#
Pagi itu jam enam.
Dyon belum tidur semalaman. Mata merah. Badan pegal. Tapi dia harus ke KPK jam satu siang. Nggak bisa telat.
Leonardo udah pulang jam lima pagi. Harus ganti baju dulu sebelum ikut Dyon ke KPK.
Dyon sendirian di apartemen yang pintu nya jebol. Dia pasang kursi buat nahan pintu sementara.
Mandi. Ganti baju. Siap siap.
Jam tujuh dia turun ke basement. Naik mobil.
Jalanan Jakarta pagi macet parah kayak biasa. Tapi Dyon nggak peduli. Pikirannya kemana mana.
Mikirin kesaksian nanti siang. Mikirin ancaman pembunuh semalam. Mikirin Kang Iwan yang masih koma.
Dia lagi nyetir di jalan tol dalam kota. Lumayan sepi. Kecepatan delapan puluh kilometer per jam.
Tiba tiba ada mobil pick up hitam dari belakang ngebut deket banget.
Dyon ngeliatin spion. Mobil itu terlalu deket. Terlalu... agresif.
Jantungnya mulai dag dig dug.
Ini... ini kayak semalam.
BRAK!
Mobil pick up itu nabrak mobil Dyon dari belakang. Keras.
Mobil Dyon oleng. Setir nya goyang.
"SIAL!" Dyon coba kendaliin setir.
BRAK!
Ditabrak lagi. Lebih keras.
Kali ini mobil Dyon bener bener oleng. Nabrak pembatas jalan kiri. Ban depan pecah.
Mobil berhenti miring di pinggir jalan tol.
Dyon kepalanya nabrak dashboard. Dahi nya pecah. Darah mengalir ke mata.
Pusing. Pandangan buram.
Dia coba buka pintu. Keluar dengan susah payah. Kaki lemes.
Mobil pick up hitam berhenti di belakang mobilnya.
Turun seorang cowok. Besar. Tinggi hampir dua meter. Berotot kayak binaragawan. Pakai kaos hitam. Celana cargo. Muka datar tanpa ekspresi.
Bukan Hendra. Ini orang lain.
Pembunuh bayaran yang lain.
Cowok itu jalan pelan ke arah Dyon. Tangan kanannya pegang pisau besar. Pisau dapur ukuran jumbo yang biasa buat motong daging.
"Nggak ada yang personal Pak," katanya dengan suara datar. Nada kayak robot. "Cuma kerjaan. Lo ngerti kan?"
Dyon mundur. Tangannya coba pegangan ke pembatas jalan buat nahan badan yang lemes.
"Lo... lo dibayar berapa? Gue bisa bayar lebih..." katanya sambil suara gemetar.
Cowok itu senyum tipis. Sen…
JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN
BAB 120 NYARIS TERBUNUH—DISELAMATKAN SULAIMAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 205 Episodes
Comments