“Lanjutkan injeksi Z-13. Kita harus melihat respon tubuhnya terhadap ekstraksi pigmen warna primer.”
Suara dingin dari salah satu ilmuwan Altheron menggema dalam ruangan uji klinis bawah tanah. Ajie, tergolek di atas ranjang besi dengan belenggu energi yang menyala biru di pergelangan dan kakinya, hanya bisa menatap ke atas. Langit-langit logam. Suara mesin mendesis. Aroma antiseptik menusuk hidungnya.
Ia tahu... ini bukan rumah sakit. Ini laboratorium. Ia bukan pasien. Ia objek.
“Pengecekan reaksi neurologis. Persiapan transfer data melalui Neural Map 4.1.”
Seutas kabel masuk ke belakang kepalanya. Nyeri menjalar ke tulang belakangnya. Mata Ajie terbelalak sesaat, napasnya tersedak. Tapi ia menolak teriak.
“Dia bertahan lebih lama dari subjek sebelumnya,” gumam seorang peneliti muda, memeriksa layar holografik.
Cain berdiri di belakang dinding kaca tebal. Tangan bersilang, wajah tenang, tapi sorot matanya tajam. Di sebelahnya, Ratna—yang kini dalam pakaian sipil—menatap penuh waspada. Tak ada helm Junkcore. Hanya Ratna yang lelah tapi berjaga-jaga.
“Jangan beri jeda. Dorong tubuhnya ke batas,” ujar Cain datar. “Kita butuh tahu bagaimana zat cat itu berevolusi di dalam tubuh manusia. Kalau perlu… buat dia marah.”
Peneliti ragu. “Tapi, Direktur… zat dalam darahnya sudah menunjukkan ketidakstabilan. Jika kita terlalu memaksa—”
“Kalau dia mati, kita buat yang baru,” potong Cain. “Tapi kalau dia hidup… kita menciptakan senjata paling kuat dalam sejarah.”
Ajie mendengar semua itu. Dan saat itu juga, pikirannya membara.
Ia mengingat wajah ibunya. Tangan ayahnya yang kasar. Suara Faisal yang bercanda memanggilnya “Paint Man”. Melly yang menyodorkan armor itu sambil tersenyum sinis. Dunia yang dulu kelabu—sekarang mulai terang. Tapi di sini… warna-warni itu sedang diacak-acak.
Dan Ajie… muak.
“Warning. Deteksi lonjakan biomassa.”
Lampu ruangan mulai bergetar. Mesin-mesin mendengung tak stabil. Kabel di kepala Ajie menjerit seolah terbakar dari dalam.
“Dia… dia mengubah st…
The Painters : Colour Wars
Retakan di dalam neraka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments