"Niken, nanti malam datang ke rumah ya. Kita makan malam sama sama. Sudah hampir tiga bulan, kalian tidak mampir ke rumah." Pak Widodo berdiri di depan Niken yang sibuk memasukkan laporan keuangan pabrik.
"Oh, iya, Pak. Nanti saya sampaikan sama Mas Bima." Sahut Niken.
"Bapak tunggu kedatangan kalian di rumah nanti." Ucap Pak Widodo sambil tersenyum.
"Baik, Pak." Niken membalas senyuman ayah mertuanya itu.
"Bagaimana kandunganmu?"
Pak Widodo menatap perut Niken yang kian membesar.
"Baik, Pak. Mungkin bulan depan saya akan mengajukan cuti, menjelang hari lahiran bayi saya."
"Tidak perlu surat formalitas. Bapak pasti akan mengijinkan kamu. Nanti kamu limpahkan saja beberapa pekerjaan pada Seruni atau pada Mas Pur."
"Baik, Pak. Tapi, apa tidak sebaiknya, menambah karyawan lagi untuk bagian administrasi, Pak. Supaya meringankan pekerjaan Seruni, dan Bapak juga."
Pak Widodo manggut-manggut, memikirkan saran yang dilontarkan oleh Niken.
"Akan Bapak pertimbangkan. Terima kasih."
"Sama sama, Pak."
Pak Widodo meninggalkan Niken yang kembali menekuni laporan keuangannya.
Niken melirik menatap punggung bapak mertuanya sambil menghela napas.
"Mas Bima, pasti akan menolak mentah-mentah lagi undangan Bapak untuk makan di rumah." Gumam Niken sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangan.
Menjelang jam pulang. Niken merapikan meja kerjanya. Mengembalikan map binder pada rak penyimpanan file. Lalu memeriksa dan mengirimkan beberapa file laporan pada email Seruni dan Pak Widodo. Setelah itu mematikan layar komputer, dan merapikan kembali meja kerjanya.
"Tumben, tepat waktu." Tegur Bima saat melihat Niken muncul dari arah dalam pabrik.
"Kamu nggak mau masuk?" Tanya Niken.
"Buat apa?"
"Kamu nggak mau ketemu Bapak?" Tanya Niken.
"Ayo lah, Mas. Temui Bapak sebentar. Sudah lama kamu tidak bertemu, bahkan tak mengobrol dengan Bapak dan Ibu."
Imbuh Niken sambil menarik lembut lengan Bima dan menggamit pada lengan Bima.
Tatapan mata Niken seakan meminta belas kasihan. Sambil mengerjapkan ma…
Tirani Ibu Mertua
Kelahiran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments