"Mas, kamu kelihatan capek banget. Aku siapkan makan, ya? Belum makan, kan?" Niken menghampiri Bima dan duduk di bibir ranjang sambil mengusap wajah Bima dengan lembut.
Bima hanya tersenyum sambil meraih tangan Niken, lalu mencium jemari itu.
"Kamu selalu tahu yang paling aku butuhkan. Ya, akhir akhir ini makin banyak kerjaan ke luar kota. Untung ada Dewa dan Seruni yang bisa aku andalkan untuk mengurus pabrik."
Niken mengangguk pelan.
"Tadi Dewa mengajak pacarnya. Masih kuliah, tingkat tiga. Anak ekonomi, dari Surabaya."
Bima mengangguk, lalu menegakkan tubuhnya menyimak cerita Niken.
Niken menceritakan tentang kekasih Dewa pada Bima dengan gembira dan antusias. Memuji bahwa Mawar termasuk mahasiswi yang pintar, dan bekerja sambilan menjadi asisten dosen. Di kampusnya.
Sejenak Bima tertegun mendengarnya, kampus yang sama dengan Ayu, jurusannya juga sama. Tahun nya juga sama, terlebih asalnya dari kota yang sama dengan Ayu.
"Dia cerita apa saja padamu?"
"Siapa? Mawar?"
Bima mengangguk.
"Ya cerita tentang kuliah, lalu awal ketemu sama Dewa, pas acara pameran di kampus. Kebetulan waktu itu pabrik masuk rekomendasi tempat usaha yang kerjasama dengan pihak kampus untuk beberapa seragam untuk berbagai acara."
Bima mengangguk mengerti.
"Sudah ah, aku siapkan makan dulu."
Niken berdiri, lalu keluar kamar menuju dapur untuk menyiapkan makan siang yang terlambat Bima.
Tak lama, Bima keluar dari kamar dan duduk di kursi pada ruang makan, lalu menikmati makan siangnya.
"Laras, menang lomba menyanyi di sekolah. Dua minggu lagi akan ikut lomba menyanyi di Mall. Kejuaraan menyanyi antar sekolah, Mas."
"Loh, Laras bisa menyanyi?" Bima menatap Niken seolah tak percaya.
"Iya, dia pintar menyanyi. Makanya, Dewa sering aku suruh datang untuk mengajari Laras bernyanyi."
Bima hanya mengangguk dan tersenyum bangga mendengar cerita Niken.
Mereka berbincang sejenak usai Bima menikmati makan siangnya.
"Mas, kapan kapan ambillah cuti. Kita berlibur bersama. Atau Mas Bima bisa beristirahat di…
Tirani Ibu Mertua
Ketahuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments