"Hari ini aku menemani Bapak, mengantar barang ke Sragen, Mas. Mungkin pulangnya lebih sore." Ucap Niken sambil menyuapkan sesendok nasi goreng dalam mulutnya.
"Tumben?"
"Iya, Mas Pur dinas ke Semarang. Jadi, Bapak minta tolong aku, untuk menemani. Seruni tidak bisa, karena mengurus orderan beberapa pelanggan yang janjian datang mengambil. Bagi bagi tugas, ceritanya."
"Iya. Nggak apa-apa. Kamu nyaman kerja di pabrik?" Tanya Bima sambil menatap Niken lembut.
"Sejauh ini, aku nyaman, Mas."
"Dengan ibuku?" Lanjut Bima.
Niken terdiam. Dia mengehela napas panjang, lalu membalas tatapan Bima.
"Aku berusaha berdamai dengan keadaan, Mas. Dia ibumu. Dan bagian dari dirimu. Putri kita juga mewarisi darah ibumu, aku tidak bisa mengelak semua itu. Meski pun dia terkadang membuatku tak nyaman, tapi aku yakin, Tuhan akan memberi lapang dada untuk diriku dan dapat membuat ibu dapat melunakkan hatinya."
Bima menatap Niken, lalu meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat.
"Aku tak salah memilih istri." Ucapnya.
"Sudah, ah! Gombal melulu." Sungut Niken sambil menghabiskan sisa nasi goreng dalam piringnya.
*
"Selamat siang, Bu...!" Dapat Sarah sambil berdiri dan memasang senyum manis pada Bu Mirna saat masuk ke dalam kantor pabrik.
"Bapak di mana?" Tukas Mirna.
"Oh, Bapak sedang pergi sama Mbak Niken ke Sragen." Jawab Sarah masih sambil tersenyum.
Raut wajah Bu Mirna seketika menekuk, dan mengerutkan keningnya penuh selidik.
Membuat Sarah mendadak ciut dan khawatir, jika dia melakukan kesalahan.
"Kapan?"
"Tadi pagi, Bu. Mungkin sebentar lagi pulang." Jawab Sarah lirih.
"Seruni mana?"
"Mbak Runi, sedang mengecek di belakang, Bu." Sarah menunjuk ke arah dalam pabrik.
Bu Mirna langsung masuk, tanpa menoleh lagi pada Sarah.
"Runi...! Runi..! Seruni...!" Panggil Bu Mirna dengan suara lantang berulang kali.
"Astaga, Ibu! Ngapain sih, pakai teriak teriak segala! Nggak sekalian pakai toa saja, apa, biar tambah kenceng!" Seruni tergopoh-gopoh menuju ke arah Bu Mirna sambil mengomel.…
Tirani Ibu Mertua
Terungkap Alasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments