#
Dua minggu setelah keluar dari PT Graha Karya.
Ruko dua lantai di daerah Cinere. Sempit. Cat tembok nya udah kusam. Lantai keramik retak retak. Tapi murah. Sewa cuma dua juta per bulan.
Dyon berdiri di depan ruko itu. Pegang kunci. Deg degan.
Ismi di samping sambil gendong Arkan.
"Ini... ini kantormu?" tanya Ismi.
"Iya. Kecil ya?" Dyon senyum pahit.
"Nggak. Pas. Buat mulai," Ismi senyum balik "Dari sini kita akan besar."
Dyon buka pintu. Masuk.
Di dalam kosong melompong. Cuma ada beberapa kardus berisi barang barang bekas yang Pak Hendra kasih. Meja lipat. Kursi plastik. Kipas angin tua.
"Alhamdulillah," gumam Dyon sambil ngeliatin ruangan kosong itu.
Ismi taruh Arkan di lantai yang udah dibersihkan. Arkan langsung jalan jalan keliling sambil teriak teriak seneng.
"Kantor Papa! Kantor Papa!"
Dyon ketawa. "Iya Nak. Ini kantor Papa. Kecil tapi... tapi ini punya Papa sendiri."
***
Sore itu Kang Iwan dateng. Bawa tukang tukang buat bantuin beresin kantor.
"Wah... kantornya... unik euy!" Kang Iwan ketawa sambil ngeliatin sekeliling.
"Maksud lo jelek?" Dyon ikutan ketawa.
"Nggak jelek. Cuma... ya gitu deh. Sederhana," Kang Iwan senyum "Tapi nggak apa apa. Yang penting ada niat sama usaha. Nanti juga gede."
"Akang yakin?"
"Yakin lah! Lo kan pejuang. Dari jalanan aja bisa sampe sini. Apalagi dari ruko ini," Kang Iwan tepuk bahu Dyon.
Mereka mulai beresin kantor. Cat ulang dinding. Bersihin lantai. Pasang meja kursi seadanya.
Jam tujuh malem selesai. Kantor keliatan lebih layak meskipun masih sederhana banget.
Dyon pasang papan nama di depan ruko.
**RUMAH HARAPAN ARSITEKTUR**
"Rumah Harapan?" Kang Iwan baca "Nama nya bagus euy. Ada makna nya?"
"Iya. Rumah buat orang yang punya harapan. Arsitek buat orang yang percaya mimpi bisa jadi kenyataan," Dyon senyum "Kayak gue dulu."
"Wah... dalem banget," Kang Iwan ngelap air mata bercanda "Akang sampe mau nangis nih."
Mereka ketawa bareng.
***
Hari pertama operasional.
Dyon dateng jam tujuh pagi. Buka kantor. Nyalain lampu.
Duduk…
JEJAK LUKA DI BALIK SENYUMAN
BAB 101: MEMULAI FIRMA SENDIRI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 205 Episodes
Comments
checangel_
Gimana rasanya makan bebarengan begitu? nikmatnya tiada banding, sekelas resto mewah /Good/
2026-02-05
0
checangel_
Yap, zaman sekarang yang di cari memang keterampilan, tapi tahulah ....🤧
2026-02-05
1