"Mas, sepulang kerja nanti jadi mau anter aku periksa ke dokter kandungan?" Tanya Niken sambil menyisir rambutnya.
"Tentu. Nanti aku akan jemput kamu di pabrik." Sahut Bima yang masih mengancing kemejanya.
Niken berdiri dan membantu merapikan pakaian Bima.
"Aku memang tidak salah pilih istri. Yang sabar dan mencintai dengan tulus. Maaf belum bisa membahagiakan kamu, Ken." Ucap Bima.
Niken menatap Bima.
"Aku sudah bahagia kok, Mas. Aku bisa menerima kamu apa adanya. Apalagi, sebentar lagi, kita tidak akan berdua, tapi bertiga." Sahut Niken sambil tersenyum.
Bima menunduk lalu menempelkan telinganya pada perut Niken yang mulai membuncit.
"Nak, sehat sehat ya di dalam sana. sebentar lagi kita akan bertemu. Papa akan ajari kamu mancing, atau main gitar, atau mau drum. Lalu papa akan ajak kamu jalan jalan keliling Yogya. Kita bisa main ke pantai setiap Minggu. Papa dan Mama sayang kamu, Nak. Yang sehat dan kuat ya." Ucap Bima, lalu mengelus perut Niken.
"Aku yakin, dia akan jadi anak yang sehat dan kuat." Sahut Niken sambil membelai rambut suaminya.
Niken keluar dari kamar, lalu menuju dapur. Menyiapkan bekal untuk suaminya dan dirinya.
Mereka sengaja berbelanja sendiri, supaya tidak merepotkan Bu Mirna, bahkan tak jarang Niken membantu membelikan gas atau membantu membayarkan tagihan listrik.
Bu Mirna hanya memperhatikan setiap gerak gerik Niken dengan sikap tak suka. Entah mengapa sampai saat ini pun, Bu Mirna masih merasa Niken tidak layak masuk dalam keluarganya.
Dalam pikirannya, Bu Mirna masih berharap Rima yang akan menjadi pendamping hidup Bima.
Bu Mirna sangat berharap berbesan dengan keluarga Rima yang memiliki keturunan Keraton, dan pengusaha. Dengan harapan jika kedua keluarga bergabung, maka bisnis batik keluarga Widodo akan menjadi semakin besar.
Bu Mirna hanya melirik sekilas saat Bima dan Niken berpamitan hendak berangkat bekerja.
"Kami berangkat duluan, ya, Pak, Bu."
"Iya, nanti tolong sekalian siapkan motif pesanan pelanggan yang kemarin, ya, Ken." Pesa…
Tirani Ibu Mertua
pilihan orang tua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments