Zicho memperhatikan foto ibunya baik-baik, bahkan hingga memutar-mutar foto itu.
"Sepertinya memang agak mirip," gumam Zicho.
Zicho pun mulai membayangkan wajah Hanna. Dia paling suka ketika melihat Hanna yang sedang tersenyum.
Lalu, Zicho seperti mengingat sesuatu dan langsung berlari mencari foto album lama yang berisi foto-foto adiknya waktu bayi dan juga ibunya. Ketika sedang asik membolak-balik lembar demi lembar foto dalam album, Zicho terhenti pada sebuah foto bayi perempuan.
"I-ini?"
Dalam benaknya ia mengingat pernah melihat tanda yang sama pada lengan seseorang. Tanpa pikir panjang, Zicho mengambil foto itu dari album dan menyimpannya dalam dompet.
Zicho pun meletakkan kembali album itu pada tempatnya. Ia berpikir keras jika memang Hanna benar adiknya, maka ia harus berusaha untuk berhenti menginginkan Hanna.
"Baiklah, tak apa. Aku sudah mulai bersiap." gumam Zicho pada dirinya.
Zicho yang tadinya harus bersaing dengan Nicholas untuk mendapatkan Hanna kini tak perlu mengeluarkan effort lebih dan bahkan bisa mengusir Nicholas sesuka hati.
Zicho yang tak memiliki bukti yang lebih kuat sudah sangat yakin jika Hanna adalah adiknya yang sudah lama hilang diculik musuh keluarga Hamilton. Ada perasaan marah karena hal itu juga membuat ibunya meninggalkan dirinya.
"Ayah, apa ayah sudah tahu semuanya?" tanya Zicho kepada Hamilton.
"Soal apa?"
"Adikku," sahut Zicho singkat.
"Itu belum sepenuhnya terbukti. Jadi masih perlu waktu untuk memastikannya," sahut Hamilton tanpa memalingkan pandangannya kepada Zicho.
Zicho pun memilih pergi mencoba mencari bukti yang lebih kuat agar Hanna percaya. Tanpa Zicho tahu, Hanna lah yang berusaha menutupi identitas asli dirinya karena enggan terlibat dalam keluarga Hamilton. Terlebih lagi, sudah ada Karin yang menggantikan posisinya sebagai putri bungsu di keluarga Hamilton.
Hanna sebisa mungkin harus menghindari keluarga Hamilton demi menjaga dirinya. Hanna tahu jika ayah dan kakaknya itu orang baik, tapi sesuai dengan cerita Bella…
Marry Mr. Nicholas
Bab 51
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments