Jejak Yang Lengket

Pagi hari di Jakarta. Matahari menyengat tanpa belas kasihan, memantul di atas aspal panas dan kap mobil berdebu. Suasana padat seperti biasa—deru motor, klakson, pedagang kaki lima berteriak menawarkan lontong sayur dan rokok eceran. Tapi untuk Ajie, semuanya terasa asing.

Langkahnya berat menyusuri trotoar sempit di bilangan Kalideres, mengikuti Melly yang berjalan di depannya sambil membawa tas kanvas besar.

"Ke mana kita?" tanya Ajie, suaranya agak serak setelah semalaman tak tidur.

"Ke sumbernya," jawab Melly singkat.

“Lo bisa gak ngomong kayak orang normal, bukan kayak agen rahasia?”

Melly menoleh sekilas, senyum sinis menghiasi wajahnya. “Kalo lo tahu separah apa kasus ini, lo bakal pengen pake topeng juga.”

Ajie mendesah, lalu mempercepat langkahnya. Bahu mereka nyaris bersentuhan saat mereka berbelok ke gang sempit yang tembus ke pasar onderdil—tempat yang hanya diketahui oleh para montir veteran dan pemburu suku cadang langka. Tempat ini bukan cuma pasar, tapi semacam urat nadi dari dunia bengkel bawah tanah.

“Tunggu... kita ke sini?” gumam Ajie. “Dulu tempat ini jual kampas rem bajakan sama kabel bodong.”

“Sekarang mereka juga jual informasi,” bisik Melly.

Mereka masuk ke sebuah kios kecil di ujung gang—tertutup terpal dan bau besi tua yang menusuk. Di dalam, seorang pria tua berambut putih berdiri membelakangi mereka, sedang membersihkan semacam pompa oli besar.

“Bang Ucup,” sapa Melly pelan.

Pria itu menoleh. Matanya kecil, licik, dan tak pernah lepas dari pandangan mencurigai.

“Melly...” gumamnya. “Kukira lo udah mati di Thailand.”

“Masih ada napas sedikit,” jawab Melly sambil mengangkat dua jari. “Gue butuh data. Tentang pengiriman cat dari perusahaan luar. Yang ilegal.”

Bang Ucup menyipitkan mata. “Cat?”

Ajie melangkah maju. “Yang warnanya nggak normal. Mengkilap kayak logam. Disuplai ke bengkel tempat gue kerja.”

Pria tua itu mengerutkan kening. Lalu ia mengambil kunci, membuka laci berkarat, dan mengeluarkan map plastik penuh dengan kertas kusam dan label-barcode.

“Mereka nyebutnya Project WN-13,” katanya. “Cat khusus buat kendaraan militer ringan. Tapi bocor ke industri sipil. Pake jalur pasar gelap. Lo kerja di Bengkel Laksana, ya?”

Ajie mengangguk cepat.

“Ya... mereka dapet batch dari importir tak resmi. Dikirim dari Batam, masuk lewat pelabuhan kecil. Ada cap perusahaan Altheron, tapi semua disamarkan.”

Melly menunduk membaca salinan faktur yang ditunjukkan Bang Ucup. Logo Altheron disamarkan sebagai nama perusahaan cat lokal: "PT Warna Hidup."

"Licik banget," gumam Melly.

Ajie hanya bisa menatap daftar itu. Semuanya legal di atas kertas, tapi ia bisa melihat celah-celah manipulasi. Tanda tangan palsu. Stempel logistik tiruan. Dan sekarang cat itu ada di dalam tubuhnya.

“Kalau mereka tahu lo masih hidup,” kata Bang Ucup sambil melirik tajam ke Ajie, “lo bakal jadi target. Entah buat dihabisin... atau dikurung buat dijadiin kelinci percobaan.”

Ajie bergidik.

“Terima kasih, Bang,” kata Melly cepat, lalu menggamit lengan Ajie. “Kita pergi.”

Begitu mereka keluar dari kios, Ajie menarik nafas dalam. “Gue gak percaya ini beneran kejadian. Semua ini kayak... film fiksi ilmiah.”

Melly menatapnya sebentar. “Ini dunia yang lo masukin sekarang. Dan sayangnya, pintunya udah lo lewatin.”

Mereka berjalan cepat menuju parkiran motor tua milik Melly. Sebuah CB lama, meski bodinya kumal, suaranya masih halus. Melly menyerahkan helm ke Ajie.

“Gue gak suka bonceng cewek,” kata Ajie setengah bercanda.

“Gue juga gak suka bonceng cowok,” sahut Melly sambil nyengir.

Mereka tertawa pendek, lalu tancap gas meninggalkan pasar onderdil. Tapi belum jauh, suara sirene polisi tiba-tiba terdengar dari belakang. Dua mobil Patwal memotong jalan, lalu satu unit kendaraan lapis baja tak dikenal muncul dari arah berlawanan.

“Apa-apaan ini?” seru Ajie.

“Pegangan!” seru Melly.

Motor menukik tajam ke gang sempit, nyaris menabrak gerobak siomay. Tembakan peringatan terdengar dari belakang. Orang-orang berhamburan.

“Kenapa mereka nembak?” tanya Ajie panik.

“Mungkin karena lo viral, Jie!” balas Melly. “Atau mereka bukan polisi beneran!”

Ajie menoleh, dan matanya menangkap sesuatu yang aneh. Dari salah satu kendaraan yang mengejar, muncullah sosok tinggi besar memakai seragam mirip taktis, tapi tanpa logo apapun. Wajahnya tertutup masker logam. Tapi yang paling mengerikan adalah lengannya—bukan lengan manusia. Sebuah alat seperti penyembur dipasang di tangan kanan.

Dorr!!

Ledakan kecil meledak di depan mereka. Jalanan bergetar. Melly membelok mendadak dan nyaris jatuh, tapi bisa menguasai motor.

“Lo punya ide?” teriak Ajie.

“Gue selalu punya ide!” jawab Melly sambil merogoh tas selempangnya.

Dari dalamnya, ia menarik sesuatu—semacam tabung silinder dengan kabel-kabel terjuntai. Dalam waktu singkat, dia sambungkan ke knalpot motor. “Tahan napas!”

Saat tombol dipencet, knalpot menyemburkan kabut tebal berwarna hitam pekat seperti bom asap.

Motor mereka menghilang dari pandangan musuh.

 

Setelah hampir satu jam menyusuri jalanan belakang dan kanal kecil, mereka berhenti di sebuah gudang tua di pinggiran Rawamangun. Di sinilah Melly menyembunyikan basecamp sementaranya.

Begitu masuk, Ajie langsung terjatuh ke lantai beton, kelelahan.

“Ini semua... kebanyakan buat satu hari,” gumamnya.

Melly menaruh tasnya, lalu membuka sebuah laci berisi perkakas. Ia tak langsung bicara. Wajahnya kini lebih serius dari sebelumnya.

“Lo lihat tadi siapa yang ngejar kita?”

Ajie mengangguk pelan.

“Bukan polisi. Mereka dari unit swasta. Mungkin salah satu pasukan hitamnya Altheron. Dan itu artinya…”

“Mereka tahu gue masih hidup,” potong Ajie.

Sunyi.

“Lo gak bisa balik ke rumah sekarang,” kata Melly. “Gue punya satu tempat lagi. Tapi sebelum itu... kita harus pastikan lo ngerti gimana kekuatan lo bekerja.”

Ajie duduk. “Maksud lo?”

“Lo bilang tadi: warna cat keluar sesuai emosi, kan?”

Ajie mengangguk.

Melly membuka map yang tadi mereka dapat. Ia menunjukkan satu diagram rumus bahan cat, lalu membuka buku catatan miliknya—penuh coretan, grafik, dan sketsa reaksi kimia.

“Gue curiga tiap warna merespons senyawa hormon berbeda dalam tubuh. Misalnya, merah muncul saat lo marah. Biru saat takut. Kuning saat panik. Hijau... bisa jadi saat lo ngerasa terjebak atau pengen kabur.”

Ajie mengusap wajah. “Jadi, emosi gue nyambung ke senyawa kimia dalam cat ini? Gue kayak... kaleng semprot hidup?”

“Bisa dibilang begitu.”

Ajie tertawa lelah. “Sial banget hidup gue.”

Melly menatapnya. “Lo masih punya pilihan, Jie. Lo bisa kabur... atau lo bisa lawan. Tapi lo harus ngerti dulu siapa lo sekarang.”

Ajie terdiam. Lalu menatap tangannya. Ia mengepalkannya. Perlahan, dari sela-sela jari, muncul cairan merah mengilap—bergetar, seperti mendengarkan perintah.

“Gue gak tahu bisa kontrol ini atau nggak…”

“Tapi lo udah mulai mencoba,” sahut Melly.

Ajie mengangguk.

Dan untuk pertama kalinya sejak ledakan itu, ia merasa... sedikit lebih siap menghadapi hari esok.

Episodes
1 Ledakan Di Bengkel
2 Ledakan Dalam Diri
3 Warna Pertama
4 Yang Mengetuk Pintu
5 Jejak Yang Lengket
6 Laboratorium Dadakan dan Cat Ajaib
7 Warna Perang
8 Kemunculan JunkCore
9 Ratu Torsi
10 Spectrum Core
11 The Painters
12 Aliran yang tak nyaman
13 Diagnosi Warna
14 Uji Warna
15 Jejak Di Balik Warna
16 Warna vs Besi
17 Kandang Cat
18 Spectrum yang tak terbendung
19 Retakan di dalam neraka
20 Spektrum Amarah
21 Masa Lalu Junkcore
22 Eksperimen Fase dua
23 Peluru dan Pecahan Diri
24 Warna Terakhir
25 Akhir dari altherion
26 Dua Bulan Setelah Langit Terbakar.
27 Ancaman Baru
28 Sahabat yang jadi cinta
29 Perpisahan
30 Lampu, Sorotan dan Undangan Yang Mengejutkan
31 Kemunculan Glamora
32 The Painters VS Glamora
33 Kegelisahan Ajie
34 Menganalisa kelemahan musuh
35 Sorotan Palsu
36 Abu Dan Sorotan
37 Ratu Tanpa Bayangan
38 Gearstrom
39 Yang Tersisa Di Balik Sorotan
40 Di Balik Sel
41 Neon Dan Lumpur
42 Kota Yang Mabuk
43 Rumah, Ribut-Ribut dan Roti Bakar Keju
44 Kota Tanpa Wajah
45 Balas Dendam Dari Ketinggian
46 Kedatangan Tengkorak Hitam
47 Pengadilan dari seorang pembela
48 Simfoni Baja dan Cat
49 Janji Di Tengah Kehancuran
50 Jalan Menuju Jurang Hasrat
51 Pilihan Yang Sangat Sulit
52 Jejak Kegelapan dan Panggilan Dari Markas
53 Jejak Kegelapan dan Panggilan dari Markas
54 Percakapan Di Tepi Jurang
55 Sekutu Gelap
56 Kedatangan Sang Pena Bulu Emas
57 Kolektor Pedang VS Kolektor Topeng
58 Topeng Putih dan Tarian Kematian
59 Lumen Sigil Dan Kemarahan Murni
60 Sentuhan Kekasih
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Ledakan Di Bengkel
2
Ledakan Dalam Diri
3
Warna Pertama
4
Yang Mengetuk Pintu
5
Jejak Yang Lengket
6
Laboratorium Dadakan dan Cat Ajaib
7
Warna Perang
8
Kemunculan JunkCore
9
Ratu Torsi
10
Spectrum Core
11
The Painters
12
Aliran yang tak nyaman
13
Diagnosi Warna
14
Uji Warna
15
Jejak Di Balik Warna
16
Warna vs Besi
17
Kandang Cat
18
Spectrum yang tak terbendung
19
Retakan di dalam neraka
20
Spektrum Amarah
21
Masa Lalu Junkcore
22
Eksperimen Fase dua
23
Peluru dan Pecahan Diri
24
Warna Terakhir
25
Akhir dari altherion
26
Dua Bulan Setelah Langit Terbakar.
27
Ancaman Baru
28
Sahabat yang jadi cinta
29
Perpisahan
30
Lampu, Sorotan dan Undangan Yang Mengejutkan
31
Kemunculan Glamora
32
The Painters VS Glamora
33
Kegelisahan Ajie
34
Menganalisa kelemahan musuh
35
Sorotan Palsu
36
Abu Dan Sorotan
37
Ratu Tanpa Bayangan
38
Gearstrom
39
Yang Tersisa Di Balik Sorotan
40
Di Balik Sel
41
Neon Dan Lumpur
42
Kota Yang Mabuk
43
Rumah, Ribut-Ribut dan Roti Bakar Keju
44
Kota Tanpa Wajah
45
Balas Dendam Dari Ketinggian
46
Kedatangan Tengkorak Hitam
47
Pengadilan dari seorang pembela
48
Simfoni Baja dan Cat
49
Janji Di Tengah Kehancuran
50
Jalan Menuju Jurang Hasrat
51
Pilihan Yang Sangat Sulit
52
Jejak Kegelapan dan Panggilan Dari Markas
53
Jejak Kegelapan dan Panggilan dari Markas
54
Percakapan Di Tepi Jurang
55
Sekutu Gelap
56
Kedatangan Sang Pena Bulu Emas
57
Kolektor Pedang VS Kolektor Topeng
58
Topeng Putih dan Tarian Kematian
59
Lumen Sigil Dan Kemarahan Murni
60
Sentuhan Kekasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!