Tembakan dari belakang menghantam punggung Ajie—dentuman keras dan cahaya menyilaukan menyapu lorong gelap fasilitas. Tubuhnya terhuyung, nyaris ambruk ke lantai beton yang retak karena ledakan sebelumnya.
Namun, detik berikutnya, sesuatu terjadi.
Kulit Ajie yang basah oleh keringat dan darah tiba-tiba dilapisi warna hijau menyala, seperti lapisan pelindung yang hidup. Warna itu menjalar cepat di punggungnya, membungkus tulang belikat, turun ke pinggang dan lutut. Tembakan yang barusan seharusnya menembus tubuhnya, hanya memantul, seperti dihantam perisai tak kasat mata.
“Dia... berubah warna lagi?” gumam Faisal dengan wajah setengah ngeri, setengah kagum.
Ajie berdiri perlahan. Wajahnya tak lagi panik. Sorot matanya tenang, tapi di balik ketenangan itu ada badai. Tangannya mengepal, dan dari sela-sela jari, tetesan cat ungu berkilau mulai menetes ke lantai. Cat itu panas, berdenyut, dan hidup.
Di sisi lain, Melly yang setengah terhuyung, berdiri dengan nafas terengah. Armor Torque Queen-nya sudah hangus di beberapa bagian. Bahunya berdarah, dan helmnya pecah di sisi kanan. Ia menatap Ajie dan menarik napas panjang, lalu mulai membuka satu per satu pengikat armor-nya.
“Apa yang lo mau, Ajie...” katanya lirih, “ambil aja. Ini armor... sekarang punya lo.”
Ajie menatapnya. Melly menjatuhkan armor itu ke lantai, membiarkannya bergetar saat menghantam besi.
Faisal menoleh ke mereka. “Gila... dia mau gabungin cat itu sama armor Torque Queen? Gila... ini pasti gila...”
Ajie menghampiri armor itu, lalu berlutut.
Tangannya bergetar. Ia menatap armor yang dulu dirancang untuk perang, kini kosong, hanya cangkang.
“Waktunya berubah,” bisiknya.
Dari telapak tangan kirinya, cat ungu meledak keluar—memercik seperti ledakan senyap. Ia menyapu permukaan armor itu, mengecat seluruh bagian depan dada dan bahu, seperti pelukis mewarnai kanvas. Warna cat itu tidak mengering biasa. Ia menyatu. Meresap. Membentuk lapisan baru. Retakan-retakan lama menyatu kembali. Sendi mekanik berderak s…
The Painters : Colour Wars
Warna Terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments