"Pa! Ada apa?" teriak Nicholas menerobos masuk.
"Loh, Zicho? Om? Kalian ngapain disini?" Tanya Nicholas kebingungan.
"Hamilton, Zicho dan juga kamu Nicholas. Duduklah dulu baru kita bicara," ucap Wijaya tenang.
Mereka pun duduk bersama. Wijaya mengawali pembicaraan menanyakan perlihal alasan Hamilton datang dengan marah-marah.
Hamilton pun dengan blak-blakan langsung to the point menanyakan soal kebenaran Hanna diculik. Bukannya marah, Wijaya malah tertawa.
Hamilton dan Zicho tentu kebingungan melihat respon Wijaya yang seperti itu. Lain lagi respon Nicholas yang tampak memasang raut serius.
"Memang apa hubungannya dengan kalian?"
"Bro, jika kamu kesulitan kan kami bisa membantumu."sahut Zicho santai.
"Aku masih sanggup melindungi sahabat kesayangan adikku."
"Aih, tentu saja aku harus membantu kan Hanna itu pu-"
Nicholas menaikkan sebelah alisnya. Penasaran dengan kalimat Hamilton yang tak diselesaikan.
"Hamilton, maksudmu apa?" Tanya Wijaya yang juga penasaran.
Melihat tekanan dari Nicholas, Wijaya dan putranya sendiri ia lantas menjelaskannya.
"Baiklah- baiklah. Jadi, aku punya dugaan kuat bahwa Hanna adalah Putri kandungku, Alexa. Aku sangat yakin itu, tapi aku belum bisa memastikannya menggunakan tes DNA karena aneh rasanya meminta orang asing memintanya melakukan hal itu." Jelas Hamilton perlahan.
"Lantas, hari ini kau kemari dengan marah-marah begitu karena kau mengira Hanna putrimu?" Tanya Wijaya.
"Hanna istriku, dia tak akan kemana-mana." Timpal Nicholas datar.
Zicho dan Hamilton sangat terkejut dengan pernyataan dari Nicholas karena mereka tidak menerima informasi apapun tentang hal tersebut.
Akhirnya Nicholas juga mengungkapkan alasannya menikahi Hanna diam-diam kepada mereka semua. Panjang lebar Nicholas menceritakan semuanya, tapi hal itu malah membuat Hamilton semakin menuntut hak asuh Hanna.
Nicholas jelas marah akan hal itu, karena bagaimanapun juga Hanna sudah sah menjadi istrinya. Ia juga harus terus melindungi Hanna atas perintah Zahra, adik kesaya…
Marry Mr. Nicholas
Bab 64
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments