"Hanna, ini passport dan surat-surat lain yang kau butuhkan."
"T-tapi,"
"Tidak ada waktu lagi Hanna!"
Hanna terdiam. Sorot matanya penuh keraguan. Ia masih tak yakin jika ini jalan yang terbaik untuk menyelamatkan dirinya. Sedang disudut hatinya ia penasaran siapa dalang dibalik insiden semalam.
"Hanna, sekarang aku hanya bisa mengirimmu ke sisi Zahra agar aman untuk sementara waktu. Aku tak bisa selalu menjagamu di sisiku kecuali kau menikah denganku," ucap Nicholas mendesak Hanna.
Hanna sangat terkejut dengan apa yang diucapkan Nicholas. Ia pun meminta waktu untuk berpikir sejenak.
Hanna semakin bingung, ia kesulitan mencerna kata-kata Nicholas yang terlontar dengan entengnya. Mana yang harus ia pilih masih belum bisa ia yakini. Mau itu pergi menyusul Zahra untuk sementara atau tawaran gila Nicholas yang terkesan memanfaatkan keadaan.
"Apa yang harus kulakukan sekarang," gumam Hanna.
Hanna pun menghela napas berat.
"Nggak, aku mau menangkap bedebah gila itu. Aku nggak bakal kemana-mana," ucap Hanna mantap.
Nicholas hanya bisa menghela napas berat mendengar keputusan Hanna yang menurutnya kurang tepat.
"Hanna, kamu yakin dengan keputusanmu?" tanya Nicholas memastikan.
Hanna pun mengangguk mantap merespon pertanyaan Nicholas.
"Baiklah, jika terjadi sesuatu lagi langsung hubungi aku atau teriak saja. Aku sudah menyuruh beberapa orang menjagamu dari kejauhan," ucap Nicholas mengalah dengan keputusan Hanna.
"Terima kasih Mr."
Hanna pun nyelonong pergi begitu saja dengan wajah polosnya. Ia masih tak mengerti maksud pilihan yang Nicholas berikan kepadanya.
"Terima kasih untuk apa? Kan kamu memilih tetap di sini. Itu berarti kamu lebih memilih untuk menikah denganku," ucap Nicholas memegang tangan Hanna.
Hanna menoleh dengan raut bingung, "Hah?".
Panjang lebar Nicholas menjelaskan kepada Hanna yang tak kunjung paham situasinya. Nicholas bahkan sampai hampir menyerah untuk menjelaskan.
Akhirnya Nicholas menarik Hanna menuju mobil. Ia ingin memperkenalkan Hanna secara resmi…
Marry Mr. Nicholas
Bab 46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments