Pagi-pagi buta semua orang dikagetkan oleh suara cempreng yang menggelegar.
"Aaaaa.....!"
"Kakak ngapain peluk-peluk aku!" Teriak Zahra sambil menendang Nicholas agar menjauh.
Nicholas yang masih mengantuk pun tak mempedulikan Zahra yang berteriak menyalahkan dirinya. Padahal, semalam Zahra lah yang mendekat kepadanya meminta dipeluk.
Melihat Nicholas tak bereaksi apapun membuat Zahra pergi ke kamarnya dengan kesal.
Ketika Zahra sudah pergi, Nicholas pun membuka matanya dan pergi ke kamarnya juga.
"Adik gila menyebalkan," gerutu Nicholas sambil jalan sempoyongan.
Dukkk
"Aduh! Pintu sialan! Siapa sih yang masang pintu di sini?" Protes Nicholas yang menabrak pintu kamarnya sendiri.
Bukkk
"Ma! Kok kakak dilempar bantal?" Tanya Nicholas dengan berteriak kesal.
"Diamlah! Pagi-pagi udah berisik aja!"
Nicholas langsung diam tak berani bicara lagi. Sedang Rosa berlalu pergi untuk menyiapkan sarapan.
Pagi riuh di keluarga Wijaya sudah sangat biasa bagi tetangga mereka. Apalagi setelah kepulangan Zahra. Bahkan semua pegawai yang bekerja di sana pun harus terbiasa dengan hal tersebut.
Disaat semua orang sudah bersiap untuk pergi bekerja, ada Zahra yang masih asik memeluk bantalnya. Ia terlalu lelah untuk memulai lagi lebih awal.
"Ra! Kamu nggak ngajar?" Tanya Rosa membangunkan Zahra.
Zahra hanya mengerang dan berpindah posisi. Sedang Rosa yang melihat putrinya masih enggan bangun pun memilih menyerah dan pergi.
Hari sudah semakin siang, akan tetapi Zahra masih belum ada niat untuk bangun. Ia memang sudah membuka mata, tapi masih bermalas-malasan di atas ranjang.
"Ahhh, malas sekali ke kampus," keluh Zahra sembari meregangkan tubuhnya.
Meski Zahra bilang ia malas, ia tetap pergi ke kampus karena ia bahkan belum genap sebulan bekerja di sana. Belum lagi ada Nicholas yang akan terus-terusan mengomelinya.
Hari yang melelahkan lainnya mereka jalani seperti biasa. Tak ada yang istimewa ataupun mengejutkan. Semuanya mulai terbiasa dengan lingkungan kerja yang terkadang tak tentu. Ter…
Marry Mr. Nicholas
Bab 26
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments