"Hanna ini kemana sih!" gerutu Zahra yang kian tak ada kabar dari Hanna.
"Kenapa dek? Kusut amat tuh muka," tanya Nicholas.
Zahra acuh karena tahu jika kakaknya hanya akan semakin meledeknya.
"Nggak sopan tau dek ditanya kakaknya nggak jawab," ucap Nicholas lagi.
"Diamlah kak, orang tak berkepentingan dilarang berbicara."
Nicholas semakin gemas dengan adiknya yang tengah kesal itu. Namun, ia tak bisa berbuat apapun karena jika adiknya mengamuk bisa-bisa rumah akan rata dengan tanah.
"Ma, Pa, Zahra izin pergi main sama ten Zahra ya. Nanti Zahra pulang jam 9 malam dan teman Zahra itu perempuan."
"Boleh saja, nanti ajak makan di rumah. Papa mau tau temanmu seperti apa," jawab Wijaya dengan santai, tapi tersirat niat ingin menyelidik.
Tatapan Zahra beralih pada Rosa yang masih menikmati teh. Ketika tahu putrinya tengah menunggu jawaban dari dirinya, Rosa langsung meletakkan tehnya dan mengangguk tanda setuju sembari tersenyum.
Zahra yang masih kesal terus mengacuhkan Nicholas meski ada didepannya.
Zahra pun bersiap-siap dan bergegas menuju mall tempat janjian dengan Hanna.
Ketika melihat balasan pesan dari Hanna, Zahra langsung membalas dan menacap gas menuju mall.
[Baiklah, aku tunggu di lobby]
...****************...
"Pa, kok papa izinin Zahra gitu aja sih pa?" tanya Nicholas khawatir.
"Dia sudah besar Nicholas. Seorang Zahra Zafarani Wijaya mana ada yang berani mengganggu?" lagi-lagi Wijaya menjawab dengan santainya.
Nicholas yang uring-uringan pun terus mondar-mandir sambil menelpon Alex untuk menyuruh beberapa bodyguard mengikuti Zahra.
Alex yang sulit dihubungi membuat Nicholas berteriak frustasi.
"Aarrrgghhhh...."
"Nicholas Nazriel Wijaya! Ini rumah, bukan hutan!" bentak Rosa menegur putranya yang berteriak frustasi.
Mendengar Rosa yang menyebut nama lengkapnya membuat Nicholas langsung diam tak berani bersuara.
Karena Alex tak bisa dihubungi, dengan terpaksa ia sendiri yang menyusul adiknya.
"Pa, Ma, Nicholas pamit mau ikutin Zahra. Bahaya cewek malem-malem pergi…
Marry Mr. Nicholas
Bab 11
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments