"Kamu kenapa?" Tanya Nicholas langsung ketika melihat raut wajah Hanna yang tidak enak.
Pandangan Nicholas langsung beralih kepada Zicho yang masih memegang mangkuk makanan Hanna.
"Zicho! Keluar kau!"
Zicho dan Nicholas pun cekcok. Karena Zicho tak ingin keluar.
"Jika aku mirip mendiang ibumu lalu kenapa?" Tanya Hanna tiba-tiba.
Zicho dan Nicholas langsung berhenti dan terdiam.
"A-aku minta maaf Hanna. Aku tak bermaksud apa-apa."
Nicholas menatap Zicho curiga. Ia juga bergantian menatap Hanna yang menunduk dalam.
Hanna tentulah tidak senang dimirip-miripkan dengan orang lain.
Nicholas langsung menarik Zicho keluar dan menyuruh Zicho pergi. Dalam benak Nicholas terselip anggapan bahwa Zicho akan menjadi saingan cintanya.
Setelah membawa Zicho pergi, Nicholas kembali ke ruang rawat Hanna. Namun, Hanna sudah tak ada di sana. Hanya ada jarum infus berlumuran darah karena dilepas paksa oleh Hanna.
Nicholas panik, ia berlari mencari Hanna di sekitar rumah sakit. Sedang Hanna duduk santai menikmati udara sejuk di bawah pohon rindang sembari melihat orang berlalu lalang di taman.
"Kakak cantik," panggil seorang bocah laki-laki yang menghampiri Hanna.
Hanna menoleh dan tersenyum.
"Kakak kok sendirian?"
Hanna berlutut, "Karena kakak sudah besar. Kamu sama siapa di sini?"
Anak itu menunjuk sepasang suami istri yang tengah melihat ke arah Hanna sambil tersenyum.
Bocah dengan baju pasien itu menarik Hanna untuk bertemu orang tuanya.
Hanna mendongak mengalihkan pandangan dan kedua orang tua bocah itu mengangguk menandakan mereka setuju agar Hanna mengikuti kemauan putra mereka.
"Nama kamu siapa?"
"Namaku Geri kak," sahutnya dengan senyuman yang sangat ceria.
"Wah, nama yang bagus. Geri boleh panggil kakak, Kak Anna," sahut Hanna juga memperkenalkan diri.
Mereka pun berjalan menuju orang tua Geri sambil mengobrol.
Geri tampak begitu ceria sebagai seorang anak yang mengenakan seragam pasien. Sangat berbanding terbalik dengan dirinya.
Cukup lama Hanna bermain dengan Geri hingga tanp…
Marry Mr. Nicholas
Bab 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments