Niken menyiapkan makan malam untuk Bima dan Laras.
"Tumben, Mas, pulang cepat." Tanya Niken usai melihat Bima keluar dari kamar mandi.
"Aku kangen sama kamu." Sahut Bima sambil mendekati Niken dan menciumi Niken.
"Ahhh... Sudah, dong, Mas! Malu, nanti Laras lihat!" Protes Niken.
"Ciye... Ciye... Papa dan Mama mau sayang sayangan!" Tiba tiba Laras berteriak meledek orang tuanya sambil tertawa.
Niken buru buru mendorong tubuh Bima dan mengambil makanan dari dapur.
"Sudah, Laras makan dulu!" Teriak Niken dari ruang makan.
Bima hanya tertawa geli mendengar istrinya mengomeli putrinya itu.
"Sudah, lha kita kan memang suami istri, jadi wajar dong, kalo aku mau mencium istriku." Bima membela diri sambil duduk di kursi.
"Laras juga nggak apa apa, kok, Ma. Senang."
Bima dan Laras saling berpandangan, lalu keduanya tertawa kecil, dan melakukan tos.
"Sudah, ayo makan dulu."
Mereka menikmati makan malam dengan tenang sambil mengomentari masakan Niken dan menceritakan kegiatan mereka hari itu.
Tok...tok...tok..
"Mas, ada tamu?" Niken menatap Bima heran.
Bima membalas tatapan Niken.
"Biar aku yang lihat."
Bima berdiri dan menuju ke ruang tamu untuk melihat siapa tamu yang datang malam itu.
Niken mengikuti dari belakang.
Bima menyingkap tirai jendela untuk melihat tamunya.
"Runi?"
Bima lalu membukakan pintu untuk adiknya itu.
"Seruni?"
Bima menatap Seruni dengan heran.
Wajah Seruni sembab dan membawa tas besar. Seruni lalu duduk di kursi, dan hanya diam.
"Ada apa, Runi?" Niken menghampiri Seruni, dan membelai punggung adik iparnya itu.
Seruni masih diam, dan menundukkan kepalanya.
"Kamu pergi dari rumah?" Tanya Bima.
Seruni perlahan menegakkan kepalanya, dan menatap dua kakaknya itu bergantian.
"Aku muak dengan Ibu, Mas. Setiap kali aku dijodohkan dengan anak teman temannya. Tapi, semuanya nggak ada yang beres. Terakhir dia menjodohkan aku dengan Bram, anaknya Bu Bagyo, teman Ibu. Aku menurutinya, dan Mas tahu? Bram itu baru pertama kali ketemu sudah ngajak ke hotel. Gila nggak?"
…
Tirani Ibu Mertua
Masalah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments