Dewa meletakkan kunci motornya di atas meja, meletakkan tas ransel berisi pakaian, lalu merebahkan tubuh di atas tempat tidur, yang hampir tiga bulan ini sama sekali tak disentuh olehnya.
Dewa menatap langit-langit kamar, yang terlihat ada rumah laba laba di sudut langit kamarnya.
Mala...
Dewa terus memikirkan wanita yang setahun belakangan ini mengisi hari harinya. Dan selama hampir enam bulan ini, dia telah tinggal satu atap dengan Mala. Dan tiga bulan terakhir, sama sekali tidak kembali ke rumah.
Namun, kejadian kemarin membuatnya terus berpikir dan memikirkan arah hubungan mereka.
"Mala! Mengapa aku sama sekali tak bisa melupakanmu?!" Dewa mengusap wajahnya dengan kesal.
Dewa akhirnya menyadari, bahwa Mala hanya menginginkan aktivitas fisik bersamanya, bukan untuk berhubungan secara serius untuk melangkah pada hubungan lebih lanjut.
Dewa merasa sangat bodoh sekali.
"Maaf, Wa, aku nggak bisa, jika kita melangkah ke jenjang pernikahan. Aku memiliki trauma dalam hubungan pernikahan, dan aku belum bisa melupakan semua hal yang menyakitkan itu." Tutur Mala saat mereka usai melakukan penyatuan.
Dewa berniat melamar dan meminta Mala menjadi istrinya.
"Mal, aku bukan lelaki seperti itu. Aku pun tak tega melakukan kekerasan, ataupun mengatakan hal yang menyakiti perasaan orang lain, terutama wanita. Aku punya Ibu dan adik perempuan, dan kamu bisa lihat perlakuanmu pada mereka."
"Ya, aku tahu, Wa. Tapi, aku lebih suka kita seperti ini. Berhubung tanpa ikatan. Aku pun tak akan meminta pertanggungjawabanmu dengan semua yang telah kita lakukan selama ini."
"Jadi, kamu tak serius denganku selama ini?" Dewa menatap wajah Mala.
Mala menegakkan punggung dan menyandarkan pada sandaran tempat tidur.
"Aku serius denganmu, Dewa. Sungguh. Aku pun menikmati setiap hal yang telah kita lakukan. Kebersamaan kita selama ini, kedekatanmu dengan putraku. Lalu kamu pada orang tuaku. Aku menyukainya. Tapi, aku belum siap, jika kita melangkah dalam pernikahan. Aku takut, kita berpisah pada akh…
Tirani Ibu Mertua
Dewa Pulang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments