu ku takutkan."
Hanna terus berusaha menyemangati dirinya sendiri.
"Kamu kenapa? Kok dari tadi bengong?"
"Ini kamu nggak mau pulang?" tanya Nicholas.
Hanna langsung terkesiap mendapat pertanyaan seperti itu dari Nicholas. Ia tak menyangka bahwa Nicholas belum pulang dan malah memergoki dirinya sedang melamun.
"Ng, nggak apa-apa Mr. Sebentar lagi saya pulang," jawab Hanna.
Nicholas yang melihat gelagat Hanna sedikit mencurigakan pun hanya mengangguk. Ia langsung pergi setelah mendengar jawaban Hanna.
Hanna terkadang merasa bingung dengan sikap Nicholas yang berubah-ubah. Terkadang ia sangat peduli, tapi terkadang ia juga sangat acuh kepada dirinya.
Tanpa sadar Hanna merasa marah dan kecewa dengan sikap Nicholas yang demikian.
"Di-dia ini kenapa?" Tanya Hanna pada dirinya dengan perasaan gusar.
Punggung Nicholas yang begitu lebar menghilang dari pandangan Hanna begitu saja. Setitik air matanya tanpa sadar menetes membasahi pipi gembilnya.
Hanna bertanya-tanya kepada dirinya, "Ada apa dengan diriku?"
Tak berapa lama, ponsel Hanna berdering. Panggilan dari Hamilton membuatnya terkesiap.
"Sebentar lagi saya sampai," pungkas Hanna.
Hanna bergegas menuju mansion keluarga Hamilton.
Kedatangan Hanna ke mansion, Hamilton rahasiakan dari Zicho dan Ethan. Karena jika mereka tahu pasti akan semakin panjang urusannya. Hamilton juga sudah menyuruh pengurus rumah untuk menjemput Hanna di gerbang.
"Apa yang dia rencanakan sih?" Gumam Hanna sedikit gelisah.
Sesampainya Hanna di gerbang, ia langsung disambut oleh pengurus rumah yang juga akan mengantar Hanna menemui Hamilton.
"Silakan Nona Hanna," ucap pengurus rumah mempersilakan Hanna masuk.
Hanna dengan sedikit was-was melan…
Marry Mr. Nicholas
Bab 42
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments