"Zahra," panggil Nicholas.
"Apa! Kau masih ingat padaku?"
Nicholas menghela napas ketika mendengar nada bicara Zahra yang meninggi. Meski begitu, ia tetap sabar menghadapi adiknya yang ganas itu.
"Hei, kakak laknat! Kau apakan kesayanganku? Kenapa dia pindah rumah?"
"Tau dari mana kau?" Tanya Nicholas balik.
Nicholas yang jelas-jelas sudah memberitahu anak buahnya agar tak memberitahu apapun yang terjadi kepada Zahra pun menjadi curiga. Sepertinya ada anak buah Zahra diantara orang yang ia suruh menjaga Hanna.
"Tidak penting. Katakan saja apa yang kau lakukan padanya. Awas saja kau membuatnya dalam bahaya, ku hajar kau habis-habisan."
"Kalau kau tahu Hanna pindah, seharusnya kau tahu apa yang terjadi bukan? Sudahlah, aku kan mau tanya ngapain kau ngamuk begitu?"
"Mana ada, Sam menipumu itu."
"Zahra, tak usah bohong. Aku sudah mendengar semuanya," ucap Nicholas lembut.
Zahra langsung bungkam.
Nicholas kembali menghela napas berat. Ia paham betul dengan adiknya yang mulai merasa bosan karena tak diizinkan pergi kemana-mana selama masa perawatan.
"Jangan buat masalah dulu, kakak usahakan dalam waktu dekat ini ke sana bersama Hanna."
Nicholas memijit pangkal hidungnya pelan. Ia tak habis pikir dengan kelakuan Zahra yang mengamuk hanya karena bosan.
Meski demikian, suara girang Zahra terdengar amat jelas. Hal tersebut pun membuat Nicholas merasa lega. Sekarang ia perlu fokus mengurusi Hanna.
Nicholas yang tadinya keluar untuk menelepon Zahra pun kembali masuk.
"Hanna.... !"
Betapa terkejutnya Nicholas melihat Hanna yang terkapar di lantai. Nicholas langsung menggendong Hanna kembali ke kamarnya.
"Kenapa badannya panas sekali," gumam Nicholas setelah menyentuh dahi Hanna.
Tanpa pikir panjang, ia langsung mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres Hanna. Selain itu, ia juga menelepon dokter untuk datang memeriksa Hanna.
Dengan telaten Nicholas merawat Hanna. Dokter memang sudah memeriksa kondisi Hanna, tapi Nicholas masih lebih percaya kepada dirinya sendiri.
D…
Marry Mr. Nicholas
Bab 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments