Suara tembakan dari pistol Adharma yang meleset dari target memecah ketegangan, membuat Ajie, Melly, dan Faisal harus melompat menghindar. Tapi sebelum mereka bisa bereaksi, sebuah suara lain terdengar.
“Tentu saja Adharma tidak membunuh, The Closer. Dia hanya ingin bermain.”
Sosok Bhayangkara melangkah masuk. Aura humoris dan santai yang tercermin dari cara jalannya berbanding terbalik dengan sorot matanya yang tajam dan serius. Dia tidak buru-buru. Dia melangkah dengan percaya diri, kakinya menginjak serpihan kaca dengan ritme yang stabil.
Faisal, yang tadi sempat kaget, kini berdiri tegap. “Gila… siapa lagi ini? Ini apotek apa pasar? Kok rame banget?”
“Hati-hati,” bisik Melly ke Ajie, matanya yang tajam mengunci pergerakan Bhayangkara.
Bhayangkara berhenti beberapa meter di depan mereka. Senyum tipis terukir di wajahnya. Dia menatap Ajie, lalu Faisal, dan akhirnya pandangannya berhenti pada Melly. Senyumnya memudar. Matanya menjadi dingin, seolah sedang mengamati target dari balik teropong senapan.
“Maaf-maaf,” kata Bhayangkara, suaranya halus tapi penuh nada perintah. “Saya cuma lagi kerja. Mungkin bisa dibilang… side job.”
Ia mengangkat tangan kanannya. Di genggamannya, sebuah pena emas yang elegan mulai bersinar, energi sihir dan sains yang berasal dari Pena Emas The Closer berdenyut, membentuk proyektil energi di ujungnya.
Bhayangkara mengangkat tangannya pelan, mengarahkan moncong pena itu tepat ke kepala Melly.
“Angkat tangan, nona,” katanya, suaranya kini sekeras baja. “Aku bisa memecahkan kepalamu dalam waktu singkat. Percayalah, ini akan jadi pemandangan yang buruk.”
Melly membeku. Senyum sarkastik di wajahnya menghilang. Ia tahu apa itu Pena Emas The Closer. Ia tahu seberapa bahaya alat itu. Ini bukan main-main.
Ajie langsung melangkah maju, tangannya diangkat, mencoba menengahi. “Tunggu! Kenapa dia?! Kenapa kau mengincar Melly? Dia tidak ada hubungannya dengan semua ini!”
“Jelas ada, bung,” jawab Bhayangkara santai, tapi matanya tidak pernah lepas dari…
The Painters : Colour Wars
Pengadilan dari seorang pembela
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments