"Pak, tunggu di sini dulu, ya. Saya mau ke dalam, menunggu Laras, biar dia nggak bingung."
Niken turun dari becak, dan berpesan pada tukang becak langganannya untuk menunggu.
Niken menunggu di dekat pintu keluar sekolah, supaya Laras bisa melihatnya dengan jelas.
TENG TENG TENG!
Suara bel, tanda pelajaran berakhir terdengar. Terdengar pula riuh sorak anak anak di beberapa kelas. Niken hanya tersenyum.
"Loh, mamanya Laras, sudah sembuh?"
"Iya." Sahut Niken sambil tersenyum menanggapi sapaan seorang ibu ibu.
Sebenarnya, Niken pun kurang mengenalnya, tapi, tetap berusaha untuk ramah.
"Mama!" Laras berlari kecil sambil menggendong tas ranselnya menuju ke tempat Niken.
"Laras sudah menebak, kalo Mbah yang menjemput."
"Tapi, mama yang jemput!" Seru Niken sambil merentangkan tangannya untuk memeluk putri satu satunya itu.
"Ayo kita pulang!" Ajak Niken sambil menggandeng putrinya.
"Mama, kita naik apa?"
"Mama tadi naik becak, itu, bapaknya masih nunggu."
Laras tersenyum, lalu berjalan bersama mamanya menuju becak.
"Ma, tadi di sekolah ada teman baru, dari Jakarta. Namanya Amanda. Cantik lagi. Memang kalo orang kota itu cantik cantik, ya, kayak artis."
"Memangnya, siapa bilang orang kota saja yang cantik. Di Yogya banyak juga kok yang cantik. Contohnya gadis kecil yang ada di sebelah mama ini."
Niken menjawil hidung putrinya.
"Ah, mama ini. Paling pintar kalo memuji orang."
Keduanya tertawa bersama.
"Ma, lihat itu Amanda, anak baru itu, kok dia jalan sendiri gitu?"
"Dia nggak ada yang jemput?" Tanya Niken.
"Nggak tahu." Sahut Laras menggelengkan kepalanya.
"Pak.. Pak, tolong berhenti sebentar!" Pinta Niken sambil menoleh ke belakang pada tukang becak yang sedang mengayuh pedal sepeda.
"Nggih, Bu." Sahut tukang becak dengan sopan sambil menepikan becaknya di pinggir jalan.
"Kamu tunggu, di sini, biar, mama yang tanya temanmu."
Laras mengangguk.
"Tunggu sebentar, ya, Pak." Pinta Niken sekali lagi dengan sopan pada tukang becak.
"Baik, Bu."
Niken berjalan menghampiri seorang bo…
Tirani Ibu Mertua
Teman Baru Laras
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments