#
Tiga hari setelah pertemuan dengan semua sahabat.
Dyon lagi di kantor ngurus administrasi penutupan firma. Dokumen dokumen yang harus ditandatangani buat resmi tutup firma bulan depan kalau nggak ada keajaiban.
Hape nya bunyi. Nomor nggak dikenal.
Dia angkat dengan nada males. Pikir nya debt collector atau wartawan.
"Halo?"
"Selamat siang. Ini dengan Pak Dyon Syahputra?"
"Iya. Ini saya. Ada yang bisa saya bantu?"
"Perkenalkan saya Ibu Ratih dari sekretariat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pak Menteri ingin bertemu dengan Bapak. Besok jam sepuluh pagi. Apakah Bapak bersedia?"
Dyon langsung tegang. Kementerian PUPR? Mau ketemu dia?
"Maaf Bu... ini soal apa ya?"
"Maaf Pak saya tidak bisa jelaskan lewat telepon. Pak Menteri yang akan jelaskan langsung besok. Tapi ini soal proyek."
Proyek? Dyon langsung deg degan.
"Baik Bu. Saya akan datang besok jam sepuluh."
"Terima kasih Pak. Alamat nya di gedung Kementerian PUPR Jalan Pattimura. Lantai delapan ruangan Pak Menteri. Sampai jumpa besok."
Telepon ditutup.
Dyon duduk diem. Ngeliatin hape.
Kenapa Menteri PUPR mau ketemu dia? Apa ada masalah lagi? Atau... atau ini kesempatan?
Dia telepon Leonardo.
"Leo. Gue dapat telepon dari Kementerian PUPR. Menteri nya mau ketemu gue besok. Lo bisa ikut?"
"Tentu. Gue akan ikut. Kita harus hati hati. Ini bisa jebakan."
"Atau bisa kesempatan."
"Iya. Semoga yang kedua."
Besok pagi jam sembilan Dyon sama Leonardo berangkat ke gedung Kementerian PUPR.
Gedung besar dengan keamanan ketat. Mereka dicek ID. Dicek tas. Terus dikasih kartu tamu.
Naik lift ke lantai delapan. Koridor panjang dengan ruangan ruangan kantor.
Sampai di ujung koridor ada ruangan besar dengan plang "MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT".
Mereka ketuk pintu. Sekretaris buka pintu. Cewek muda pakai blazer rapih.
"Selamat pagi. Pak Dyon sama Pak Leonardo? Silakan masuk. Pak Menteri sudah menunggu."
Mereka masuk. Ruangan luas dengan jendela besar. Pemandangan Jakarta dari lantai delapan.
Di meja kerj…
JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN
BAB 153: MENDAPAT PROYEK DARI PEMERINTAH—ANGIN SEGAR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 205 Episodes
Comments