Seruni membukakan pintu, betapa terkejutnya, saat melihat sosok yang berdiri di depan pintu rumah kakaknya itu.
"Eh, ada apa?" Seruni tergagap.
"Loh, kamu?" Satria tak kalah herannya.
"Mau apa kemari?" Tanya Seruni lagi.
"Mau menjemput Amanda."
"Papa...! Kok sudah datang? Katanya jam tigaan?" Belum selesai Seruni terkejut dan mencerna semua yang terjadi, Amanda datang menghampiri Satria, disusul oleh Laras.
"Loh, Om, kok sudah jemput Amanda?"
Satria terkekeh mendengar pertanyaan gadis kecil itu.
"Pekerjaan Om sudah selesai. Makanya langsung jemput Amanda, biar kamu dan mamamu bisa istirahat juga."
"Tapi, Mama sedang ke rumah sakit. Ini Bulik Runi yang jagain kita sebentar." Sahut Laras.
"Tante Runi pinter loh, Pa. Tadi bantuin ngerjain pr kami juga. Cepat dan mudah dipahami lagi. Tante Seruni juga lucu. Pintar bikin cerita lucu, sampai kita tertawa geli sendiri." Puji Amanda sambil tersenyum menatap Seruni.
"Oh, iya. Jadi, Niken itu Mbakmu?"
"Kakak ipar ku. Kakakku Mas Bima."
"Oh, pemilik pabrik batik itu?"
Seruni mengangguk.
"Pabrik itu milik keluarga kami. Dan sekarang setelah Bapak meninggal, Mas Bima, Mas Dewa, dan aku yang mengurusnya." Cerita Seruni.
Satria mengangguk angguk mendengarkan cerita Seruni.
"Oya, mau masuk dulu?" Seruni menawarkan.
"Oh, nggak usah, di sini saja. Ayo, Manda, bereskan barang milikmu, lalu kita pulang!"
Satria menatap putrinya, lalu tanpa banyak komentar, Amanda langsung membereskan bukunya dan memasukkan dalam tas ransel. Lalu berpamitan pada Seruni.
*
"Mbak, cepat hitung belanjaan saya!" Ucap Bu Mirna saat melihat Niken masuk ke minimarket yang sama.
"Oh, Ibu. Sedang belanja juga?" Niken menegur ibu mertuanya itu sambil tersenyum.
Bu Mirna menatap Niken seolah tak percaya. Dia menatap menantunya itu dari ujung kepala, hingga kaki.
"Kamu?"
Bu Mirna melotot menatap tajam ke arah Niken.
"Iya, Bu. Saya mau belanja juga. Sama siapa, Bu?" Niken masih dengan ekspresi yang sama menatap ibu mertuanya itu.
"Sendiri. Baguslah kamu sudah sembuh…
Tirani Ibu Mertua
Satria Sakit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments