"Selamat siang, Mamanya Laras, apakah saya boleh menitipkan Amanda di rumah lagi, karena saya ada pekerjaan mendadak, dan kemungkinan pulang sore."
Siang itu Niken, menerima panggilan telepon dari Satria, Papanya Amanda.
"Baik, Pak. Nanti Amanda akan pulang bersama Laras.
"Tapi, jika Mama Laras kerepotan, saya juga nggak apa apa. Amanda akan saya jemput dan ikut saya."
"Pak, saya, kan sudah bilang nggak apa apa. Bapak bekerja saja dengan tenang, dan Amanda dititipkan di tempat saya."
Sejenak Satria terdiam. Lalu menghela napas panjang.
"Maaf merepotkan, Bu. Terima kasih banyak atas bantuannya." Ucapnya kemudian.
Lalu panggilan ponselnya ditutup.
Begitu, hari hari Niken, kegiatannya bertambah dengan adanya Amanda yang dititipkan di rumahnya.
Niken pun tidak keberatan, bahkan senang, karena Laras ada teman bermain di siang hari.
"Mas, apa nggak keberatan, jika Amanda, temannya Laras itu kalo siang dititipkan di rumah kita?" Niken meminta ijin suatu malam, saat Satria, papanya Amanda meminta tolong Niken untuk menjaga Amanda di siang hari.
"Kamu terganggu nggak?" Bima balik bertanya.
"Sebenarnya, nggak sih. Apalagi Bude Ning juga masih ada, saat siang hari. Laras juga ada temannya kalo siang."
Sahut Niken.
"Kalo kamu nggak keberatan, dan tidak menggangu kesehatan kamu, aku nggak apa apa. Eh, papanya Amanda itu kerja apa sih? Terus mamanya di mana?"
"Kalo papanya aku belum sempat tanya tanya kerjanya apa. Tapi, kalo kata Laras, Mamanya Amanda sudah meninggal sejak dia masih kecil. Terus selama itu, dia diasuh sama nenek kakeknya, tapi kakeknya sudah meninggal, lalu beberapa bulan yang lalu neneknya meninggal. Makanya papanya memutuskan untuk pindah ke Yogya." Cerita Niken.
Bima menatap Niken lalu meraih jemari istrinya itu.
"Terima kasih, untuk semuanya. Kesabaran kamu, kebesaran hatimu, dan kamu benar-benar membuat aku merasa sangat bersalah."
Ucap Bima.
"Ah, sudahlah, Mas. Aku sudah memilihmu, menikah denganmu, dan aku menjalani semua ini dengan ikhlas."
Bima memeluk…
Tirani Ibu Mertua
Cerita Amanda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments