#
Tiga minggu kemudian.
Rumah Sakit Umum Daerah Depok. Pagi hari.
Dokter Ratna senyum sambil ngecek catatan medis terakhir.
"Kondisi Ibu Ismi sudah stabil. Arkan juga sudah bisa bernapas sendiri tanpa alat bantu. Berat badannya naik jadi 2,3 kilogram. Kalian... kalian bisa pulang hari ini."
Dyon sama Ismi saling pandang. Senyum lebar.
"Beneran, Dok?" tanya Ismi nggak percaya.
"Beneran," dokter angguk. "Tapi tetep harus kontrol rutin tiap minggu ya. Dan jaga Arkan baik baik. Dia masih rentan."
"Siap, Dok. Terima kasih banyak," Dyon berdiri, jabat tangan dokter berkali kali.
***
Jam sebelas siang, Dyon dorong kursi roda Ismi keluar rumah sakit. Di pangkuan Ismi, Arkan dibungkus selimut tebal warna biru. Matanya merem. Tidur nyenyak.
Andra sama Leonardo udah nunggu di depan dengan mobil pinjaman.
"Selamat datang ke dunia luar, Arkan!" teriak Andra sambil senyum lebar.
"Pelan pelan, Dra. Jangan kenceng kenceng. Arkan bisa kaget," Ismi ngingetin sambil peluk Arkan erat.
Mereka naik mobil. Leonardo yang nyetir. Pelan banget. Kayak bawa barang pecah belah.
"Gue nggak pernah nyetir sepelan ini," kata Leonardo sambil ketawa.
"Bagus. Tetep pelan. Arkan masih kecil," Dyon bilang dari belakang.
Sampai apartemen. Naik lift. Buka pintu.
Dan mereka semua kaget.
Apartemen yang tadinya sepi sekarang penuh perlengkapan bayi.
Ada box bayi kayu warna putih di pojok kamar. Ada kereta bayi lipat di samping sofa. Ada tumpukan popok, susu formula, baju bayi, selimut, botol susu, di atas meja.
"Ini... ini semua dari mana?" tanya Dyon bingung.
"Dari kami," Ibu Sarah keluar dari dapur sambil senyum. Di belakangnya, Pak Hendra juga ikut keluar.
"Mama? Papa? Kapan datengnya?" Ismi kaget.
"Tadi pagi," Ibu Sarah peluk Ismi hati hati, takut kena Arkan. "Kami beli semua perlengkapan buat Arkan. Cucu pertama kami harus punya semua yang dia butuh."
Pak Hendra jalan ke Dyon. Tepuk bahu.
"Ini hadiah dari kami. Semoga membantu."
"Terima kasih, Pak. Bu. Terima kasih banyak," Dyon nggak bisa ngomong apa…
JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN
BAB 80: PULANG KE RUMAH
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 205 Episodes
Comments