Hari Minggu, Niken dan Bu Lusi sudah sibuk di dapur menyiapkan acara kecil kecilan di kediaman mereka untuk ungkapan syukur atas kesembuhan Niken.
Bude Ning, juga ikut membantu di dapur, sambil ditemani oleh Laras yang juga sibuk mondar mandir di dapur, lalu ke kamarnya, lalu ke ruang tengah melihat papanya yang sibuk menata tempat, karena karyawan pabrik juga mereka undang untuk datang.
"Bu, kira kira cukup nggak, ya?" Tanya Niken sedikit khawatir dengan bakso yang menjadi hidangan mereka.
"Orang berapa sih?" Tanya Bu Lusi.
"Paling sekitar dua puluh sampe dua puluh lima, Bu."
"Cukup lah. Kan dicampur sama telur puyuh juga, kan. Jadi biar banyak isinya."
"Ya."
Niken mulai menggoreng risoles yang semalam sudah dibuatnya dan disimpan di dalam lemari pendingin.
"Mbak Niken, ini minumannya langsung saya taruh di depan saja, ya."
Ucap Bude Ning sambil membawa termos air berisi teh dan kopi panas.
"Oh, ya, Bude. Jangan lupa gelas sekali pakainya ditaruh langsung juga di meja, biar nggak lupa." Sahut Niken.
"Baik, Mbak."
*
Sementara itu, Seruni sedang bersiap-siap mematut diri di depan cermin kamarnya, bersiap hendak pergi ke rumah kakaknya.
Dewa juga sedang bersiap di kamarnya juga.
Bu Mirna seperti biasa, mengurus taman bunganya di saat senggang.
"Tumben, kalian mau ke mana?" Tanya Bu Mirna saat melihat Dewa dan Seruni keluar dari kamar masing-masing dengan pakaian rapi.
"Mau jalan, Bu." Sahut Dewa berusaha tenang
"Ke mana? Acara apa?" Tanya Bu Mirna penasaran, karena Dewa dan Seruni, jarang bepergian berdua.
"Mau ke rumah Mas Bima." Sahut Seruni.
"Ohh." Bu Mirna hanya menanggapi dengan oh saja.
"Sudah mulai sombong ya, Bima. Awas, jika dia senang senang memakai uang pabrik!" Ancam Bu Mirna dengan raut wajah tak suka.
Seruni menarik lengan Dewa untuk segera pergi dari rumah meninggalkan ibu mereka.
"Kami pergi, Bu!" Seruni berseru sambil berlalu dari hadapan Bu Mirna diikuti Dewa.
Mereka tak peduli lagi ketika Bu Mirna mulai mengomel.
"Dasar! Seharusnya lebih memilih ibu…
Tirani Ibu Mertua
Syukuran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments