“Gue gak percaya kita bakal ngelakuin ini di bekas pabrik es krim,” kata Ajie sambil menatap sekeliling.
Gudang besar itu memang penuh jejak masa lalu. Ada poster-poster kartun kucing lucu di dinding yang mengelupas, rak kosong bekas tempat freezer, dan satu tangki stainless steel besar bertuliskan "Vanilla King." Di sudut ruangan, Melly sedang memasang sejenis panel listrik portabel, sementara di dekatnya ada meja panjang penuh alat ukur, kabel, dan satu helm las yang masih ada sisa permen karet menempel.
“Eh, daripada lo ngeluh, mending tolongin gue pasang sensor ini,” sahut Melly sambil melemparkan satu ikat kabel ke arah Ajie.
Ajie menangkapnya dengan enggan. “Sensor ini bakal bantu ngapain?”
“Nangkap reaksi kimia dari tubuh lo setiap kali cat keluar. Gue sambungin ke tablet ini biar bisa dicatat. Gue mau lo nguji satu-satu warnanya.”
Ajie mengangguk—meski setengah masih skeptis.
Ia berdiri di tengah ruangan, di atas satu garis lingkaran yang sudah ditandai cat semprot. Melly duduk di balik meja, helm las di kepala dan laptop terbuka.
“Oke, kita mulai dari warna merah. Lo bilang itu muncul pas lo marah, kan?”
“Yap.”
“Oke. Coba ingat-inget sesuatu yang bikin lo pengen nimpuk orang.”
Ajie menghela napas, lalu menutup mata.
“Muka Pak Darto waktu nahan gaji lembur gue tiga bulan,” gumamnya.
Melly cekikikan. “Itu udah cukup valid.”
Ajie mengepalkan tangan. Detik berikutnya, dari lengannya, semburat merah keluar. Mengalir dari pori-pori seperti kabut cair, lalu berubah menjadi semburan seperti semprotan cat mobil bertekanan tinggi. Cairan merah menghantam dinding gudang, menimbulkan letupan kecil dan bau hangus.
“Oke! Cat merah \= ledakan tekanan tinggi. Dicatat!” teriak Melly sambil mengetik cepat.
Ajie menggoyangkan tangan. “Panas banget, sumpah. Kayak... bakar kulit sendiri.”
“Normal. Arahkan ke luar lain kali, bukan ke dinding dekat tangki gas!”
“Lo yang suruh gue marah di tempat sempit!”
“Gue gak nyuruh lo meledak literal juga, Bodoh!”
Ajie nyengir. “Yah, sekaran…
The Painters : Colour Wars
Laboratorium Dadakan dan Cat Ajaib
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments