#
Suara sirine ambulans memecah keheningan malam.
Paramedis langsung masuk gudang dengan tandu. Mereka liat Sulaiman tergeletak di lantai berlumuran darah. Langsung kerja cepet.
"Pasien luka tusuk di abdomen! Pendarahan masif! Nadi lemah! Tekanan darah drop!" teriak salah satu paramedis sambil cek vital signs Sulaiman.
Mereka angkat Sulaiman ke tandu. Pasang infus cepet. Tutup luka nya dengan kain steril yang langsung merah kena darah.
"KITA HARUS CEPET! DIA KEHILANGAN TERLALU BANYAK DARAH!"
Dyon ikut di ambulans. Pegang tangan Sulaiman yang dingin.
Ismi, Arkan, Zahra dibawa ambulans lain buat diperiksa. Mereka nggak luka fisik tapi trauma.
Leonardo, Andra, Arman ikut mobil polisi Iptu Jaka. Mereka semua ke rumah sakit yang sama.
Di ambulans Dyon ngeliatin wajah Sulaiman yang pucat.
Bibir nya biru. Napas nya dangkal banget. Monitor jantung bunyi nggak teratur.
Beep... beep... beep...
"Man... bertahan... kumohon bertahan..." bisik Dyon sambil pegang tangan Sulaiman erat.
Paramedis terus kerja. Pompa cairan infus lebih cepet. Cek tekanan darah tiap dua menit.
"Tekanan darah masih turun! Delapan puluh per lima puluh!"
"Tambah infus! Berikan RL dua jalur!"
"Sudah! Tapi dia masih pendarahan internal! Kita harus operasi secepatnya!"
Ambulans ngebut dengan sirine nyala. Lampu merah semua diabaikan.
Sampe rumah sakit sepuluh menit kemudian.
Sulaiman langsung dibawa ke ruang operasi darurat.
Dyon cuma bisa liat dari luar. Pintu ruang operasi tertutup.
Lampu merah di atas pintu nyala.
"OPERASI SEDANG BERLANGSUNG"
Lima menit kemudian ambulans kedua sampe. Ismi turun dengan Arkan dan Zahra.
Dyon langsung peluk mereka.
"Kalian gapapa? Ada yang sakit?"
"Kami gapapa... cuma ketakutan..." jawab Ismi sambil pegang Arkan dan Zahra yang masih nangis.
Perawat bawa mereka ke ruang pemeriksaan. Cek kondisi fisik dan mental.
Leonardo, Andra, Arman sampe sepuluh menit kemudian.
Mereka semua berkumpul di ruang tunggu di luar ruang operasi.
Duduk diem. Nggak ada yang ngomong.
Cuma suara moni…
JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN
BAB 128: SULAIMAN SEKARAT—PENGAKUAN TERAKHIR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 205 Episodes
Comments