Minggu pagi. Dyon nggak tidur semalaman. Mata merah, bengkak. Kepala pusing. Tapi dia harus ketemu Andra. Harus cerita. Harus... minta maaf.
Jam tujuh pagi, Dyon jalan ke rumah Andra—rumah kecil di kampung sebelah, dinding papan, atap seng bocor di sana-sini. Di depan rumah, Pak Darmo—bapaknya Andra—lagi bersihin becaknya. Becak tua, cat merah udah pudar, ada karat di sana-sini.
"Pagi, Pak," sapa Dyon pelan.
Pak Darmo nengok—senyum lebar. "Eh, Dyon! Pagi! Nyari Andra? Dia lagi di dalem."
"Iya, Pak. Makasih."
Dyon masuk—rumah sempit, cuma ada satu ruangan. Kasur tipis di pojok, kompor minyak tanah di sudut, jemuran baju di dalam gara-gara nggak ada teras.
Andra lagi duduk di kasur—lagi makan nasi sama telor ceplok. Lihat Dyon, dia langsung senyum.
"Eh, Yon! Jarang-jarang lo ke sini pagi-pagi. Ada apa?" tanya Andra sambil ngunyah.
Dyon diem—nggak tau harus mulai dari mana. Tangannya ngepal erat.
Andra nyadar. "Eh... lo kenapa? Muka lo... lo nangis?"
"Dra..." suara Dyon serak. "Gue... gue harus cerita sesuatu."
Andra taruh piring. Berdiri. "Duduk dulu. Cerita pelan-pelan."
Mereka duduk di kasur—bersebelahan. Dyon cerita—semuanya. Soal ancaman cowok suruhan Pak Hendra. Soal ancaman ke bapaknya Andra. Soal pilihan yang... yang nggak mungkin.
Selesai cerita, Dyon nunduk—nggak berani ngeliatin Andra.
Hening.
Lama.
Terus... Andra ketawa.
Dyon nengok—bingung. "Lo... lo ketawa? Gue cerita serius, Dra!"
"Gue tau lo serius," Andra senyum—tapi matanya berkaca-kaca. "Tapi lo... lo pikir gue bakal nyuruh lo ninggalin Ismi gara-gara ancaman kayak gitu?"
"Tapi... tapi bapak lo—"
"Bapak gue... bapak gue orang kuat, Yon," Andra potong. Suaranya gemetar. "Dia... dia udah narik becak puluhan tahun. Dia udah biasa sama preman. Biasa diusir. Biasa dipukulin. Tapi... dia tetep bertahan. Karena dia punya gue sama emak. Dia nggak akan nyerah gampang."
"Tapi kalau mereka beneran usir dia—"
"Terus kenapa?!" Andra teriak—tiba-tiba. Matanya merah. "Lo pikir gue bakal seneng kalau lo ninggalin Is…
JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN
# BAB 20: KEPUTUSAN MENYAKITKAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 205 Episodes
Comments