Dengan sisa tenaga dan jiwa yang sudah hancur lebur, Kepala Sekte Zhao Wuji akhirnya memaksa tubuh besarnya untuk bangkit berdiri. Kakinya bergetar hebat saat dia melangkah maju ke tengah karpet sutra merah, diikuti oleh Penatua Mo Jian dan Tetua Lin yang menangis tersedu-sedu.
Ketiga dewa persilatan itu berdiri berjejer dengan canggung, wajah mereka memerah padam menahan rasa malu yang membakar hingga ke dasar tulang sumsum. Angin gunung berhembus meniup jubah mereka, menciptakan suasana dramatis yang sangat bertolak belakang dengan kekonyolan yang akan terjadi.
"Mulailah dengan melompat-lompat kecil sambil menepuk tangan kalian di atas kepala, buat gerakan kalian terlihat ceria seperti kelinci musim semi," perintah Li Zhen menahan tawa. "Dan jangan lupa untuk memberikan senyuman manis, aku tidak mau melihat wajah-wajah murung yang merusak seleraku."
Zhao Wuji menelan ludah yang terasa seperti pecahan kaca di tenggorokannya, lalu mulai menggerakkan tubuh besarnya dengan sangat kaku. Pria berotot dengan korset baja itu melompat kecil, mengangkat tangannya ke atas kepala sambil memaksakan senyum yang terlihat lebih mirip seperti seringai kesakitan.
Di sebelahnya, Penatua Mo Jian yang memakai baju zirah perak berat juga ikut melompat, menghasilkan suara dentingan logam yang sangat berisik dan tidak berirama. Pria tua berjanggut putih kotor itu menepuk tangannya dengan gerakan yang sangat konyol, air mata terus mengalir deras membasahi pipinya.
Tetua Lin yang kehilangan janggutnya berusaha mengikuti irama yang hancur berantakan itu, pinggulnya bergoyang kaku ke kiri dan ke kanan. Gerakan mereka benar-benar terlihat seperti sekumpulan monster kayu yang sedang digerakkan oleh tali tak terlihat, sama sekali tidak memiliki nilai estetika.
Li Zhen tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya, suara tawanya menggema memenuhi seluruh puncak gunung yang sakral tersebut. Tontonan absurd dari tiga penguasa dunia kultivasi yang sedang menari ala anak taman kanak-kanak ini ada…
Pendekar Mulut Sampah
bab 40
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 194 Episodes
Comments